Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Rasa Penasaran


__ADS_3

"A-astaga, a-apa yang di-dia lakukan, a-apa dia lupa untuk menutup kancing bajunya setelah menyusui Justin?" ucap Ernest terbata-bata di dalam hatinya, akibat rasa haus mulai melanda tenggorokannya.


Kedua mata Ernest melihat 2 kancing atas baju tidur piyama milik Moana terbuka, sehingga ketika dia tertidur terlentang menampakkan 2 daging menonjol yang sangat menggiurkan. Meskipun tidak tampak semua, tetapi Ernest bisa melihat setengah dari benda keramat milik istrinya.


Ernest memang sudah tahu, bila Moana setiap kali tertidur tanpa menggunakan kaca matanya. Waktu itu tidak sengaja dia tertidur memeluk Moana, sampai tangannya mere*mas buah dadanya yang terasa cukup di tangannya.


Hanya saja entah mengapa setelah melahirkan Justin, bentuk tubuh Moana benar-benar sangat berhasil menggodanya.


Seketika bayangan akan benda keramat itu kembali terpikir di dalam isi kepala Ernest. Kejadian tadi, Moana yang menyusui Justin lagi-lagi muncul sampai pikirannya mulai berkelana.


"Se-seenak itukah rasanya sampai membuat Justin hampir setiap jam menyusu padanya?" tanya Ernest pada dirinya sendiri.


"Memang rasanya seperti apa sih, kenapa bisa membuat Justin sampai ketagihan seperti itu? Apakah seenak itu rasanya?" ucap Ernest, kembali. Matanya terus memperhatikan ke arah benda keramat tersebut tanpa mengalihkan pandangannya.


Rasa penasaran di dalam diri Ernest mulai bangkit, perlahan dia mencoba mengangkat tubuhnya sedikit untuk mendekati tubuh istrinya. Dimana tangannya mulai jahil untuk membuka satu lagi kancing baju Moana.

__ADS_1


Setelah 3 kancing terbuka, Ernest pun mulai sedikit demi sedikit melebarkan celah yang menutupi benda keramat itu. Kedua matanya pun terkejut saat melihat benda keramat itu terpampang jelas di hadapannya.


"Ke-kenapa bentuknya bisa seindah itu? Apa lagi kulitnya yang putih dan pucuknya berwarna pink, be-benar-benar membuatku gemas."


Ternyata oh ternyata, di balik bajunya terdapat sebuah gunung kembar yang sangat indah. Bentuk gundukan yang terlihat sekal itu, berhasil membuat Ernest sudah tidak kuat lagi.


Ingin sekali rasanya dia memegang semua itu, akan tetapi kembali lagi. Ernest tidak berani untuk memegangnya, lantaran dia sangat takut akan membangunkan istrinya. Bisa-bisa Moana kembali berteriak seperti kejadian itu sambil menamparnya.


Akan tetapi, Ernest hanya bisa melihatnya dengan puas tanpa harus menyentuhnya. Rasa penasaran yang meningkat, berhasil menoel sedikit saja pucuk benda keramat itu. Walaupun, Ernest harus sangat berhati-hati agar Moana tidak sampai terbangun.


Di rasa sesuatu sudah menegang di bawah sana, Ernest langsung menyudahi hal konyol yang saat ini dia lakukan pertama kali di dalam hidupnya.


"Astaga, Ernest! Sudah cukup melakukan hal konyol itu, lebih baik sekarang kau tidur, supaya pikiran ini hilang. Dari pada si Gatot kembali memberontak, lebih repot lagi 'kan? Yang ada kau harus kembali berperang dengan tangan, cihh ... Memalukan, di kata aku laki-laki apaan!"


Ernest langsung menyudahi aksinya, lalu merebahkan tubuhnya kekanan-kekiri sambil memejamkan kedua matanya. Dengan tujuan untuk melupakan apa yang di lakukannya, serta ingin menangkis semua bayangan yang bisa membangkitkan sesuatu di bawah sana.

__ADS_1


Kurang lebih 10 menit, Ernest mencoba untuk tertidur, tetapi dia tetap tidak bisa. Sampai akhirnya Ernest yang sudah tidak tahan langsung kembali membuka baju Moana perlahan dan melahap benda keramat tersebut.


Di dalam aksinya Ernest mulai menikmati sumber makanan untuk Justin. Mungkin baginya rasanya sangat hambar, hanya saja entah mengapa malah membuatnya ketagihan.


Namun, Moana yang benar-benar kelelahan akibat mengurus Justin membuat dia tidak merasakan apapun. Moana malah bermimpi sedang menyusui Justin, meskipun rasanya sedikit berbeda.


Kedua gunung kembar itu semuanya Ernest lahap secara bergantian, tanpa terkecuali. Rasa nikmat yang berbeda, menghadirkan sensasi tersendiri yang tidak bisa Ernest lupakan. Baginya ini adalah pengalaman yang pertama bisa mendaki gunung hanya dengan bermodalkan tangan, bukan kaki dan juga tenaga.


Entah apa yang terjadi dengannya, Ernest malah sangat menyukai benda keramat itu. Baginya ini adalah permainan yang baru, meskipun di dapatkannya dengan cara diam-diam.


Selesai merasa kenyang dan puas layaknya Justin, Ernest pun langsung tertidur dalam keadaan yang masih memeluk Moana sambil menyusu. Sementara Moana masih setia dengan tidurnya, ketika dia ingin membuka kedua matanya semua itu tidak bisa. Karena matanya yang begitu ngantuk membuat dia sulit untuk membukanya, Moana hanya bisa merasakan kalau dia sedang menyusui anaknya sendiri.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2