
Sesampainya Nay di tempat di mana sosok ibunya berada, kini gadis tersebut tidak menemukan sedikit saja jejak kaki, atau yang lainnya. Nay hanya melihat kain gorden berwarna gold sebagai dasar dan kain putih bening sebagai dalaman.
Air mata yang tidak kunjung berhenti ketika rasa kangen kepada ibunya muncul, membuat Nay semakin tersiksa. Sudah lama sekali Nay tidak bertemu sama ibunya, tetapi hari ini gadis itu melihat sosok ibu yang telah melahirkannya.
Sayangnya, Nay tidak menemukan apa-apa setelah mencari keberadaan sang ibu di dekat-dekat kain gorden. Berulang kali Nay membuka semua kain gorden demu memastikan apakah sang ibu masih ada di situ atau tidak. Akan tetapi, semua itu nihil.
Nay benar-benar merasakan kehadiran sang ibu, tetapi tidak bisa memeluknya seperti apa yang dia inginkan. Sehingga, Nay merasa seakan-akan dunia telah mempermainkannya dengan mempertemukan mereka melalui imajinasi.
Nay kebali menangis dengan perasaan gelisah akibat tidak menemukan sang ibu yang sudah dirindukannya. Beberapa kali Nay memanggil-manggil sang ibu, tetapi tidak ada jawaban sedikit pun. Kerinduan yang tidak kunjung terobati membuat hati Nay semakin sakit, juga sedih.
Gadis itu tidak akan menyerah sebelum bertemu sama ibunya. Setiap sudut kamar Nay telusuri dengan sangat baik agar bisa menemukannya. Nay masih berharap ibunya bisa kembali hanya sekedar memeluk putri kesayangan sekali saja sebagai obat perindu yang sudah lama dirasakan.
"Bu ... Ibu di mana? Ibu tadi ada di sini, 'kan? Terus, kenapa Nay cari-cari Ibu gak ada? Apa Ibu tidak kangen dengan Nay ... Nay kangen, Bu!"
"Nay pengen banget ketemu Ibu, peluk Ibu, cium Ibu, main sama Ibu kaya dulu, pokoknya semua pengen Nay lakuin bersama Ibu. Seandainya, Nay punya kesempatan sehari saja bermain sama ibu seperti Nay kecil, mungkin Nay akan jauh lebih bahagia dari pada hari ini."
"Hanya 24 jam saja, Bu. Tidak banyak, dan tidak lebih. Nay ingin menceritakan semua kisah hidup Nay selama Ibu tiada, mungkin dengan begitu Nay bisa kembali menjalani hidup tanpa rasa takut, gelisah, ataupun dendam. Nay capek, Bu. Nay capek jadi orang baik seperti apa yang Ibu katakan setiap harinya."
"Ingin sekali-jali Nay jadi orang jahat hanya demi membasmi manusia-manusia tidak tahu diri, seperti Ayah. Namun, Nay tidak bisa karena setiap kali melihat atau mendengar nama Ayah pasti Nay kembali teringat kejadian di mana Ayah hampir merenggut masa depan Nay. Nay takut, Bu. Nay takut!"
__ADS_1
"Ternyata, Nay salah. Menjadi dewasa itu tidak seenak ketika Nay kecil berharap untuk secepatnya tumbuh dewasa agar bisa mencari uang sendiri dan mencukupi kehidupan kita. Cuman, setelah Nay dewasa semua berubah drastis. Nay benar-benar benci hidup menjadi anak dewasa. Nay tidak menyukai hidup ini, bagi Nay Tuhan memang benar-benar tidak adil!
"Nay mohon, Bu. Kembalilah, Nay rindu Ibu. Nay ingin memeluk Ibu. Pokoknya Nay pengen Ibu bersama Nay seperti dulu, Nay mohon, Bu. Nay mohon, hiks ...."
"Bu, Ibu di mana? Keluarlah, Nay pengen ketemu! Ibu jangan ngumpet, Nay lagi gak mau bercanda. Nay pengen ibu ada di hadapan Nay dan tersenyum menyambut Nay di dalam pelukan Ibu. Sehingga, Nay bisa mencurahkan semua isi hati yang selama ini Nay pendam seorang diri. Nay mohon, Bu. Kembalilah, kembali hiks ...."
