
Beberapa tahun yang lalu, di mana Felix dan Moana sedang mengantarkan serta menemani Ernest untuk datang ke sebuah acara fenomenal yang sangat berharga. Banyak kolega-kolega penting yang hadir bersama istrinya, serta rekan kerja lainnya.
Di sana memang banyak sekali minuman dengan kadar dosis yang lumayan tinggi, sehingga banyak sebagian orang yang menikmati minuman sampai melupakan kesadaran dirinya sendiri.
Salah satunya Ernest, dia orang yang kesadarannya sudah tinggal 10 persen lagi. Sementara Felix masih kurang lebih 40 persen lagi, sedangkan Moana yang tidak tahu jika minuman yang dia minum memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi, jadi baru hanya meminum 2 gelas kecil untuk menghormati kolega lainnya sudah benar-benar mabuk berat.
Pada saat itu suasana yang sudah mulai tidak kondusif membuat Felix segera membawa pulang Ernest dan juga Moana. Dimana Felix yang masih cukup sadar harus merangkul keduanya secara bersamaan di bantu oleh security di sana.
Awalnya Felix nekat ingin mengantarkan mereka kembali ke rumah, tetapi Ernest melarangnya. Dia takut jika sesuatu hal buruk berupa kecelakaan atau pembegalan terjadi pada mereka di saat kesadaran mereka sudah tidak bisa di pastikan.
Tanpa membantah perkataan Ernest, Felix segera menurutinya serta membawa Ernest dan Moana ke sebuah Apartemen yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
Hanya beberapa menit, mereka sampai di Apartemen. Felix segera memesan semuanya untuk mendapatkan 2 Apartemen. Sayangnya, hanya ada satu Apartemen saja. Jadi, suka tidak suka tidak ada pilihan lagi. Felix terpaksa mengambilnya saat kondisi dirinya pun sudah mulai tidak sinkron.
Kebetulan, Apartemen itu sangat mengenali Ernest dan juga Felix jadi tidak begitu sulit untuk mendapatkannya. Setelah itu, Felix meminta pada security untuk membantu memapah Ernest, sedangkan dia memapah Moana yang memang sudah dianggap sebagai adiknya.
Mereka semua masuk ke dalam, di mana security membawa Ernest ke kamar satunya dan Moana ke kamar lainnya. Di sana hanya terdapat 2 kamar saja, jadi suka tidak suka Felix harus satu kamar dengan Ernest, dan Moana akan tidur sendiri.
__ADS_1
Singkat cerita. Ketika semuanya sudah berada di kamar, Felix merasakan haus yang cukup mengganggu tenggorokannya. Dia keluar dari kamarnya menuju ke lantai bawah ke arah dapur. Dia membuka kulkas serta mengambil air untuk sekedar membasahi tenggorokannya.
Namun, saat Felix kembali ke kamarnya dengan cara jalan yang sudah mulai sempoyongan membuat dia tidak menyadari apa bila dia salah masuk ke dalam kamar.
Posisi Moana dan Ernest sudah tidak sadarkan diri, tetapi dia masih ingat karena ketika di taruh di atas ranjang mereka masih sedikit sadar. Lalu, selepas itu mereka sudah tidak ingat apa-apa kembali.
Kini, hanya tinggal Felix satu-satunya orang yang masih sedikit sadar, tetapi ketika kesadarannya sudah tidak berpihak padanya dia langsung tiduran di atas ranjang tepat di sebelah Moana.
Moana tertidur dalam posisi miring menghadap ke arah Felix, ketika Felix memiringkan tubuhnya wajah mereka langsung berhadapan satu sama lain.
Entah apa yang terjadi pada Felix, dia malah melihat bayangan Enza selaku tunangannya. Perlahan tangannya mulai mengusap wajahnya, lalu dengan pengaruh obat dan suasana yang cukup mendukung terjadilah adegan yang tidak di inginkan.
Felix malah merasa puas sangat puas, dia merasakan adanya perbedaan milik Enza yang biasa dia pakai beberapa kali sama saat ini. Biasanya terlihat mulus saja tanpa hambatan, tetap kali ini Felix merasa seperti di gigit atau pun merasa keset ketika memasuki goa yang pernah dia masuki.
Suara-suara itu sama sekali tidak membuat Ernest terbangun, lantaran dia sudah sangat mabuk berat hingga tidak sedikit pun mendengar suara apa pun dari sebelah kamarnya.
Felix tidak hanya melakukannya satu kali, tapi berulang kali sampai dia merasa puas. Tanpa dia sadari dia telah meninggalkan benih kecebongnya di dalam, lalu dia tertidur tepat di sebelah Moana.
__ADS_1
Moana yang merasakan tubuhnya linu, sakit dan sebagainya hanya bisa menangis di dalam tidurnya. Setelah itu Moana kembali tertidur, begitu juga Felix yang sudah tidur lebih dulu.
Selang 2 jam kurang, tepatnya pukul 4 pagi. Felix kembali bangun sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. Perlahan dia duduk dengan mengedip-ngedipkan kedua matanya menyesuaikan cahaya kamar.
"Arrghh ... Ke-kepalaku, ke-kenapa rasanya sakit banget? Apa ini akibat minuman itu? Astaga, pasti semalam aku sudah minum terlalu banyak. Dan Tuan juga sepertinya sama, dia pasti belum bangun akibat efek minuman yang menyesatkan ini. Benar-benar menyusahkan!"
Felix mengoceh sambil mengetuk-ngetukkan samping keningnya berulang kali, tetapi saat dia ingin mengecek keadaan Ernest di sampingnya. Dia malah di kejutkan oleh keadaan Moana yang tertidur pulas dalam posisi tubuh masih terbuka polos.
Mata Felix membola, dia tidak menyangka apa bila semalam dia telah salah dalam memasuki kamar. Dengan rasa malu, Felix segera menutupi tubuh Moana. Kemudian dia melihat tubuhnya sendiri, di mana jagoan kecilnya masih terbangun dengan sedikit noda merah yang menyelimutinya.
Rasa kecewa, bingung dan juga cemas langsung melanda Felix. Dia langsung berlari ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan juga tubuhnya. Di situ Felix kembali mengingat semua kejadian yang masih dia ingat sebelum dia tidak sadarkan diri.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung