Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Penyatuan Thoms & Naya


__ADS_3

Mata Naya dan Thoms begitu terpanah melihat keindahan kamar mereka dengan hiasan kelopak bunga mawar berserakan di ranjang dan juga jalan. Tak lupa lilin-lilin aromaterapi berguna sebagai penyejuk atau penenang suasana hati pasangan pengantin baru itu yang lagi tegang-tegangnya.


"Wahh ... Bagus banget kamarnya, Kak. Sumpah, ini pasti kerjaan Bunda sama Moana. Mereka memang sangat pandai membuat kita terpanah dengan semua keindahan ini. Mulai dari gedung, acara pernikahan, dan kamar pengantin pun dirias sedemikian bagusnya hingga kita tidak sanggup berkata apa-apa selain terima kasih."


Naya tersenyum lebar berjalan keliling kamar hotel dengan wajah gembira dan hati yang berbunga-bunga. Sampai seketika, tubuhnya di peluk dari arah belakang oleh sang suami membuat dia terdiam membisu.


Tubuh sang istri terasa kaku lantaran sifat manja suaminya mampu membuat dia langsung senam jantung. Ditambah getaran hati terasa begitu kencang ketika merasakan kedua tangan Thoms melingkar diperut kecilnya sambil menempelkan dahu di pahu kanan sang istri.


"Bagaimana, kamu senang menikah denganku? Apakah kamu akan bahagia hidup selamanya bersamaku? Atau, kamu menyasal mengenalku?"


Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Naya sedikit kesal. Dia langsung membalikan badan dan menatap tajam ke arahnya, "Kakak bisa gak sih, gak usah cari gara-gara. Ini malam pertama kita ya, aku gak mau kita berantem. Lagi pula, menikah dengan Kakak itu bukan paksaan, tapi karena kita memang saling mencintai. Tidak ada sedikit pun keraguan di dalam hatiku untuk memilih hidup bersama Kakak, baik dan buruk Kakak akan menjadi urusanku. Intinya kita harus bahagia, titik!"


Jawaban yang simpel, tetapi sangat menyentuh hati Thoms. Senyuman mulai terukir membuat dia perlahan mendekati wajah sang istri dan menciumnya secara lembut. Naya yang awalnya merasa takut, setelah merasakan kelembutan setiap sentuhan yang diberikan sang suami mulai terlena.


Tanpa mereka sadari, kini tubuh Naya sudah tertidur di ranjang dalam keadaan Thoms berada di atasnya. Tatapan mata mereka begitu mendalam seakan-akan sang suami sedang menghipnotis istrinya supaya tidak merasakan ketakutan seperti dulu ketika trauma itu kembali berputar.


"Bolehkah aku mengambil hakku malam ini?" tanya Thoms dengan suara lembut sambil mengelus pelan pipi sang istri.


"Ta-tapi, Kak. A-aku ta-takut, a-aku be-belum siap. Bi-bisakah kita lakukan se-semua itu ke-ketika aku su-sudah siap?" tanya Naya balik penuh kegugupan ketika rasa takut mulai menyerang tubuhnya.

__ADS_1


"Kapan kamu siap? Besok? Lusa? Minggu depan? Tahun depan? Atau, tidak sama sekali?"


Naya menggelengkan kepala ketika tidak tahu harus menjawab pertanyaan sang suami apa. Satu sisi ketakutan sudah menyerang tubuh, sisi lainnya Naya merasa sedih karena merasa berdosa ketika tidak dapat menuruti keinginan sang suami.


Di malam pertama ini setiap pasangan yang menikah pasti akan melakukan hal tersebut, kecuali keadaan tidak memungkinkan mereka untuk melakukannya. Sementara Naya semua baik-baik saja, hanya trauma yang masih sedikit membekas di dalam ingatan.


Thoms tersenyum mengela napas, lalu tangannya terangkat untuk menghapus air sang istri. Melihat keadaan Naya seperti ini membuat hati pria itu sakit, tetapi jika semua rasa itu tidak dilawan sampai kapan pun Naya tidak akan bebas dari traumanya.


