Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Menepis Rasa Nyaman


__ADS_3

Nay menoleh ke arah kanan sambil menutup kedua mata hingga membayangkan hal-hal kemungkinan yang terjadi. Bisa saja sudut bibir gadis itu robek akibat terluka terkena tamparan keras dari Thoms yang cukul keras, atau bisa juga Nay terjatuh karena tidak bisa menjaga keseimbang dan masih banyak lagi kemungkinan lainnya.


Namun, siapa sangka. Nay sama sekali tidak mendapatkan perilaku kasar tersebut karena Thoms melampiaskan rasa amarah pada lemari yang berada tepat di belakang Nay.


Tubuh gadis itu sedikit melompat akibat terkejut mendengar suara benturan cukup keras yang terdengar nyaring di tekinga kirinya. Nay berusaha mengontrol perasan itu hingga perlahan matanya mulai terbuka dan terkejut ketika melihat wajah Thoms berada tepat di depan wajah Nay dengan jarak yang sangat dekat.


"Berani sekali kau menghina saya semulus itu, Nona Kanaya Farizka! Apa kau tidak tahu siapa saya, hahh?" Thoms mengoyangkan kedua bahu Nay sampai lemari di belakangnya ikut bergetar.


"A-apa yang Tuan ma-maksud? Me-memangnya Tu-tuan ini si-siapa?" tanya Nay, bibirnya mulai bergetar hebat dengan tubuh sedikit bergetar ketakutan.


Inilah yang dari tadi Thoms tunggu-tunggu. Dia benar-benar haus akan rasa takut seseorang yang berada di dekatnya, daripada menyaksikan Nay yang terus melawan bagaikan wanita pemberani.


Tangan pria itu bisa merasakan getaran dari tubuh Nay akan sebuah rasa takut, juga kecemasan yang berlebihan. Tanpa Nay sadari, Thoms mengukirkan senyuman sangat tipis nyaris tidak terlihat. Jiwa iblis di dalam hati Thoms tertawa lepas ketika menyaksikan perubahan Nay.


"Kau yakin mau tahu siapa saya, hem?" Thoms kembali menyentuh pipi kanan Nay dengan mengukirkan sebuah gambar absrak yang membuat bulu kuduk Nay kembali bangkit.


"Saya ini adalah King Mafia terkejam yang pernah ada, saya merupakan pria yang haus akan da*rah juga se*x. Apa kau pernah mendengar sebuah pekerjaan itu, Sayang?"


Degh!

__ADS_1


Tubuh Nay mulai melemas dengan jantung yang hampor copot. Nay tidak menyangka dugaan terhadap Thoms yang pernah dipikirkan terlalu jauh baik dari pada kenyataannya. Gadis itu menebak jika Thoms merupakan satu komployan dengan pria yang memiliki usaha tanah seperti di desanya dulu.


Nay mengira Thoms ini termasuk golongan juragan-juragan rentenis yang suka merampas hak seseorang terlihat dari cara penjagaan yang Thoms miliki. Sayangnya, Nay salah. Ternyata, Thoms adalah King Mafia yang terkenal begitu menyeramkan sampai-sampai di dalam pikiran Nay terlintas sebuah film drakor yang berkaitan sama Mafia, juga pria Cassanova.


Tanpa perlu Thoms jelaskan, Nay sudah tahu apa pekerjaan yang berkaitan dengan pria yang sangat berbahaya ini. Nay benar-benar bod*oh telah mempercayai topeng Thoms, sehingga dia sendiri terjebak di dalam lingkungan yang sangat kotor.


Melihat refleks tubuh Nay, tatapan ketakutan yang dibarikan padanya. Seakan membuat Thoms merasa bersalah, kesenangan yang beberapa saat lalu dia rasakan langsung menghilang begitu saja.


Entah, ada apa denganku sekarang. Aku pun tidak mengerti! Kenapa di saat melihat tatapan penuh ketakutan dimata gadis itu langsung sekecap menghilangkan rasa puas yang biasa aku rasakan. Padahal, aku selalu merasa bahagia ketika melihat orang-orang terdekatku mengalami rasa takut, cemas, gelisah, atau mengemis perminta maaf. Namun, kenapa kali ini rasanya berbeda?


