Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Menyembunyikan Identitas Barra


__ADS_3

Wajah serius Ernest sedikit membuat Thoms menjadi bimbang. Dia antara percaya tidak percaya jika Ernest sudah berubah. Mungkin saja ini hanya alibi yang harus Ernest mainkan demi menarik perhatian mereka semua.


Namun, tidak semudah itu membuat Thoma percaya. Meskipun, Justin dan Moana mulai lulus atas sikap Ernest yang membuat mereka sedikit yakin kalau Ernest sudah berubah.


"Da-daddy benaran, su-sudah berubah?" tanya Justin wajahnya begitu polos menatap Ernest.


"Daddy serius, Sayang. Daddy sudah berubah, Daddy janji. Daddy tidak akan menyakiti kalian. Makannya, Daddy minta sama kamu. Kembali lagi ya sama Daddy, kasihan Oma sama Oppa. Mereka kangen sekali sama Justin, cucu kesayangan. Daddy mohon ya, Sayang. Please!"


Ernest terus berusaha untuk mengambil hati Justin, karena jika Justin sudah berpihak padanya. Sudah dipastikan, Moana juga akan mulai luluh ketika sikap Ernest terlihat lebih lembut dari biasanya.


"Kalau Daddy tahu Barra itu anak Da---"


"Justin!"


Thoms dan Moana sedikit berteriak memanggil nama Justin untuk menghentikan perkataannya yang mulai melebihi batasan. Justin sendiri langsung menatap wajah mereka yang memberikan kode tertentu.


Moana tidak bermaksud untuk menyembunyikan identitas Barra dari ayah kandungnya sendiri. Semua itu Moana lakukan, karena dia ingin tahu sejauh mana ucapan yang Ernest katakan barusan. Benarkah Ernest sudah berubah sepenuhnya? Atau perubahannya hanya sesaat yang sewaktu-waktu bisa berubah dengan sendirinya.


"Lebih baik, kamu pergi aja dari sini. Aku sudah bahagia sama anak-anak, jadi jangan ganggu kami!" ucap Moana, sedikit penekanan.


"Apa hakmu melarangku seperti itu? Statusmu itu masih istriku, karena sekali pun aku belum mengucapkan kalimat cerai. Dan kita berpisah itu atas keinginanmu, bukan kemauanku. Satu lagi, secara hukum dan agama kita tetap sah menjadi suami istri, lantaran surat perceraian tidak tercata di mana pun. Sehingga, pernikahanmu dengan pria itu di katakan tidak sah. Aku akan menuntaskan semua ini, supaya kalian tidak bisa bersama. Bagiku, kamu dan Justin adalah milikku!"

__ADS_1


Apa yang di katakan Ernest benar-benar membuat Moana tidak berkutik. Moana malah menoleh ke arah Thoms, untuk meminta bantuan darinya agar bisa menjawab apa yang Ernest katakan.


"Aku tidak butuh nasihatmu, Tuan! Kau sudah menyia-nyiakan mereka, jadi jangan salahkan mereka kalau saat ini mereka memilih jalannya sendiri demi mendaptkan kebahagiaan. Harusnya Anda sadar, Tuan! Kesalahan itu terletak pada diri Anda sendiri, bukan mereka. Jadi, yang patut Anda salahkan itu, diri Anda sendiri. Dan, satu lagi. Kalau Anda mau menebus semua penyesalan yang ada di dalam diri Anda sendiri, caranya gampang! Jauhi mereka, biarkan mereka bahagia sama caranya sendiri serta jangan lagi muncul di hadapannya. Bisa?"


"Tidak! Sampai kapan pun mereka tidak boleh pergi dariku, aku rela di hukum apapun itu. Asalkan mereka bisa memaafkan semua kesalahanku dan kembali padaku! Aku sudah janji pada diriku sendiri, jika nanti aku kembali bertemu sama kalian. Sampai lubang semut pun, akan tetap aku perjuang agar kalian bisa terus bersamaku!"


"Eleehh, omong kosong! Lebih baik Tuan pergi dari sini, jangan lagi-lagi ganggu keluarga saya. Atau Tuan akan merasakan resikonya!"


"Silakkan, Tuan. Saya tidak akan takut, selagi niat saya baik. Saya siap ma*ti untuk mereka!"


