Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Felix Berusaha Menemui Ernest


__ADS_3

Setelah pertempuran itu, Enza tidak sadarkan diri selama kurang lebih 3 hari. Itu juga di pantau oleh dokter khusus yang selalu menangani semua korban Thoms.


Kasihan sih, tapi itulah karma yang harus dia terima. Meskipun tidak setimpal, tapi apa yang di tanam maka itulah yang akan dia tuai.


Berbeda sama nasib Felix yang semakin hari semakin terlihat ada kemajuan. Usaha kecil-kecilkan yang dia bangun sendiri dengan mendirikan sebuah dealer motor dan juga mobil yang mulai berkembang. Walaupun masih tahap pemula yang sewaktu-waktu bisa gagal atau pun berhasil. Felix tetap akan berjuang demi bisnisnya sendiri.


Felix mungkin satu-satunya orang yang ada di dalam hancurnya keluarga Moana dan Ernest. Akan tetapi dia berniat ingin memperbaiki semua kesalahannya dengan caranya sendiri. Entah usaha itu di hargai atau tidak, seenggaknya Felix tetap terus berusaha untuk memperbaiki semua yang sudah dia hancurkan.


"Apa pun yang terjadi, aku harus bisa segera menyelesaikan permasalahanku dengan Ernest. Aku tidak ingin hubungan mereka hancur hanya karena kesalahanku, tidak apa-apa kalau hubunganku dengan Ernest dan Justin tidak akan bisa seperti dulu. Setidaknya aku harus mempersatukan mereka kembali, itu janjiku saat ini!"


Felix berbicara di dalam ruangan kerjanya sendiri, lalu dia berdiri sambil mebenarkan sedikit jasnya dan berjalan keluar ruangan. Di mana Felix mempercayakan semuanya pada salah satu asisten pribadinya yang baru bekerja. Tidak lupa, dia juga tetap memantau semua pekerjaan melalui ponsel canggihnya yang terdapat CCTV dari semua sudut yang ada di dealer.


Felix pergi menuju suatu tempat. Yaitu, Perusahaan Ernest. Tujuannya ke sana hanya ingin menjelaskan sesuatu padanya mengenai semua kejadian. Felix sangat mengerti sikap Ernest, jadi siapa pun yang telah menjelaskan padanya tidak akan mempan, kecuali orang yang bersangkutan.


Namun, semua itu belum bisa menjamin sepenuhnya kalu Ernest akan langsung mempercayai Felix. Hanya saja, Felix tetap harus berpikir positif agar dia bisa mengembalikan semua yang sudah di hancurkannya.


Sesampainya di Perusahaan, Felix langsung di sambut baik oleh semua karyawan yang sangat mengenalnya. Mungkin, sebagian orang ada yang tahu tentang gagalnya perniakahan Felix dan Tidak ada satu pun orang yang tahu di balik keluarnya Felix dari Perusahaan.


Semua karyawan hanya tahu, kalau Felix keluar karena keinginannya sendiri untuk memiliki usaha. Jadi, semua tentang masalah yang menimpa Moana dan Ernest tidak ada yang tahu selain keluarga inti.

__ADS_1


Maka dari itu, Ernest akan selalu aman dari pemberitaan yang jelek-jelek mengenai hubungannya bersama Moana. Ernest menutup rapat mengenai jati diri Justin terhadap apapun, cukup hanya keluarga yang tahu dan tidak sampai menyebar ke mana-mana.


Perlahan langkah Felix terhenti di depan resepsionis, dia menanyakan tentang kesibukan Ernest hari ini. Ketika mendapatkan jadwal kosong, di situ Felix tidak menyia-nyiakan waktunya untuk bertemu Ernest.


Felix langsung membuat janji, tetapi tidak atas namanya. Melainkan nama yang bersembunyi di balik nama panjangnya agar membuat Ernest menjadi penasaran akan dirinya.


Dikarenakan, kalau Felix jujur. Maka Ernest tidak akan pernah ingin menemuinya, sama halnya seperti Moana yang sudah membencinya.


Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit, akhirnya seseorang datang dengan penampilan cantik dan juga anggun yang di hiasi oleh senyuman kecil.


"Manis!" ucap Felix, lirih. Matanya menatap ke arah seorang wanita yang sedang berjalan ke arahnya.


"Kalau ngomong, mau bibirmu saya jahit pakai jahitan baju, hahh? Ehh, tu-tunggu! Tadi apa yang kau bilang, di-dia asisten pengganti saya? Ko-kok bisa seorang wanita?" tanya Felix, penasaran.


"Entahlah, Tuan. Kami semua juga bingung, tapi kami tidak ingin ikut campur. Wanita itu namanya Dinda, dia langsung di pilih oleh Tuan Ernest tanpa melakukan lamaran terlebih dahulu lewat Perusahaan," sahut resepsionis, lagi-lagi membuat Felix terkejut dan benar-benar tidak bisa berkata apa-apa.


Ini adalah kejadian yang langka. Seorang Ernest memilih wanita sebagai asisten pribadinya, di mana Felix sangat tahu tugas-tugas menjadi seorang asisten lebih berat dari pada sekretaris. Mungkin, apa bila menjadi sekretaris Felix masih bisa memahami.


Hanya saja, ini sebagai asisten pribadi yang bekerja tidak kenal waktu. Felix sendiri saja, beberapa kali mengeluh akibat jam tidur kurang, badan lelah dan hari libur bisa menjadi hari kerja. Berbeda sama karyawan lainnya.

__ADS_1


Lantas apa yang membuat Ernest memilih Dinda menjadi asisten pribadinya? Itu yang menjadi pertanyaan di dalam diri Felix saat ini.


"Permisi, Tuan Glad. Perkenalkan, saya Dinda asisten pribadi Tuan Ernest. Senang bertemu dengan, Tuan," ucap Dinda begitu sopan sambil sedikit membungkukkan tubuhnya dan kembali berdiri sempurna dengan senyuman kecil.


"Senang bertemu dengamu juga, Nona Dinda. Apakah saya boleh bertemu dengan Tuan Ernest sekarang?" tanya Felix, matanya terus menelusuri setiap gerak-gerik Dinda.


"Silakkan, Tuan. Saya akan mengantar Tuan bertemu sama Tuan Ernest, karena beliau sudah menunggu Tuan di ruangannya," jawab Dinda, penuh senyuman.


Tanpa menjawab apa-apa, Ernest menganggukkan kepalanya. Lalu dia ikut berjalan bersama Dinda, tidak lupa untuk terus memperhatikannya.


Tatapan yang Felix berikan bukan berarti dia menyukai Dinda, tetapi Felix hanya tidak ingin Dinda memaafkan Ernest hingga membuat hubungan rumah tangganya semakin retak.


Kini, tugas Felix tidak hanya menyatukan Moana dan Ernest kembali. Dia juga harus menjaga Ernest dari bahayanya seorang wanita, karena Felix memiliki kecurigaan kalau Dinda bisa menjadi bom peledak yang sangat dahsyat di sela-sela hubungan Moana dan Ernest yang sangat renggang ini.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2