Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Memaafkan & Mengikhlaskan


__ADS_3

Perlahan Moana kembali berjalan dengan perasaan yang sudah mulai tidak karuan, tetapi Moana tetap berusaha tenang agar apa yang dia rasakan dulu tidak kembali terjadi.


Sebenarnya, Moana sudah mengikhlaskan semua yang terjadi di dalam hidup dia mulai dari masih kecil sampai detik ini. Hanya saja, entah mengapa kedua kaki masih terasa berat untuk menemui Felix.


Namun, jika semua itu tidak Moana lawan. Sampai kapan pun rasa amarah akan terus menghantui masa depan yang sudah mulai bahagia. Hal ini juga bisa dikatakan kalau Moana belum sepenuhnya usai dari masa lalu, sehingga rasa dendam yang pernah dilepaskan akan kembali muncul.


Sepanjang Moana melangkah, dia selalu berbicara di dalam hati kecilnya untuk menenangkan sedikit rasa yang tidak enak. Semua Moana lakukan agar menjaga perasaan yang sudah damai agar tidak kembali tersulut api amarah.


Tenang, Moana, tenang! Semua sudah berlalu, kau tidak boleh berlarut di dalam jurang seperti itu. Lihatlah, hidupmu sekarang sudah jauh lebih bahagia bersama keluarga kecilmu, bukan? Jadi, apa lagi yang harus kamu tuntut darinya?


Lebih baik mulai detik ini kamu hempaskan semua dendam yang ada di hatimu, lalu gantikan sama kedamaian. Dengan begitu kamu akan merasa tenang untuk menjalani hidup tanpa kegelisahan, lantaran bayang-bayang masa lalu selalu menghantui masa depanmu. Intinya, kamu harus bisa menerima semua yang terjadi sebagai takdir dari Tuhan, kalau kamu tetap tidak terima sama saja kamu telah menyalahkan Tuhanmu atas hidupmu sendiri!


Sekarang, sudah bukan lagi waktunya kamu menyimpan dendam, ingatlah! Dulu kau pernah menjadikan dia sebagai kakakmu, dia yang menjagamu, dia yang menolongmu dan dia juga yang selalu menginginkan kebaikan berpihak padamu. Mungkin cara dia salah, tapi niat dia baik untuk mempersatukan kalian. Hanya saja, dia tidak bisa jujur sama apa yang sudah terjadi.


Apa kamu lupa, anakmu sendiri Justin masih belum bisa menerima jalan hidupnya yang seperti ini. Dia bingung kenapa bisa memiliki dua ayah sekaligus, sementara anak lainnya hanya memiliki satu ayah. Bagaimana jika dendammu itu terus berlarut, apa semua iti tidak akan menimbulkan dampak negatif pada Justin? Jika kamu ingin Justin menerima, maka tugasmu belajarlah menerima lebih dulu. Dengan begitu kamu bisa tahu bagaimana caranya mendamaikan masa lalu dengan masa depan.


Hati Moana terus berbicara, seakan-akan ada yang mengarahkan agar Moana mengerti jika seseorang yang memiliki dendam. Hidupnya tidak akan bisa berdamai, dia hanya akan hidup di dalam lingkaran masa lalu dan tidak akan pernah bisa keluar tanpa ada niat dari lubuk hati terdalam.

__ADS_1


Sampai akhirnya, Moana berhasil melangkahkan kaki untuk bertemu dengan Felix juga Dinda. Mereka langsung berdiri ketika melihat seseorang yang sangat dikenal dan sudah lama tidak bertemu, tetapi kali ini mereka langsung disambut oleh Moana dalam keadaan tersenyum.


Felix benar-benar terkejut, akhirnya dia bisa melihat Moana kembali setelah sekian lama tidak pernah bertemu. Ada rasa kangen, rindu juga bahagia di dalam benak Felix. Hanya saja, dia sadar diri. Tidak mungkin Felix bisa memeluk Moana seperti dulu saat Moana masih menganggap Felix adalah kakaknya.


"Nyo-nyonya Moana? Astaga, Nyonya saya tidak menyangka bisa bertemu Nyonya lagi. Sebelumnya saya mau minta maaf atas semua kejadian di masa lalu, saya tidak bermaksud untuk merebut atau---


"Sudahlah, tidak perlu dibahas kembali. Biarkan semua itu berlalu bersama kenangan pahit yang kini sudah aku ikhlaskan. Terpenting, aku dan keluargaku sekarang sudah bahagia. Jadi, aku tidak perlu lagi mengingat semua masa lalu, cukup jadikan pelajaran bahwa sesuatu yang dimulai dengan hal buruk tidak selamanya berhasil. Siapa pun yang salah, aku sudah mencoba menerima ujian tersebut sebagai takdir Tuhan."


