
"Alasan kuat apa yang membuat Tuan harus memilih jalan yang sesat? Apakah Tuan senang menjalani pekerjaan kotor itu?"
Kedua mata Nay menatap lekat pria tersebut dalam keadaan yang sudah berbeda. Nay bisa melihat adanya sebuah dendam yang sangat besar di dalam bola mata Thoms, entah untuk siapa.
Apalagi telapak tangan Thoms mulai memberikan reaksi yang cukup ketara. Di mana semua jarinya perlahan mengepal keras dengan dikelilingi oleh urat besar yang menonjol.
Kejadian seperti ini biasa terjadi ketika seseorang mengalami trauma berat sampai membuat hatinya ma*ti untuk memberikan kata maaf pada orang yang bersangkutan. Rasanya dendam yang ada di hati Thoms sangat-sangat melekat jelas, Nay bisa merasakan dari tubuh pria itu yang mulai merespon apa yang dikatakan gadis itu.
"Te-tenanglah, Tuan. A-aku hanya ingin mengetahui semua alasan dibalik Tuan mengambil jalan ini, aku tidak mau terseret kasus yang akan merugikan diri semdiri. Toh, Tu-tuan juga sudah berjanji akan menjelaskan padaku tentang alasan Tuan bekerja sebagai Mafia. Jadi, aku ingin tahu sekarang agar aku tidak merasa takut bila ada di dekatmu."
"Ingatlah, Tuan! Kedua orang tuamu berpesan padaku untuk membawamu ke jalan yang lebih baik dan tidak boleh meninggalkanmu karena mereka takut jika kamh akan semakin terserah di dalam lembah menyeramkan itu."
Thoms berusaha keras untuk menahan gejolak rasa yang sangat menyakitkan ketika dia harus kembali mengingat semua kejadian masa lalu.
Masa-masa itu adalah masa yang sangat berat untuk Thoms lupakan. Hanya dialah saksi satu-satunya yang ada di tempat kejadian untuk menyaksikan kedua orang tuanya tewas mengenaskan. Sementara adiknya belum jelas kenapa dia bisa berada di panti asuhan, sedangkan pada waktu itu dia telah di bawa oleh salah satu pria yang menjadi penyebab kema*tian ibunya.
Thoms sedikit terkejut saat Nay mencoba untuk mengambil tangan Thoms dan menggenggam serta mengusapnya agar bisa memberikan ketenangan pada pria yang terlihat tegang.
__ADS_1
"Aku di sini, Tuan. Kau tidak perlu takut, katakan saja apa yang terjadi. Aku akan mencoba untuk mengerti semua ini dan tidak akan menyalahkanmu atas apa yang telah terjadi di dalam hidupmu. Jika orang tuamu sendiri yang mengatakan, bahwa Tuan adalah orang baik. Maka, aku juga percaya kalau Tuan tidak sejahat apa yang ada di dalam pikiranku."
Nay mencoba tersenyum lebar, walaupun sebenarnya dia juga merasa gugup karena khawatir kalau apa yang Thoms sampaikan padanya akan membuat dia menjadi takut. Nay tahu, masa lalu seorang Mafia tidaklah baik. Sebab, semua dendam yang ada di bentuk dari kejadian-kejadian tragis hingga menimbulkan kekejaman pada diri sendiri.
Beberapa detik Thoms terdiam menarik napasnya berulang kali demi menstabilkan rasa gemetar di tubuh. Ditambah sentuhan tangan Nay membuat kenyamanan tersendiri sampai bibir Thoms perlahan terbuka untuk menceritakan semua kejadin di masa lalu tanpa ada yang disembunyikan.
Tragedi-tregedi kisah masa kelam Thoms sangatlah menyeramkan. Nay bisa membayangkan betapa hancurnya hati Thoms ketika harus menyaksikan semua kejadian itu di saat anak-anak lainnya sedang asyik bermain.
Namun, Nay kembali mengerti jika seseorang terlahir dari keluarga yang sudah memiliki pekerjaan berat akan ada banyak kemungkinan terjadi. Walaupun, Nay bisa merasakan kalau tujuan keluarga Thoms baik ingin menyelamatkan orang-orang yang ditindas. Akan tetapi, semua tidak menutup menungkinan akan ada banyak musuh berkeliaran untuk menghancurkan.
Maka dari itu, timbulkan rasa iri, dengkin, bahkan dendam akan saling bergandengan untuk membalaskan perbuatan-perbuatan yang tidak bisa di terima.
Air mata yang Thoms jatuhkan bukanlah air mata kesedihan, tetapi itu sebuah bukti rasa sakit yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup. Hanya ada dua hal yang mampu membuat Thoms menangis, yaitu kehilangan keluarga dan Nay, gadis yang kini sudah masuk ke dalam hatinya.
"Tidak apa-apa, Tuan. Menangislah selagi Tuan ingin menangis, luapkan saja semua emosi yang ada di dalam diri Tuan agar hati Tuan merasa sedikit tenang. Jika perlu, berdirilah. Duduk di sampingku, aku siap memberikan pundak untukmu bersandar!"
Nay tersenyum membuat Thoms mendongak sedikit dengan air maya yang sudah menetes ketika dia habis menceritakan semua kejadian itu.
__ADS_1
Semua bodyguard yang ada di ruangan langsung pergi keluar secara perlahan meninggalkan Thoms bersama Nay. Semua itu karena tatapan Thoms yang seakan memberikan kode tertentu pada mereka, sekaligus untuk menjaga privasi Thoms.
Di saat mereka keluar, di situlah Thoms langsung duduk di samping Nay tepat di atas bangkar lalu menyandarkan kepalanya di pundar gadis itu. Sedikit risih, tetapi Nay harus menahan semua itu.
Melihat Thoms yang menangis bagaikan anak kecil, tanpa sadar malah mengukirkan senyuman dibibir Kanaya. Gadis itu tidak menyangka, pria yang awalnya ditakuti oleh semua orang sekarang malah cosplay menjadi anak manja yang sedang mengadu sama ibunya.
Tangan Nay terulur untuk mengusap pipi Thoms sambil mendengarkan semua celotehan yang keluar dari bibirnya sambil sesegukkan. Nay tidak menyangka, ternyata Thoms bukanlah pria seburuk yang ada dipikirannya. Thoms bisa berubah jahat ketika keluarganya di sakiti, padahal pria itu terlahir sebagai anak yang memiliki sifat manja, baik serta sedikit lucu.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1