Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kejujuran Thoms


__ADS_3

Moana menghentikan perkataannya ketika Thoms menarik tangan agar meminta sang adik kembali duduk dan tidak mengizinkan Moana pulang sebelum masalah mereka berdua kembali selesai.


"Oke, Kakak akan menceritkan semuanya sama kamu dengan jujur. Sekarang duduk dulu, kita bicarakan baik-baik biar enggak ada salah paham diantara kita. Kakak janji, Kakak akan menceritakan semua yang masih Kakak simpan rapat-rapat darimu. Hanya satu pinta Kakak."


"Apa?" tanya Moana. Wajahnya terlihat serius dan sedikit panik karena sebentar lagi Moana akan mengetahui siapa jati diri sang kakak yang selama ini masih menjadi teka-teki.


"Jangan pernah membenci ataupun meninggalkan Kakak setelah kamu mengetahuinya. Baik buruknya masa laluku ... Aku tetap Kakak kandungmu. Semua tidak merubah apapun, kalau kamu adalah peri kecil kesayangan Kakak. Kamu paham itu?"


"Ya, aku tahu, Kak. Maka dari itu, aku sudah siap menerima semua penjelasan dari Kakak. Tidak peduli apapun itu, aku hanya ingin mendengar kejujuran dari mulu Kakak sendiri. Ingat, Kak! Kita ini saudara kandung, kalau Kakak masih merahasiakan semua itu berarti Kakak belum sepenuhnya bisa menerimaki sebagai adik kandung Kakak sendiri."


"Baiklah, Kakak akan ceritakan semuanya dari awal di mana kejadian besar itu terjadi. Kamu sudah tahu bukan, mengenaik kejadian tragis yang melenyapkan kedua orang tua kita? Nah, dari situ Kakak memutuskan untuk pergi tanpa sepengetahui mereka semua. Kakak tidak tahu harus melangkah ke mana lagi, lantaran Kakak tidak punya siapa-siapa."


"Ingin rasanya Kakak mengejar salah satu mobil yang membawamu pergi, tetapi Kakak tidak bisa. Usia Kakak masih sangat kecil untuk bisa mencari tahu tentang keberadaanmu, sampai pada saat itu hampir 2 hari 2 malam Kakak tidur di jalan tanpa memakan apapun. Hanya air mentah yang membuat Kakak masih bertahan di jalan, meskipun perut Kakak sudah sangat lapar begitu juga tenaga Kakak yang sudah tidak bisa lagi digunakan."


"Kakak hanya bisa meringkuk di salah satu toko yang tutup hanya beralasan kardus bekas supaya badan Kakak tidak menyentuh lantai yang sangat dingin. Hujan tiba begitu deras membuat Kakak rasanya benar-benar menyerah untuk bertahan hidup. Di saat Kakak sudah pasrah akan meninggal sebelum bisa menyelamatkanmu, datanglah seorang pria tua dengan mobil yang sangat mewah. Dia rela turun dari mobilnya dalam keadaan hujan deras hanya demi melihat Kakak."

__ADS_1


"Dia jalan dibawah payung yang dipegangi oleh anak buahnya. Langkahnya terdengar sangat dekat membuat Kakak sangat ketakutan. Kakak kira dia adalah salah satu komplotan musuh yang membu*nuh keluarga kita, ternyata tidak. Dia berjongkok tepat di dekat wajahku yang masih ketakutan, satu kalimat yang dia tanyakan padaku, 'Di mana orang tuamu?' baru Kakak mau menjawabnya, tiba-tiba kepala Kakak terasa begitu pusing hingga Kakak pingsan begitu saja."


"Setelah terbangun, Kakak sudah ada di rumah sakit mewah bersama pria itu. Dia berbincang-bincang menanyakan siapa Kakak, dari mana dan sebagainya. Setelah memastikan jika orang itu adalah orang baik, Kakak baru bisa menceritakan semua kejadian itu yang membuat dia merasa miris akan nasib yang Kakak alami. Dia mengadopsi Kakak untuk menjadi cucunya, membuat Kakak tidak bisa berkata apa-apa selain Kakak membalas semua jasa hutang budi padanya."


"Sekian lama Kakak tinggal dengan Kakek itu, Kakak mendapatkan kehidupan yang sangat layak, bahkan jauh lebih kaya dari orang tua kita. Kakak belajar silat, bela diri, semua yang berkaitan dengan fisik. Tidak lupa, Kakak juga belajar cara menggunakan senjata dengan benar karena semua itu permintaan sang kakek. Hal yang mengejutkan terjadi, aku baru mengetahui bahwa kakek adalah seorang Mafia terbesar yang sama sekali tidak diketahui identitasnya."


