Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Night Club


__ADS_3

Tidak lama Ernest sampai di suatu tempat, di mana tempat itu terlihat begitu remang. Hanya ada lampu warna-warni yang dominan biru serta merah. Suara musik terdengar begitu samar dari arah luar, tetapi ketika Ernest berjalan masuk melewati lorong musik itu semakin terdengar kencang.


Tempat yang seharusnya di jauhi oleh Ernest ternyata malah di dekati, tanpa rasa takut sedikit pun. Banyak wanita gatel yang langsung mengerubunginya, tetapi Ernest menolak mentah-mentah.


Wajah datar, tatapan tajam dan juga suara yang menyeramkan membuat beberapa wanita merasa takut untuk mendekatinya.


Ernest berjalan ke arah sofa panjang, dia duduk seorang diri dengan posisi ternyamannya sambil menunggu pelayan menghampirinya.


Tidak lama, seorang wanita mendekati Ernest sambil memberikan sedikit penghormatan untuk menyambut kedatangan Ernest. Tempat yang sering di bilang Night Club ini, hanya bisa di kunjungi oleh orang-orang berduit bukan sembarang orang yang bisa asal masuk.


"Permisi, Tuan. Mau pesan apa?" ucap wanita yang tidak lain adalah seorang pelayan.


"Bawakan sebotol minuman dengan kadar alkohol sedang. Apa pun jenisnya saya tidak peduli! Cepat bawakan ke sini, tanpa pakai lama!" titah Ernest, segera diangguki oleh pelayan tersebut.


Tanpa basa-basi, pelayan itu langsung bergegas meninggalkan Ernest dan menyiapkan pesanan sesuai dengan permintaan Ernest.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, pelayan itu kembali sambil membawakan minuman keras. Perlahan dia mulai menaruh botol tersebut di atas meja, dan segera pergi meninggalkan Ernest.

__ADS_1


Meskipun Ernest berada di tempat seperti ini, tetapi dia tidak ada niat sedikit pun untuk bersenang-senang bersama kupu-kupu malam. Dia hanya ingin di temani oleh sebotol minuman, untuk sejenak menghilangkan rasa penat di kepalanya.


Tenang, minuman ini tidak akan membuat Ernest sampai mabuk parah. Semua itu sudah Ernest pikirkan, dia sangat tahu porsi minumnya sehingga tidak akan membuatnya sampai tidak sadarkan diri.


Satu persatu wanita mulai menghampiri Ernest, tetapi tidak ada yang bisa menggodanya. Semuanya malah terkena mental sendiri, maklum saja. Singa jantan ketika sudah bangun, siapa pun yang ada di dekatnya akan terkena raungan yang sangat menyeramkan.


Setelah minuman sudah habis, Ernest hanya sedikit merasakan pusing di kepalanya tetapi kesadarannya masih diatas 70 persen.


Di rasa cukup, Ernest memanggil pelayan kembali. Hanya saja kali ini berbeda pelayan, tanpa berkata apa pun Ernest segera membayar minuman tersebut. Sehabis itu, Ernest pergi meninggalkan tempat, tetapi sebelum pergi Ernest berjalan menuju kamar mandi terlebih dahulu untuk membuang hajatnya.


Selesai membuang hajatnya, Ernest kembali berjalan keluar Club. Ketika sampai di sebuah parkiran yang gelap, Ernest mendengar suara samar dar seorang wanita yang berteriak meminta tolong. Entah dari mana suaranya, Ernest tidak peduli.


"Hiks ... Tu-tuan jangan, saya tidak mau. Lepaskan saya, Tuan. Lepaskan!" teriak wanita itu semakin terdengar, Ernest segera berjalan cepat menghampir suara tersebut.


"Su-suara itu, kenapa berasal dari dalam mobil? Apa jangan-jangan ...."


Perasaan Ernest mulai tidak enak, dia segera mendekati salah satu mobil yang terlihat mencurigakan.

__ADS_1


Sebuah mobil mewah yang terparkir di himpit oleh beberapa mobil, berhasil menjadi pusat perhatian Ernest. Mobil tersebut bergoyang, membuat rasa curiga Ernest semakin kuat.


Ternyata benar, saat di dekati. Ada seorang pria yang sedang berusaha untuk mele*cehkan wanita yang masih mengenakan baju pelayan.


Tanpa berkata apa pun, Ernest langsung menggedor keras kaca mobil yang membuat orang di dalam langsung terkejut. Pria itu segera menjauhi wanita yang saat ini sedang mengancingi bajunya yang hampir saja terbuka.


"Buka pintunya atau saya hancurkan mobil ini!" tegas Ernest, membuat pria itu gugup dan perlahan mulai membuka pintu mobilnya.


"Keluar!" titah Ernest, menunjuk pria itu. Perlahan dia keluar dalam keadaan tubuh bergetar, Ernest yang tidak suka banyak berbicara langsung menonjok keras pria itu sampai terjatuh ke aspal.


Ernest melampiaskan semua rasa kesal dan emosinya kepada orang itu, hingga diabtidak berdaya. Wanita pelayan tersebut turun sambil menangis dan berusaha menahan Ernest.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2