Senyuman dibibir Moana menunjukkan kalau dia sedang mencoba melawan gejolak api di dalam jiwa. Bagaimana pun caranya, Moana harus tetap tenang seperti air yang tidak akan membahayakan selagi tidak ada yang mengganggu.


Dinda melirik ke arah Felix, di mana bola mata sudah mulai memerah dan berkaca-kaca ketika Felix menyaksikan sendiri betapa baiknya Moana. Dinda sangat paham apa yang Felix rasakan, lantaran selama ini Felix hidup selalu dihantui oleh rasa bersalah kepada Moana, Justin, Ernest bahkan kedua orang tua Ernest.


Dinda membungkukkan badan demi membantu Felix berdiri, wajahnya terlihat begitu khawatir. Begitu juga Moana, dia spontans memundurkan satu langkah kebelakang guna untuk menjauhi Felix. Moana lakukan itu tidak ingin terlihat seolah-olah Felix sedang menyembah Moana bagaikan Tuhan.


Ketika Dinda ingin mengatakan sesuatu pada Felix, dia langsung menghentikan Dinda dengan cara mengangkat tangan sambil menggelengkan kepalanya. Tatapan dari Felix memmbuat Dinda langsung paham kalau dia memang ingin keadaan ini, dengan alasan agar Moana bisa menerima semua penjelasan yang akan Felix sampaikan tanpa rasa lelahnya.


"Aku senang banget karena kamu mai menemuikuq kembali setelah lama kita tidak bertemu. Saat mendengar kema*tianmu dan Justin, hatiku sangatlah hancur. Aku hampir gila karena hidup selalu dihantui rasa bersalah, tapi Ernest dan keluarganya begitu baik padaku. Mereka telah memaafkanku untuk semua yang aku lakukan, baik buruk diriku hanya kalian dan Tuhan yang tahu."

__ADS_1


"Mungkin sepanjang apapun aku merangkai kata, itu tidak membuatmu merasa kasihan pada nasibku. Hanya saja, aku mohon dengan sangat maafkan aku, maaf karena aku sudah menghancurkan hidup kalian semua. Aku telah merenggut semua darimu, untuk itu aku tidak bisa hidup tenang jika aku belum mandapatkan maaf darimu."


"Aku rela tidak pernah bertemu dengan anakku sampai kapan pun itu, asalkan kalian mau memaafkanku atas semua dosa yang pernah aku perbuat dan izinkan aku melihat anakku dari jarak jauh. Setidaknya aku bisa mengobati rasa rindu hanya dengan menatap anakku, tanpa bisa memeluknya. Sekali lagi maafkan aku, Naa. Maaf!"


Felix bersujud membuat Moana semakin menjauhinya, dia tidak menyukai sikap Felix yang seperti ini. Moana tahu, Felix bersalah. Hanya saja, Moana tidak bisa menyaksikan semua itu lebih lama lagi. Sehingga Moana meminta Dinda untuk membangkitkan Felix agar tidak melakukan hal konyol seperti ini.


Tidak lupa, Moana juga telah menyampaikan sesuatu yang membuat Felix terkejut. Disaat Felix sudah berdiri, Moana langsung mengatakan panjang kali lebar kalau dia sudah mengikhlaskan semua yang terjadi di masa lalu.


Meskipun berat memberikan maaf untuk Felix, Moana tetap berhasil melawan hawa napsu di dalam diri agar semua masalah ini tidak semakin berlarut. Tidak lupa Moana juga meminta waktu pada Felix dan Dinda supaya dia kembali terbiasa untuk menatap mereka ataupun bertemu layaknya teman seperti dulu.


Untungnya mereka tidak keberatan, bagi mereka mendapatkan maaf dari Moana itu sudah cukup. Sebab, mereka tahu bagaimana sulitnya Moana untuk bisa seikhlas dan serela itu melepas semua kesalahan yang pernah mereka lakukan di masa lampau. Setidaknya Moana telah memiliki tekat baik, kalau dia mencoba berdamai dengan keadaan dan akan kembali menerima mereka seperti teman.


Hanya mendengar seperti itu, Felix dan Dinda langsung berpelukan sambil menangis penuh kebahagiaan. Moana masih menjaga jarak sampai mereka bisakembali seperti dulu tanpa rasa canggung.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2