Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Iblis Berhati Hello Kitty


__ADS_3

Thoms sudah tidak tahu lagi menaruh muka di mana, karena ini adalah kejadian memalukan sepanjang sejarah hidupnya. Melihat bodyguard sudah ganti, Thoms bisa langsung menebak bahwa penjaga yang tadi pasti ikut tertawa ketika menyaksikan kepolosan Naya.


Untung Naya gadis baik, andaikan dia tidak seperti itu. Kemungkinan besar sebuah pelatuh sudah diarahkan tepat di bagian otak kepalanya. Sehingga, malam ini adalah malam terakhir bagi Naya melihat dunia yang indah.


"Keluarlah, tinggalkan kami berdua!" ucap Thoms, diangguki oleh bodyguard. Suara Thoms terdengar sangat menyeramkan bagi Naya yang membuat dia sedikit ketakutan.


Selepas perginya bodyguard itu, Thoms langsung duduk di atas ranjang Naya membuat dia memundurkan tubuhnya dalam keadaan tubuh kembali bergetar.


"Tenanglah, jangan takut. Ini saya, Thoms. Bukan ayahmu!" tegas Thoms, tetap membuat Naya masih merasa trauma.


"Tu-tuan, bi-bisakah kau duduk di-di situ?" titah Naya menunjuk sofa yang cukup jauh dari bangkarnya.


"Apa kau berniat untuk mengusir saya?"


"Ti-tidak, Tuan. Bu-bukan begitu maksud saya, sa-saya hanya tidak nyaman de-dengan posisi ini. Mo-mohon dimengerti!"


"Haaahh ... baiklah! Saya duduk di sini saja, boleh?"


Naya menganggukan kepalanya saat melihat telunjuk Thoms ke arah kursi tunggal yang ada di samping bangkar. Perlahan Thoms bangkir dari bangkar Naya, lalu duduk dalam posisi salah satu kaki dinaikkan ke kaki satunya lagi dan pandangan tetap menatap ke arah Naya.


"Apa yang sudah kau lakukan terhadap saya? Bukannya tadi saya bilang, saya baik-baik saja. Terus kenapa kamu nekat manggil dokter? Apa kamu ingin mempermalukan saya di depan mereka semua, iya?"


Naya terdiam membisu, kepalanya mulai menunduk kebawah sambil memilin baju persis seperti anak kecil yang sedang di marahi oleh sang ibu.


"Jawab!"

__ADS_1


Satu bentakkan membuat Naya terkeju langsung menatap lekat manik mata Thoms dengan tatapan berbeda dari sebelumnya.


"Jangan pernah membentakku, karena suara itu selalu mengingatkanku pada pria be*jad yang hampir merenggut masa depanku. Kau paham itu, Tuan!"


"Hanya dia yang berani membentakku, sementara ibu kandungku sekalipun tidak pernah membentakku dalam keadaan semarah apapun itu. Ibu selalu mengunakan nada yang lembut untuk menjelaskan di mana letak kesalahanku, bukan memperlakukan aku seperti apa yang dilakukan oleh ayah tiriku. Jadi, jangan sekali-sekali bertingkah seolah-olah Tuan sudah menguasai penuh atas hidupku!"


"Aku tidak suka di bentak, bagiku itu hal yang paling menyakitkan. Apa lagi di sini niatku baik, ingin menolong Tuan bukan mempermalukan seperti apa yang Tuan katakan barusan. Saya hanya takut kalau ada sesuatu yang terjadi sama burung Tuan yang bengkak, itu pasti akan sangat berbahaya bagi masa depan Tuan. Lalu di mana kesalahan saya? Apa niat baik saya ini salah? Jika memang begitu, saya minta maaf karena sudah mempermalukan Tuan seperti apa yang Tuan sampaikan!"


"Lebih baik sekarang Tuan pergilah, dan jangan lupa tinggalkan identitas Tuan agar saya bisa mengganti semua biaya yang sudah Tuan keluarkan untuk membantu orang miskin seperti saya. Silakkan pergi, pintu masih terbuka lebar atau harus saya antarkan sampai ke depan rumah sakit?"


Naya mengatakan semua itu dengan penuh rasa ketidak sukaan. Selama ini Naya selalu membela dirinya sendiri atas semua perlakuan seseorang yang seenakan. Mungkin Naya terlihat seperti gadis kecil yang lemah lembut ketika berbicara, polos dalam berpikir dan ramah dalam bersikap.


