
...Sydney, Australia....
Pada malam hari pukul 7, sebuah keluarga kecil baru saja selesai makan malam bersama-sama. Kemudian mereka pergi ke ruang keluarga untuk sekedar duduk santai, bermain sambil menonton televisi.
"Mom, di mana Papah? Kok udah 1 Minggu ini enggak pulang-pulang, apa Papah masih sibuk sama kerjaannya?" tanya seorang anak laki-laki umur 6 tahun dengan segala ke tampanannya.
"Mommy juga tidak tahu, Papah bilang katanya dalam waktu dekat ini dia akan pulang. Jadi, Kakak tunggu aja ya. Mungkin pekerjaan Papah lagi banyak, mendingan sekarang Kakak jagain Adek dulu. Mommy mau ke kamar mandi sebentar aja," jawab wanita yang terlihat muda serta cantik berusia 29 tahun.
"Woke, Kakak pasti jagain Dedek kok, Mommy tenang aja ya!"
"Baiklah, Mommy tinggal dulu,"
Wanita itu tersenyum mengusap kepala anaknya yang lagi duduk di atas karpet berbulu sambil menjaga adiknya yang sudah bisa merangkak. Wanita itu pergi menuju kamarnya yang berada di atas untuk pergi ke kamar mandi.
Seperginya wanita itu, sang Kakak terus mengawasi sang Adik yang sudah susah untuk di nasihati. Maklum saja, anak yang baru bisa merangkak pasti tidak bisa diam.
Sang Kakak selalu berlari ke mana-mana demi menjaga adiknya, kemudian menggendongnya untuk kembali membawanya ke depan televisi.
"Yayayaya ... no, no, no!" ucap sang adik sangat kesal, ketika Kakaknya selalu melarangnya.
"Dedek, astaga! Enggak boleh ke sana, udah diem di sini aja sama Kakak ya! Ini-ini, ada mainan banyak banget, tuh ...."
__ADS_1
Sang Kakak terus berusaha untuk mengajak Adiknya main. Meski, beberapa kali adiknya kembali merangkak sesuka hatinya.
Namun, ketika sang Adik merangkak ke arah yang ingin menuju pintu utama sambil di ikuti oleh sang Kakak. Tiba-tiba saja dari kejauhan, seseorang datang menggunakan pakaian formal dengan penampilan yang sangat tampan. Tidak lupa, orang tersebut membawakan beberapa paper bag yang berada di tangan pengawalnya.
"Ekhem, ekhem ...."
Orang tersebut berdehem berulang kali, membuat sang Kakak dan adiknya langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Papah?" ucap sang Kakak, terkejut ketika orang yang di nanti-nantikan telah datang.
Pria itu tersenyum, lalu mengambil anaknya yang paling lalu di bawa ke gendongnya sambil memeluk anaknya yang besar.
Betapa bahagianya mereka ketika kembali bertemu untuk melepas rindu satu sama lain. Melihat suasana itu, membuat beberapa pengawal yang berjaga di belakang sedikit tersentuh karena melihat sikap Tuannya yang sangat membingungkan.
"Apa kalian kangen sama Papah, hem?" tanyanya, menatap kedua anaknya secara gantian sambil mencium si kecil dan mengusap wajah sang Kakak.
"Hehe ... Ma-maaf, Boy. Kerjaan Papah numpuk, tanya saja om-om yang ada di belakang Papah, dia yang tahu betapa sibuknya Papah ketika ada di luar negeri," jawab sang Papah, tersenyum.
Beberapa hari saja tidak melihat anaknya, sudah membuatnya ketinggalan banyak hal tentang perkembangannya. Di mana anak tertuanya sudah mulai beranjak besar dan ingin masuk sekolah, sedang anak yang kecil sudah bisa tertawa mengoceh lalu merangkak.
"Huhh, dasar menyebalkan! Sudah dua kali ya, Papah ingkar janji. Kalau sampai yang ketiga kalinya, aku tidak mau lagi main sama Papah, karena Papah bohongin aku terus, humpt!"
Anak tertuanya berbalik, dalam keadaan kesal bercampur marah. Walau begitu, di dalam hatinya dia hanya sekedar bercanda supaya Papahnya tidak lagi mengingkarinya.
__ADS_1
"Kakak, tidak boleh begitu sama Papah. Kasihan Papahmu itu, dia baru pulang masa udah di marahin. Harusnya Kakak ajak Papah duduk, buatkan minum, sama makan bukan malah di sidang kaya gini," sahut wanita yang baru datang dari kamar mandi.
Pria itu pun berdiri sambil menggendong anak yang paling kecil, lalu tersenyum menatap wanita yang berusaha menasihati anaknya.
"Tapi, Mom. Aku 'kan ingin Papah itu kerja di sini aja, jadi kita bisa tinggal sama-sama, main terus juga bercanda. Masa iya Papah mau kerja jauh terus terbang-terbangan. Nanti kalau ada apa-apa sama Papah gimana?" ucap sang Kakak penuh kekhawatiran pada Papahnya.
"Doakan saja, supaya Papahmu selalu sehat serta berada di dalam lindungan Tuhan. Ingat, pekerjaan Papahmu itu berat tidak bisa stay di satu tempat. Jadi, Kakak harus bisa mengerti tentang pekerjaan Papah selagi Papah sudah selesai sama pekerjaannya, pasti Papah akan pulang untuk menemui kita semua. Sekarang Kakak tidak perlu khawatir lagi ya, mending Kakak minta maaf sama Papah, kasihan loh, masa baru sampai sudah di marahin yang ada nanti Papah pergi lagi. Mau?"
"No! Papah tidak boleh pergi, Papah baru sampai di sini jadi harus main dulu sama kita, makan bareng, abis itu kita jalan-jalan baru nanti Papah boleh kerja lagi. Titik!"
"Pasti dong, Papah akan luangkan waktu 1 Minggu full ini bersama kalian semua. Gimana? Happy?"
"Yes! Terima kasih, Pah. Papah is the best, hehe ... Aku sayang, Papah!"
"Papah juga sayang banget sama kalian!"
Sang Kakak memeluk Papahnya begitu erat, lalu wanita itu tersenyum puas ketika melihat suasana kembali adem.
Setelah itu mereka duduk di sofa panjang, di mana anaknya yang kecil selalu nempel tanpa sedikit pun rewel. Sementara sang Kakak duduk di samping Papahnya sambil menonton film. Tidak lupa, wanita itu membawakan cemilan serta minuman untuk menyambut kedatangannya.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...