
Nay merasa kalau kesalahan yang mereka lakukan tidak begitu fatal, hanya saja akibat jalan rusak tersebut membuat Nay harus memberikan stempel bibir yang masih tersegel rapat kepada pria yang bukan suaminya.
Mungkin untuk Thoms, adegan itu sudah terbiasa terjadi bahkan lebih dari itu. Berbeda sama Nay yang baru pertama kali merasakan, sehingga kedua pipinya mulai memerah akibat rasa malu.
Sebenarnya, Nay merasa kasihan terhadap mereka yang mendapatkan hukuman dari Thoms. Padahal, semua itu bukan sepenuhnya salah mereka. Meskipun demikian, Nay tidak bisa ikut campur atas apa yang terjadi barusan. Jikalaupun Nay ikut campur, maka dia harus menerima gaji jauh lebih lama dari apa yang sudah Thoms tentukan.
Oleh karena itu, memilih diam adalah jalan satu-satunya mencari aman agar gaji Nay tetap turun setelah satu tahun bekerja untuk Thoms sesuai perjanjian yang sudah ditetapkan. Nay terima itu semua hanya demi membalas huyang budi atas semua kebaikan yang sudah diberikan oleh pria tersebut.
Keadaan di dalam mobil terasa sangat sunyi ketika jalur yang dilewati sudah sesuai dengan arahan. Saat ini Nay menoleh ke arah kanan, begitu juga Thoms yang menoleh ke arah kiri. Wajah mereka masih terlihat merah akibat rasa malunya atas kejadian beberapa saat lalu.
Jika Nay yang merasa malu itu wajar saja karena bru pertama kali. Lantas, kenapa Thoms ikutan malu? Itulah yang sedang Thoms pikirkan. Dia sendiri juga bingung apa yang telah terjadi pada respons tubuhnya, sehingga jantung berdetak sangat cepat melebihi kecepatan kereta api.
Tidak perlu dikasih tahu bagaimana nasib si kecil dibawah sana yang sudah menunjukkan jati dirinya, akan tetapi Thoms berusaha menutupi agar tidak terlihat oleh mata Nay.
Akhhh, ada apa denganku? Kenapa rasa yang Nay berikan berbeda dari wanita yang biasa aku tiduri? Kenikmatan macam apa ini, astaga!
__ADS_1
Walaupun, apa yang dilakukan Nay tidak disengaja, tetapi bagiku rasa itu adalah rasa yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. Sumpah, Nay, sumpah! Baru kali ini aku harus menahan hasratku sendiri ketika biasanya aku menuntaskan dengan begitu mudahnya, terus sekarang? Kau benar-benar membuatku hampir gila, argghh!
Perse*tanan macam apa yang terjadi pada tubuhku ini, arrghh ... Rasanya ingin sekali aku menerkam gadis itu sekarang juga. Tidak peduli mau di mobil ataupun di Apartemen sekaligus, bagiku rasa itu sungguh membuatku gila akan penasaran!
Hahh, tenang, Thoms, tenang! Ingatlah baik-baik kalai dia bukan wanita yang pantas kau kotori, dia wanita baik yang sedang mengejar impiannya. Jika kau mengambil haknya, sama saja kau tidak ada bedanya dengan pria bang*sat itu!
Kau harus menahannya, dan tuntaskan semua itu para wanita yang pantas kau tiduri, bukan Nay, paham! Sekuat apapun hasrat itu menunjukkan kehebatannya, kau harus bisa melawan demi menjaga semua identitasmu dari gadis yang tidak tahu apa-apa itu. Kau pasti kuat, Thom. Aku yakin kau akan kuat! Setidaknya bertahanlah sampai Nay berada di Apartemenmu, baru kau mencari pelampiasan di luar hanya demi membayar pekerja yang sudah terbiasa melakukannya!
Sejauh ini, hanya ini yang paling jauh. Thoms harus menghadapi pertengkaran antara hati dan pikirannya sendiri hanya demi melawan rasa yang tidak pernah dia lawan.
Oleh karena itu, sisa-sisa kenakalan Thoms masih melekat sangat jelas hingga sewaktu-waktu bisa membuat dia bangkit kembali untuk merasakan hal yang sudah jarang dirasakan. Buktinya seperti sekarang ini, Thoms merasa gelisah akibat menahan si kecil untuk tidak memberontak di dalam sana yang nanti akan berakibat fatal.
Namun, tanpa Thoms harus berbicara atau memberikan kode tertentu sama bodyguardnya, mereka sudah langsung paham ketika membaca gerak-gerik tubuh Thoms. Apalagi bodyguard yang selalu satu mobil dengannya, merupakan bodyguard terpercaya yang selalu mendampingi ke mana pun Thoms pergi. Sehingga, anak buah tersebut jauh lebih peka daripada yang lain.
Satu pesan dia berikan pada Thoms dengan kata-kata, [Maaf, Tuan. Apakah Tuan masih kuat untuk menahannya? Atau perlu saya atur semua agar selepas mengantar Nona Nay, Tuan bisa segera menuntaskannya?]
__ADS_1
Thoma hanya membalas pesan tersebut dengan singkat, jelas, dan padat, [Atur semuanya, sekarang!] tanpa membalas apapun, bodyguard tepercaya segera menghubungi bawahannya supaya bisa mengatur jadwal secepat mungkin. Dengan begitu Thoms tidak lagi menunggu lama untuk menuntaskan sesuatu yang sudah hampir membuaynya gila.
15 menit berlalu, mobil berhenti tepat di parkiran Apartemen. Nay turun dengan disambut oleh bodyguard yang sudah turun dari Apartemen Thoms untuk sekedar menjemputnya.
Nay merasa bingung karena turun dari mobil hanya seorang diri, sementara Thoms harus segera meneruskan perjalanannya lantaran ada satu pekerjaan yang lupa dikerjakan akibat terburu-buru untuk menjemput Nay.
Awalnya Nay ingin ikut saja, walaupun sekedar duduk manis di dalam mobil. Setidaknya Nay tidak sendirian di dalam Apartemen yang hanya ditemani oleh pria-pria menyeramkan itu. Akan tetapi, bukan Thoms namanya kalau tidak bisa mencari alasan yang membuat Nay langsung luluh mengikuti perintahnya.
Biarpun, hati Nay gelisah dan gugup. Dia terpaksa masuk ke dalam gedung Apartemen ditemani oleh keempat bodyguard selepas mobil Thoms pergi. Ternyata, perlakuan keempat bodyguard itu memang sangat baik, tidak seperti apa yang Nay bayangkan di dalam pikirannya.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...