Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Permainan Panas Felix


__ADS_3

"Hem, dasar kesayanganku ini benar-benar bisa saja membuatku bahagia. Ya sudah ayo kita makan, mumpung aku juga belum makan." ucap Felix, diangguki oleh Enza.


"Aku siapin dulu di meja makan ya, nanti kalau sudah aku kabarin kamu. Oke?" ucap Enza tersenyum sambil berdiri dan di berikan jempol oleh Felix.


Kurang lebih 10 menit lamanya, Enza kembali berjalan dengan lekukan tubuh yang sangat indah. Setelah itu berhenti di hadapan Felix, dan segera mengajaknya untuk makan malam bersama.


Dengan cepat, Felix menyimpan file dokumen yang sudah dia bikin agar tidak terhapus. Kemudian dia menutup laptopnya dan pergi bersama Enza menuju meja makan.


Mereka makan dalam keadaan saling tersenyum satu sama lain, sesekali bercanda sambil mengobrol untuk membahas sesuatu yang menjadi topik pembicaraan mereka.


Namun, jika Felix membicarakan tentang hubungan mereka ke depannya. Wajah Enza langsung berubah, seakan dia tidak ingin membahasnya lebih dulu. Sebab, Enza lagi menikmati masa-masa kejayaan ketika kariernya sudah mulai naik secara perlahan.


Enza tidak ingin semuan ini cepat berlalu, karena untuk ada di posisi ini Enza sudah banyak memperjuangkan semuanya. Sehingga, dia masih butuh waktu untuk berpikir mengenai hubungan selanjutnya.


Setelah selesai makan malam, Felix kembali ke ruangan tengah sedangkan Enza membersihkan meja makannya. Lalu, kembali mendekati Felix dan duduk di sampingnya.


"Apakah pekerjaanmu masih numpuk?" tanya Enza, menoleh ke arahnya.


"Lumayan, kenapa?" tanya balik, Felix.


"Hem, gapapa kok. Ya sudah aku menginap di sini ya, aku malas pulang. Aku masih kangen sama kamu, apa lagi besok aku kerja agak siangan jadi tidak masalah, bukan?" jawab Enza, tersenyum.


"Jika itu maumu, ya sudah aku juga tidak bisa melarangmu. Karena apa yang aku miliki sekarang, kelak akan menjadi milikmu juga." ucap Felix sambil menggenggam tangan Enza.


"Akhh, Sayang. Sosweet banget sih, aku jadi tambah sayang deh," cicit Enza, langsung memeluk Felix. Begitu pun Felix yang segera membalasnya dan mencium pucuk kepalanya.

__ADS_1


Di rasa sudah selesai berpelukan, Enza langsung pergi ke kamar terlebih dahulu karena badannya terasa sangat lengket dan ingin cepat-cepat mandi sambil berendam.


2 jam lebih, Felix yang sudah selesai dengan pekerjaan untuk besok. Kini, langsung merenggangkan semua otot tangan dan jarinya ke atas. Setelah itu terdengar hembusan napas yang cukup kencang. Pertanda bila Felix benar-benar sudah sangat lelah.


Kemudian, Felix membereskan semuanya dan memasukan laptop serta dokumen-dokumen yang ada ke dalam tas kantornya. Lalu, berjalan menuju kamarnya. Saat Felix masuk ke dalam dia malah mendapatkan pemandangan yang cukup mengejutkan.



Enza duduk di sofa tunggal sambil membaca sebuah buku, dimana dia melihat Enza masih menggunakan bathrobe setelah selesai mandi.


Keadaan seperti itu, membuat Felix langsung fokus dengan paha mulusnya. Padahal dia sering melihat itu semua, tetapi kenapa kali ini berbeda? Apa yang terjadi dengan matanya? Entahlah, pikirannya mulai pergi entah kemana.


Namun, Felix berusaha untuk menahan semua itu dan berpikir positif sambil menaruh tasnya di sofa satunya lagi.


"Tahan, Felix. Tahan! Jangan sampai adikmu bangun, bisa runyam urusannya. Huhh!" ucap Felix di dalam hati kecilnya.


Felix berbalik dalam keadaan sedikit gugup saat kembali terbayang pikiran yang cukup menegangkan. Akan tetapi, Felix berusaha untuk bersikap biasa saja saat Enza sudah mengalungi kedua tangannya di leher.


"Baru selesai, terus ini kenapa belum ganti baju. Hem?" tanya Felix, kedua tangannya sudah berada di pinggang Enza.


Perlahan mereka seperti menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, seperti orang sedang mengikuti aluna melodi.


"Tadi sih mau ganti baju, cuman malas. Ya sudah, karena udah nyaman pakai ini ya aku pakailah. Ehh, malah nemu buku itu, jadi ya aku coba baca-baca aja." jawab Enza menatap panik mata Felix.


"Oh gitu, ya sudah. Sekarang kamu is---"

__ADS_1


Belum selesai Felix mengatakan apa yang ingin dia katakan, Enza malah langsung mencium bibirnya secara kecil. Felix yang memang telah menahan sesuatu di bawah saja, langsung terhanyut dan ikut terbawa suasana.


Permainan lidah dan juga gigitan kecil, membuat keduanya mulai menjadi liar. Tangan Enza mengusap dada Felix begitu pun dengan dirinya yang perlahan mencari sesuatu di dada milik tunangannya. Saat tangannya berhasil dengan mudahnya menggenggam sesuatu, terdengar suara rin*tihan kecil yang keluar dari mulut Enza.


Saking tidak kuatnya dengan posisi berdiri, kini Felix merebahkan tubuh Enza dan langsung menindihinya. Terlihat sekali tatapan mereka telah di penuhi oleh hawa nap*su yang mulai naik.


Pada akhirnya Felix menarik tali yang mengikat bathrobe milih Enza sampai terbuka lebar. Sudah waktunya dia kembali bermain dengan gundukan yang sangat menggiurkan itu.


Enza hanya bisa terkekeh geli saat merasakan sentuhan bibir lembut dan basah mulai mendarat di leher, dada hingga perut dan kembali ke dadanya.


Suara-suara indah terdengar dari Enza, bahkan dia pun menggigit bibir bawahnya saat Felix sudah menikmati buah dadanya dan juga tangan kanannya telah bermain liar di area bawah.


Pemanasan itu berlangsung sampai 20 menit, kemudian bergantian dengan Enza yang bermain dengan si adik kecil yang menggemaskan. Setelah berhasil keluar di dalam mulut, waktunya Felix kembali menyerbu Enza tanpa rasa ampun.


Mereka telah menghabiskan 5 ronde sekaligus, sampai tertidur pulas dalam keadaan badan yang masih polos dan hanya tertutup oleh selimut. Tidak lupa Felix mencium kening Enza penuh kasih sayang.


Sebenarnya kejadian ini bukan yang pertama kali bagi mereka, tetapi ini sudah untuk ke 5 kalinya. Itu pun bukan karena Felix yang minta, melainkan Enza yang memberikannya ketika dia benar-benar menginginkan kehangatan tubuhnya.


Namun, semua itu tidak setiap hari atau bulan mereka lakuin. Kadang sesuai suasana saja, apa lagi Felix tidak pernah memintanya. Hanya sekali dua kali itu saja, selebihnya Enza yang memberikannya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2