Pancaran ketakutan yang gadis itu berikan sangat menusum hati sampai membuat aku merasa sangat bersalah. Kesedihan yang dia rasakan langsung tersalurkan ke dalam perasaanku, hingga aku bingung harus menyikapi semua ini seperti apa lagi. Satu sisi aku menyukai ketakutan diwajah orang lain akan kejahatanku, tapi di sisi lain aku membenci rasa takut yang ada di mata gadis ini.


Aarrghhhh ... Benar-benar kau sudah dibuat gila olehnya, Thoms! Gadis ini seakan telah meracuni pikiran, serta hatimu agar memiliki rasa empati, ataupun kasihan terhadap orang yang lemah. Dasar bod*doh! Kenapa hanya melihat dia nangis ketakutan kau langsung lemah tak berdaya seperti ini? Di mana jika King Mafiamu, Thoms, di mana!


Pertengkaran di dalam pikiran juga batin membuat Thoms kembali tidak nyaman. Apa lagi ketika meliha Nay sudah terjatuh lemas dalam keadaan meringkuk tepat di bawah Thoms.


Kepala Thoms menunduk melihat betapa takutnya gadis polos itu setelah mendengar pengungkapan tentang jati diri yang selama ini Thoms rahasiakan rapat-rapat. Akan tetapi, tidak tahu hasutan dari mana Thoms malah mengatakan semua itu penuh kejujuran terhadap gadis yang baru dikenalnya.


Mulut Thoms terasa sulit sekali untuk rem ketika berada di dekat Nay. Tidak tahu ada magnet apa yang menariknya sampai membuat pri itu sendiri membongkar semua rahasia hidup yang tidak pernah orang ketahui selain, Moana. Adik kandungnya sendiri yang beberapa hari lalu sudah menerima tentang hidup sang kakak yang pahit ini.

__ADS_1


Sungguh, rasanya sangat persis ketika Thoms berada dihadapan Moana. Dia tidak bisa berkutik atau berbohong sedikit saja karena tidak ingin mereka menjauhi Thoms secara tiba-tiba setelah mengetahui semua itu dari mulut orang yang tidak bertanggung jawab.


Dengan semua rasa bersalah Thoms yang telah membuat Nay seperti ini. Perlahan pria itu mulai berjongkok di depan Nay memperhatikan wajahnya yang terus menangis, terlihat sekali gadis itu mencoba berusaha menghindar walaupun, tubuhnya sudah mentok di lemari.


Bibir Nay bergetar hebat sambil terus menggigiti jarinya sendiri yang membuat kulitnya terlupas kalau Thoms tidak refleks menahannya.


"Astaga, hentikan itu, Nona! Jarimu bisa terluka jika kau terus menggigitnya bagaikan cemilan!" ucap Thoms, wajahnya terlihat sangat khawatir melihat jari Nay mulai mengeluarkan da*rah walaupun, hanya setetes.


"Le-lepaskan aku, Tuan! Ja-jangan coba-coba de-dekati a-aku karen a-aku tidak ingin me-menyerahkan mahkotaku yang sangat berharga ini ke-kepadamu!"


"Tu-tuan boleh sakiti aku, tapi jangan re-renggut dia dariku! A-aku tidak ingin ke-kelak su-suamiku akan me-menggapku se-sebagai wanita murahan seperti Tuan tadi, ji-jika mahkotaku hancur se-sebelum waktunya. A-aku mohon, me-menjauhlah!"


Seharusnya rasa trauma ini tidak pernah muncul dihadapan Thoms seperti sebelumnya, sebab Nay sudah merasa nyaman kepada pria yang sudah menolongnya.


Namun, ketika Thoms mengatakan jati dirinya. Di situlah, trauma itu berhasil menepis rasa nyaman yang Nay rasakan beberasa saat lalu sebelum mengetahui kalau Thoms adalah pria yang tidak akan bisa merasakan belas kasih.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2