Nay berteriak, mengoceh sendiri bagaikan orang yang sangat depresi. Mental Nay memang sedikit terganggu akibat ulah ayah tirinya. Untung saja Thoms segera menolong dan memberikan jaminan kesehatan yang sangat besar untuk gadis itu bisa kembali menjalani kehidupan yang baru, serta melupakan semua rasa sakit yang pernah dialaminya.
Di saat Nay sudah tidak kuat lagi menahan rasa rindu, tubuhnya seakan-akan melemah dan terjatuh di lantai dalam keadaan pingsan tepat di mana Thoms baru akan masuk ke dalam kamar.
Melihat Nay terjatuh, Thoms segera menaruh tampan yang berisikan makanan dan minuman yang dia bawa untuk Nay. Setelah itu, Thoms langsung mengangkat Nay sekuat tenaga ke atas ranjang dengan menyelimuti tubuhnya sebatas perut.
Tanpa basa-basi, Thoms berteriak kepada anak buahnya untuk menghubungi dokter terbaik yang bisa menangani keadaan Nay saat ini. Thoms hanya takut, depresi yang Nay alami beberapa waktu lalu kembali menyerang, hingga membuat Nay kesulitan mengontrol emosi di dalam tubuhnya sendiri.
"No-nona, bangunlah! Ada apa dengan Nona, kenapa saya mendengar Nona terus menyebut nama Ibu. Apakah Nona merindukan sosok wanita yang telah melahirkanmu? Jika benar, saya pun sama. Kerinduan akan kehadiran orang tua membuat hati kita tersiksa!"
"Mungkin, rasa rindu Nona pada orang tua tidak serumit rasa rindu yang saya miliki. Nona bisa melihat kema*tian orang tua dalam batas wajar, lain cerita dengan saya yang menyisakan luka teramat mendalam. Tapi ... Akhh, sudahlah!"
"Nona ... Ayolah, bangun! Saya sudah membuatkan sarapan spesial untuk Nona. Ini kali pertamanya saya kembali memasak di dapur hanya untukmu, cuman melihat kondisimu serapuh ini, entah kenapa jiwa saya merasa tidak tenang. Apakah ini ...."
__ADS_1
Thoms menjeda perkataannya sendiri ketika kembali berpikir untuk mengendalikan semua perasaan yang sedang gelisah. Thoms mengoceh sepanjang Nay masih tetap tertidur tanpa mendengarkan sedikit saja apa yang dikatakan oleh pria tersebut.
Berulang kali Thoms mencoba membangunkan Nay sambil menggosok-gosokkan tangan Nay. Thoms tidak terlihat takut, seandainya Nay terbangun melihat adegan itu akan menjadi kesalah pahaman yang besar.
Akhh, tidak! Tidak mungkin itu terjadi padaku, tidak mungkin!
Jikalaupun, aku memang seperti itu. Apa alasanku bisa jatuh cinta dengan gadis seperti dia? Bukankah aku selalu ingin dipuaskan, lantas kenapa pilihan hatiku jatuh pada wanita sepolos dia yang masih benar-benar suci? Apa ini takdir yang Tuhan berikan padaku, atau sekedar permainan Tuhan supaya aku bisa terjebak di dalam melodi cinta?
Arrghh ... Aku tidak bisa kaya gini, pokoknya aku harus tetap ingat tujuan utamaku hidup! Sebelum aku membalaskan semua dendam keluargaku, maka aku tidak boleh yang namanya jatuh cinta. Paham kau, Thoms!
Ingatlah! Semakin kau terjebak di dalam melodi cinta, semakin membuatmu merasa tidak karuan. Semua tujuan yang sudah kau bangun dari nol, akan kandas begitu saja hanya karena cinta sesaat. Sementara musuhmu, mereka masih berkeliaran dengan bebas tanpa merasa bersalah atas kema*tian kedua orang tuamu!
Suara hati Thoms, benar-benar sangat menyedihkan. Pantas saja, dia selalu mencari kesenangan dan kepuasan di luar hanya sekedar membayar seorang wanita yang bisa membuatnya senang.
Hanya baru satu wanita yang mampu menggoyangkan hati Thoms untuk tetap selalu berada di sisinya. Lihat saja! Seorang King Mafia yang kejam bisa merasakan kepanikan ketika melihat gadis itu jatuh pingsan. Thoms rela menggendong Nay, sedangkan wanita lain yang selalu mencari perhatian menggunakan berbagai macam cara tidak sedikit pun di lirik olehnya. Lalu, kenapa perlakuan Thoms pada Nay berbeda?
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...