"Aku paham, bagaimana sakitnya ketika kamu harus menahan ketakutan itu. Namun, satu yang harus kamu tahu, Sayang. Separah apa pun trauma yang dimiliki, jika kita tidak bisa berdamai dengan keadaan mau sampai kapan? Apakah tidak ada sedikit bayangan di mana kita akan merasakan hidup bahagia bersama anak-anak, hem? Jika ada, apakah kamu akan menyerah dan membiarkan trauma itu terus menghantuimu? Aku janji, jika kamu tidak menginginkannya, aku tidak akan menyentuhmu sebelum kamu yang memintanya. Akan tetapi, kamu harus mengerti hubungan pernikahan kita tidak akan sah dimata Tuhan jika kita tidak menyatukan bagian hidup kita melalui ikatan tersebut dan segala penolakan yang kamu katakan itu akan menjadi ladang dosa untuk kita."


Degh!


"Ba-baiklah, aku bersedia. Dengan satu syarat, Kakak harus pelan-pelan dan penuh kelembutan. Aku tidak mau merasakan sakit di malam pertama," ucap Naya, membuat Thoms terkekeh kecil melihat wajah lucunya.


"Aku gak bisa janji, Sayang. Tapi, aku bisa membuktikan bahwa rasa sakit itu hanya bersifat sementara, selebihnya rasanya enak sekali. Sama kok, sakitnya kaya digigit semut. Jadi, jangan takut, oke? Aku tidak akan bermain kasar, percayalah dengan suamimu ini."


Kedipan mata Thoms membuat Naya sedikit merinding, lantaran dia sangat tahu betapa mahirnya sang suami ketika berurusan dengan semua ini, sedangkan dirinya tidak pernah melakukan sama siapa pun. Jadi, sudah pasti sang suami akan mendapatkan semua keistimewahan di dalam mahkota bersegel.


Thoms harus melakukan pemanasan supaya Naya mulai nyaman dan berhanyut. Selepas itu, baru dia akan memulai semuanya hingga menghabiskan malam panjang itu dengan menikmati suara indah dari sang istri.

__ADS_1


Perlahan Thoms memulai dari mencium bibir sang istri, lalu membuat tanda pemilikan, dan terakhir berujung tanpa busana yang hanya mengandalkan selimut untuk menutupi tubuh mereka nantinya.


Thoms mulai mendaki gunung kembar membuat Naya merasakan menikmatan yang tidak pernah dirasakan, tetapi wajah lucu suaminya mampu membuat sang istri terkekeh sambil mengeluarkan suara uler yang sangat berisik.


Setelah puas, Thoms turun kebawah menjelajahi sawah indah yang sudah menjadi miliknya. Pria itu harus membajak sawah lebih dulu sebelum menanamkan bibir ungul untuk mereka panen dikemudian hati.


Di rasa suasana sudah mulai mendukung, akhirnya mereka melakukan bercocok tanam dengan keringat yang sudah membasahi tubuh. Awalnya Naya menangis karena kesakitan, tetapi bukan Thoms namanya jika tidak mampu mengalihkan rasa sakit sang istri. Sampai mereka berdua menikmati setiap pergerakan benda tumpul yang sudah bersarang di dalam rumahnya.


Malam yang indah, telah menjadi saksi penyatukan mereka bahkan Thoms sendiri merasakan perbedaan yang jauh sekali. Di mana ketika dulu dia sering kali jajan, terasa tidak senikmat saat dia memiliki warung sendiri. Inilah yang namanya kenikmatan suami-istri, meskipun cara melakukannya sama tetap saja akan ada perasaan berbeda di antara mereka.


Thoms dan Naya melakukan beberapa gaya sampai tidak terasa mereka udah melakukan 15 kali penyatukan di dalam dengan gaya berbeda-beda. Hingga akhirnya mereka tumbang bersama penuh kebahagiaan satu sama lain.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2