Benar-benar sa*dis, ancaman yang Thoms berikan tidak main-main. Akan tetapi, tidak membuat nyalinya menjadi ciut. Ernest tidak takut sama sekali atas pengan*caman tersebut, malah dia menantang balik Thoms yang membuatnya sedikit syok atas jawaban yang di berikan.


"Sudah, cukup! Kalau kalian ingin berantem, jangan dihadapan anak-anakku! Menjauhlah, dan tunjukkan kehebatan kalian masing-masing. Aku tidak butuh menyaksaikan semua ini!"


"Moana, Justin! Jangan tinggalin aku, aku mau ikut kalian!" teriak Ernest berulang kali sambil berlari menggapai Moana. Sayangnya, beberapa bodyguard menahan semua itu agar Ernest tidak bisa mendekati Moana.


Thoms pun berusaha menahan Ernest, meski keduanya beberapa kali saling berdebat saling untuk memperebutkan Moana dan Justin. Sementara Justin sama Moana yang sudah di dalam mobil hanya bisa merasa kasihan, terhadap Ernest ketika melihatnya menangis meraung-raung untuk meminta maaf pada mereka.


Akan tetapi mobil yang Moana dan Justin tumpangi langsung berjalan pergi begitu saja meninggalkan Ernest yang terus berlari mengejar mobil meski beberapa kali terjatuh.


"Maafkan aku, Ernest. Aku belum bisa kembali sama kamu, aku belum bisa sepenuhnya percaya padamu. Sekali lagi maafkan aku!" seru Moana, menoleh ke arah belakang mobil saat melihat Ernest terjatuh dalam posisi tiduran sambil menjulurkan tangannya seakan ingin menggapainya.

__ADS_1


"Mom, Daddy?" tanya Justin, menoleh ke arah Moana.


"Daddy gapapa, Sayang. Biarkan saja, ini sebagai pelajaran buat Daddy. Sekali-kali Daddy harus kita kasih pengertian, agar tidak seenaknya bersikap pada kita. Apa lagi kita keluarganya, seharusnya Daddy tidak boleh menyakiti kita meskipun kita salah atau tidak. Itu bisa kita selesaikan baik-baik, makannya itu. Mommy selalu ingatkan sama Justin, tidak boleh memiliki dendam dan menghakimi orang terlepas dia salah atau tidak. Sampai sini paham?"


Justin hanya menganggukan kepalanya, dia tidak tahu harus menjawab apa lagi. Seandainya kakinya tidak sakit, sudah di pastikan Justin akan berdiri menatap ke arah belakang untuk melihat Daddynya.


Namun, jika Justin melihat itu. Dia akan berteriak kencang memanggil Ernest, kemudian menghentikan mobilnya lalu keluar berlari sambil menangis untuk menolong Daddynya. Dikarenakan Justin, memiliki sifat yang tidak tega terhadap siapapun, meskipun hatinya pernah terluka akibat orang tersebut.


Thoms saja yang melihat Ernest, segera memerintah bodyguardnya untuk menolong Ernest dan membawanya ke mobilnya. Setelah itu, mereka meninggalkan tempat tersebut untuk menyusul mobil Moana yang berada jauh di depan.


Ernest hanya bisa menangis di dalam mobil ketika dia tidak bisa membawa mereka kembali kedalam pelukannya. Akan tetapi, Ernest tidak menyerah begitu saja. Dia akan tetap berjuang sampai titik darah penghabisan, tidak perduli Moana sudah menikah atau tidak. Terpenting dia akan terus berusaha mengembalikan semua itu sesuai apa kata hatinya.


Ya, memang apa yang di lakukan Ernest terbilang salah karena dia tahu Moana sudah memiliki suami masih tetap di perjuangkan. Seharusnya itu tidak boleh, hanya saja. Entah mengapa, Ernest merasa di balik apa yang dia lihat tadi. Moana dan Justin seperti menahan sesuatu yang ada di dalam hati kecilnya.


Tanpa harus berlama-lama di sana, Ernest kebali ke Apartemen dan menceritakan semua ini pada kedua orang tuanya jika menantu dan cucunya masih hidup.


Tidak hanya itu, Moana dan Thoms juga membawa Justin supaya bisa segera di obati agar lupkanya bisa segera mengering dan tidak membuat kondisi Justin drop. Lantaran, luka yang Justin alami cukup lebar karena ketika terjatuh dia sempat bergelinding bagaikan bola sehingga kulitnya kegesek di aspal.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2