Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kejadian Urgent


__ADS_3

Perlahan Thoms mengambil napas, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Kemudian dia mulai menyusun kalimat dengan kode tertentu. Jika mereka sanggup menebak apa yang Thoms katakan, berarti mereka sangat cerdas dalam menemukan jawaban teka-teki yang Thoms berikan.


"Sebenarnya saya paling males untuk membahas soal pekerjaan, karena bagi saya semuanya sama saja. Asalkan mereka berniat untuk bekerja, berusaha mencari nafkah, dan sebagainya itu sudah bisa dikatakan sukses. Kecuali, seorang pria memiliki sifat yang malas itu baru bisa dikatakan kalau dia tidak layak menjadi pria ataupun suami."


"Kalau memang Tuan ingin mengetahuinya, baiklah. Saya hanya ikut terjun berbisnis dibidang tanah juga wilayah. Banyak dari mereka yang meminta tolong atau sebagainya. Jadi, saya yang membantu mengembalikkan hak mereka yang dipaksa untuk menyerahkan seluruh hartanya."


Penjelasan yang Thoms berikan berhasil membuat mereka sedikit bingung, bisnis apa yang dimaksaud Thoms sampai dia rela membantu seseorang dengan membahayakan dirinya.


Sebagian dari mereka berpikir bahwa Thoms memiliki bisnis tanah seperti juragan pada umumnya. Akan tetapi, Moana yang melihat mereka mulai merasa bingung langsung mengalihkan topik pembicaraan dengan menyuguhkan minuman serta makanan.


"Ayo, di minum. Kasihan minumannya dianggurin, bisa-bisa dinginnya hilang, loh." Moana tersenyum menawarkan pada semuanya.


"Oh, ya, lupa. Ayo, Tuan di minum dulu. Ini juga ada cemilan, katanya kesukaan Tuan. Jadi, Moana membuatkannya agar kakaknya betah di sini. Siapa tahu mau nginep, jadi besok kita bisa jalan-jalan. Ya, 'kan?"


Elice juga ikut mulai membukakan beberapa toples cemilan yang membuat Thoms hanya menganggukkan kepalanya. Sakha langsung mengambil cemilan di toples A, lalu Justin mengambil di toples B yang diikuti oleh Ernest.

__ADS_1


Namun, ketika Thoms ingin mencicipi cita rasa cemilan buatan adik tersayang, tiba-tiba saja ponsel di saku celana Thoms berdering membuat dia segera mengurungkan niatannya tersebut.


Perlahan Thoms merogoh saku celana kanan, kemudian dia mengangkatnya. Wajah yang awalnya terlihat biasa, kini berubah menjadi terkejut penuh kecemasan. Akan tetapi, Thoms tetap berusaha biasa saja agar tidak membuat mereka semua khawatir.


[Baiklah, kalian urus semuanya. 15 menit saya sampai di sana, jangan sampai dia lolos!]


Thoms langsung mematikan ponselnya secara sepihak, lalu menatap semuanya secara bergantian. Mereka terlihat tegang ketika mendengar apa yang Thoms katakan pada seseorang


"Siapa yang nelpon, Kak?" tanya Moana, bingung.


"Semua baik-baik aja, Kak?" sambung Ernest, melihat wajah kakak iparnya yang sedikit berubah.


"Papah mau ke mana? Kok sebentar doang kesininya? Papah katanya mau main sama Justin, kok malah pulang habis makan," ucap Justin, sedih.


"Jika kami bisa membantu, kami akan bantu, Tuan. Katakan saja ada apa?" titah Elice.

__ADS_1


Thoms menatap mereka dengan sedikit kebingungan, dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Panggilan telpon tersebut membuat jatungnya berdebar tidak karuan. Thoms hanya bisa berpamitan dan langsung pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan apapun.


Intinya, Thoms sedang menghadapi sesuatu kejadian yang cukup menegangkan. Sehingga, dia harus buru-buru datang ketempat tersebut supaya tidak terlambat. Entah baru kali ini rasanya Thoms benar-benar panik, lantaran apapun yang sering terjadi tidak sampai membuat Thoms meras sepanik ini. Dia akan tetap terlihat cool, meskipun Thoms tahu bahaya nyawa yang akan menjadi taruhan.


Untungnya malam itu tidak terlalu ramai, jalannya juga sepi. Padahal jam baru menunjukkan pukul 9 malam, tetapi suasana jalan yang dilewati benar-benar gelap tanpa penerangan juga tidak ada satu orang yang melewatinya.


Tangan Thoms mengepal kuat, dia merasa tidak karuan jika belum sampai di tempat yang dituju. Thoms meminta anak buahnya untuk mempercepat laju mobil, jangan sampai Thoms terlambat satu detik pun karena itu bisa membuat seseorang berada di dalam bahaya.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2