Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Menjadi Ratu 7 Hari 7 Malam


__ADS_3

"Gimana, Sayang. Hem?" ucap Felix, mata sebelah mengedip sambil mencolek dahu kekasihnya.


"Huhh, ya-ya mau bagaimana lagi. Ji-jika itu maumu, ya-ya sudah. Aku nolak pun tidak bisa, bukan?" ucap Enza, dalam mode pasrah tanpa harus berbelit.


Ketawa Felix pecah ketika dia melihat betapa lucunya wajah kekasihnya ini, saat dia dalam keadaan pasrah dan tidak bisa menolaknya.


Namun, jika boleh memilih Enza tidak akan lagi-lagi memberikan sebuah challenge kepada Felix. Jika endingnya harus dia juga yang menerima kekalahan.


Setahu Enza, Felix tipikal pria yang terbilang romantis. Hanya saja dia sering kali melupakan hari-hari spesial, yang seharusnya bisa membuat hubungan mereka semakin erat.


"Huhh, nyesel juga udah berikan challenge itu sama Felix. Tapi, gapapa. Kali-kali membuat dia bahagia, supaya makin lama makin lengket terus hihi ...." ucap batin Enza, saat merasakan kenyamanan dari pelukan yang Felix berikan.


"Udah akh, sekarang waktunya kita menikmati malam yang panjang ini dengan suasan yang sangat romantis. Jarang-jarang 'kan kita bisa begini, jadi jangan lupa di abadikan menggunakan kamera."


Felix langsung mengeluarkan kamera untuk mengabadikan momen ini. Dimana Felix harus menjadi photografer Enza.


Beberapa pose ataupun gaya Enza berikan agar Felix bisa memotretnya, kemudian akan dia cuci dan di masukan ke album khusus yang memang sudah ada sejak mereka jadian.


Tidak lupa, Enza gantian untuk memfoto Felix menggunakan kamera. Setelah itu mereka berfoto bersama, hingga tidak terasa sudah menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit lamanya.


Mereka pun mulai menikmati makanan yang ada di meja kecil sambil berhadapan satu sama lain. Meskipun tidak ada kursi dan juga meja mewah, tetapi suasana itu telah berhasil menggantikan dinner mereka yang hampir saja batal.


Satu suapan lolos memasuki rongga mulut Enza yang kecil dari tangan Felix, begitu juga sebaliknya. Sampai akhirnya mereka makan sambil tertawa.

__ADS_1


Tidak berhenti di situ saja, Felix ternyata tidak mematikan kameranya. Dia terus merekam setiap pergerakan demi pergerakan agar tidak ada sedikitpun yang terlewatkan. Semua itu karena mereka tidak ingin menyia-nyiakan ke sempatan yang langka ini.


1 jam berlalu, mereka telah menikmati semua momen bersama. Mulai dari makan, dansa, main gitar bahkan mereka tiduran di dalam tenda kecil saling berdempetan.


Enza tiduran di dalam pelukan Felix, begitu pun Felix yang memeluk tubuh kekasihnya sambil menonton televisi dengan nuansa drakor romantis.


Tidak terasa, kini keduanya saling menatap satu sama lain. Tatapan penuh cinta yang Felix berikan, mampu mendebarkan jantung Enza. Apa lagi saat mendengar kalimat manis yang Felix berikan, benar-benar melelehkan hatinya.


"Terimakasih, Sayang. Selama bertahun-tahun kamu masih ada bersamaku, walaupun waktu kita terbilang singkat. Akan tetapi, kamu tidak pernah lelah untuk terus menemaniku."


"Rasa syukur ini akan terus aku panjatkan, agar hubungan ini tetap langgeng sampai kita Kakek-Nenek. Pokoknya yang harus kamu tahu, rasa cintaku sama kamu tidak pernah pudar sampai kapanpun,"


"Mulai dari awal kita bertemu, sampai detik ini. Rasa cinta itu malah semakin bertambah, meski terkadang sifatnya begitu menyebalkan ketika marah ataupun ngambek. Hanya saja, aku tidak bisa jauh darimu."


Mata Enza hampir berkaca-kaca saat dia tidak menyangka bisa mendapatkan seorang pria yang begitu mencintainya. Bahkan Felix rela mewujudkan impiannya yang ingin menjadi Ratu 7 hari 7 malam di acara pestanya.


Mengapa demikian? Sebab, Enza ingin berbeda dari pernikahan lainnya yang hanya menjadi Ratu sehari seumur hidup. Sementara dia ingin menjadi Ratu selama 7 hari bertururt-turut tanpa ada rasa bosan.


"Aaa ... Aku jadi terharu mendengar semua perkataanmu ini. Rasanya aku ingin sekali secepatnya impian itu terwujud, agar aku bisa menjadi milikmu seutuhnya. Begitu juga kamu yang akan menjadi milikku tanpa ada yang boleh menyentuhmu!" ucap Enza menatap letak manik mata kekasihnya sambil mengusap pipinya.


"Jika kamu ingin memilikiku secepatnya, sekarang pun boleh. Kita bisa saling memiliki, tanpa harus menunggu hari pernikahan. Gimana?"


Mata Felix lagi-lagi terlihat begitu nakal. Entah mengapa, rasanya dia sangat senang saat menggoda Enza. Karena, wajah Enza yang mulai memerah bagaikan tomat kematangan berhasil membuatnya tidak bisa berhenti tertawa.

__ADS_1


"Hyaak, dasar menyebalkan! Masa iya kita melakukannya sekarang, bagaimana jika aku hamil?" jawab Enza kesal, tetapi wajahnya terlihat begitu malu.


"Ya, nanti 'kan kita nikah. Jadi, apa salahnya icip-icip di awal. Toh, itu juga tidak menyakitkan bukan. Malah bisa-bisa kamu bisa ketagihan, hem?"


Enza refleks membolakan matanya, membuat Felix semakin tertawa. Wajah terkejut Enza benar-benar telah menguras perutnya, sampai pada akhirnya Enza langsung memukuli dada Felix berulang kali.


Semua itu Enza lakukan karena dia merasa malu, kesal dan juga salah tingkah saat Felix berhasil menggodanya.


Namun, Felix refleks menangkap tangan Enza hingga tidak sengaja wajah mereka terlihat sangat dekat, bahkan lebih dekat dari sebelumnya.


Tatapan keseriusan mulai terjadi di antara mereka penuh cinta yang tidak bisa di jelaskan. Felix yang sudah terhanyut ke dalam suasana itu, tanpa di sadari merubah posisinya sedikit berada di atas Enza.


Kemudian bibirnya mulai mendekat ke arah bibir Enza. Dimana Enza refleks menutup kedua matanya untuk menyambut kelembutan kasih sayang yang sebentar lagi akan Felix berikan.


Hanya saja semua itu tidak sampai terjadi saat bibir Felix sudah menempel, sebab mereka mendengar suara yang cukup menggagalkan aksinya.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2