"Awalnya Kakak takut dengannya setelah mengetahui fakta itu, tetapi lama kelamaan Kakak berusaha percaya kalau Kake bukan satu komplotan dengan musuh kita. Cuman, ada satu momen yang membuat Kakak kembali meneteskan air mata. Yaitu, ketika Kakek menceritakan bagaimana semua keluarganya dihabiskan oleh musuh terbesarnya. Dan, kamu tahu? Slaah satu musuhnya itu adalah musuh yang telah menghabisi orang tua kita dengan semua kelicikan atau tipu daya."


"Di situ, kebencian Kakak semakin besar terhadap pembu*nuh. Sampai Kakak nekat untuk memperdalam ilmu yang seharusnya belum boleh Kakak pelajari sebelum usia Kakak 17 tahun. Namun, Kakak tidak bisa. 17 tahun waktu yang masih lama sementara usia Kakak masih 9 tahun. Semua kekuatan fisik, senjata Kakak pelajari dengan tekun hingga Kakak bisa membantu Kakek melawan semua musuh hanya dengan menggunakan satu senjata kecil, yaitu pistol."


"Kakak meminta daftar musuh Kakek, kepada salah satu orang kepercayaannya. Kami membuat rencana berbeda hanya demi membuat mereka semua lenyap ditangan Kakak. 1 tahun kema*tian Kakek, Kakak mendapatkan sebuah warisan yang sama tidak sekali tidak Kakak inginkan. 100 persen kekayaan Kakek jatuh ditangan Kakak untuk bekal Kakak membalas semua dendam Kakak pada musuh orang tua kita. Jabatan Kakek di copot dengan digantikan oleh Kakak yang duduk singgah dikursi kebesaran Kakek."


"Kakak tida menyangka, jalan yang Kakak lewati tidak sesulit apa yang Kakak bayangkan waktu kecil. Kakak kira hidup Kakak akan berakhir sebelum bertemu denganmu, tetapi Kakak salah. Sampai detik ini Kakak telah berhasil menemukanmu, orang yang selama ini Kakak cari-cari. Kakak benar-benar sangat berterima kasih, berkat pertolongan Tuhan melalui Kakek akhirnya Kakak bisa berkumpul sama kamu diwaktu yang tepat. Hingga Kakak bisa menyelamatkan kamu dan kedua ponakan Kakak dari kehancuran."


"Kakak tahu, kamu pasti sangat syok mendengar semua ini. Kalau Kakak bukan orang baik yang kamu kira, tapi Kakak orang jahat yang sudah membunuh ratusan orang dengan tangan Kakak sendiri. Namun, percayalah, jika orang tersebut tidak melakukan kesalahan maka Kakak tidak akan melenyapkannya. Kamu paham maksud Kakak?"

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan Kakak, kalau Kakak baru cerita sekarang. Kakak cuman takut jika kamu marah karena tahu Kakak ini seorang Mafia, tapi Kakak tidak semenakutkan yang kamu bayangkan. Pekerjaan Kakak memang menolong orang yang ditindas, bukan merampas kekayaannya. Jadi, kamu tidak perlu takut. Kakak janji, setelah musuh kita hancur, maka Kakak akan meninggalkan semua pekerjaan ini dan akan mengelola bisnis Kakek jauh lebih baik agar Kakek tenang di alamnya."


Moana terdiam seribu bahasa, wajahnya terlihat sangat syok mendengar semua penjelasan yang Thoms katakan. Hari ini semua yang Thoms tutupi terungkap begitu saja. Moana tidak tahu harus mengatakan apa lagi, hanya air mata yang menetes di pipi membuat Thoms langsung memeluknya.


Thoms tidak tega melihat sang adik yang terluka atas masa lalu sang Kakak yang sudah terbongkar. Ini yang Thoms maksud. Dia tidak ingin melihat adiknya bersedih karena masa lalu Thoms yang sangat buruk. Akan tetapi, tidak ada cara lain selain berkata jujur demi membuat Moana tidak membencinya.


Thoms rela diberikan hukuman apapun atas ketidak jujurannya selama ini, dari pada dia harus merasakan kebencian atau kemarahan berasal dari hati adik tercinta, keluarga satu-satunya yang dia miliki.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2