Namun, dibalik semua sikap itu ada masanya Naya berubah menjadi gadis yang sangat menakutkan untuk Thoms. Kemarahan Naya entah mengapa membuat bulu kuduk Thoms terbangun dari sekian lama tidak pernah dia rasakan.


Baru Naya, satu-satunya gadis yang bisa membut perasaan Thoms tidak karuan. Sebelumnya Naya membuat jantung Thoms berdebar-debar, lalu mempermalukan Thoms saat sang adik dalam mode on, kemudian sekarang emosi yang Naya pancarkan berhasil membuat Thoms menciut tidak berkutik.


Tahu sendiri bukan, seorang King Mafia pasti akan selalu ditakuti oleh siapa pun karena terlihat sangar, kejam tanpa ampun juga dingin. Akan tetapi, kali ini Thoms terlihat seperti Iblis berhati Hello Kitty. Entah kenapa hati Thoms begitu sedih saat mendengar perkataan Naya yang berniat untuk mengusirnya.


"Kenapa diam? Tanpa mengurangi rasa hormat atas semua yang Tuan sudah lakukan pada saya, silakkan pergi dari ruangan saya. Saya tidak butuh orang angkuh seperti Tuan!"


"Toh, kita juga tidak saling kenal bukan? Jadi, buat apa Tuan menyediakan waktu untuk menunggu saya, lebih baik Tuan pulang karena pasti banyak pekerjaan penting yang harus Tuan selesaikan dari pada hrus menunggu saya di sini. Silakkan, Tuan Thoms yang terhormat!"


Naya berbicara penuh penekanan membuat perasaan Thoms merasa semakin tersentuh. Satu kata terucap dari bibir Thoms yang tidak pernah dia ucapkan sama sekali pada orang lain selain Moana dan kedua ponakan tercinta.


"Ma-maaf, sa-saya tidak sengaja me-membentakmu. Tolong jangan usir saya dari sini, sekali lagi maaf. Saya hanya kesal karena merasa malu atas semu yang terjadi tadi. Burungku tidak bengkak, dia hanya ingin dimanja karena sudah lama tidak merasakannya. Apa kamu tahu apa yang aku maksud?"

__ADS_1


Naya malah mengedikkan kedua bahunya sekilas dengan tatapan kesal. Thoms kembali menjelaskan menggunakan kalimat yang lebih lembut dan penuturan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh Naya.


"Kamu pahamkan apa yang dimaksud dengan burung itu?" tanya Thoms memperjelas agar tidak membuat Naya semakin salah paham.


"Ya, tahu. Burung yang ada di dalam sangkar Tuan dengan 2 telur kembar yang mengelilinginya. Kalau dia sudah mematuk pasti akan membuat wanita kenyang selama 9 bulan atau bisa di sebut dengan hamil."


"Ya, benar. Syukurlah kalau kamu sedikit paham, jadi aku tidak salah untuk menjelaskannya. Burung yang kamu duga bengkak itu bukan semata-mata karena dia sakit atau di sengat lebah. Melainkan dia sedang menahan sesuatu yang harus di keluarkan, sama halnya kaya kamu lagi nahan pipis otomatis kantong kemihmu membengkak bukan? Nah, seperti itulah kira-kira. Apa kamu paham?"


Naya terdiam sejenak untuk mencerna semua yang Thoms jelaskan. Dalam beberap menit akhirnya Naya mengerti, walaupun masih belum sepenuhnya. Setidaknya dia tidak akan berpikir seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.


"Makannya kalau mau pipis jangan di tahan jadi bengkak 'kan, dasar tidak perhatian! Padahal itu masa depannya sendiri, aku saja kalau sakit perut pasti dielus-elus, terus masa depanku juga biar bersih. Sementara Tuan malah menyiksanya, dasar kejam!"


"Kalau aku kejam, apa kau orang baik?" tanya Thoms.


"Ya, jelaslah. Aku ini baik, kalau ada apa-apa aku selalu menolong seseorang yang lagi dalam kesulitan. Apapun aku bantu dengan senang hati."


"Apapun itu?" tanya Thoms, meyakinkan kembali perkataan Naya.


"Ya, iyalah. Apapun itu aku akan tetao membantunya."


Naya begitu percaya diri untuk memuji dirinya sendiri. Thoms tersenyum penuh arti, tanpa di sadari satu kalimat mengejutkan keluar dari bibir Thoms yang membuat Naya terkejut bukan main.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2