Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Karma Ernest


__ADS_3

Kata maaf terus terucap di bibir Moana tanpa henti. Dia tidak tahu lagi bagaimana caranya meminta maaf kedua kedua mertuanya yang selama ini memang sangat menyayanginya. Rasanya, Moana tidak pantas melakukan semua kebohongan ini hanya demi kebahagiaannya sendiri.


Moana begitu menyesal, lantaran dia telah membohongi mereka. Akan tetapi, dari raut wajah Elice tidak sedikit pun dia merasa marah atas kebohongan ini. Elice malah beralih memeluk Moana untuk menumpahkan semua rasa rindunya karena sempat kehilangan menantu yang sudah seperti anak kandungnya sendiri.


"Astaga, Moana. Bunda kangen banget sama kamu, Nak. Apa kabar sayang? Kenapa bisa kamu melakukan ini, hem? Kalau memang kamu ingin pergi, Kami bisa bantu kok. Kami akan dukung apapun yang terbaik buat kalian, tapi bukan seperti ini caranya, Sayang. Bunda pikir kamu dan Justin ... Akhh sudahlah, intinya Bunda seneng kalian sehat seperti sekarang ini. Bunda kangen sama kamu, Nak. Bunda kangen hiks ...."


Tangis Elice yang terdengar pilu, berhasil membuat dada Moana menjadi sesak. Dia tidak menyangka, keegoisannya berujung luka yang tidak bisa dia pikirkan.


Moana pikir, Ernest dan kedua orang tuanya akan kembali mencari seseorang yang akan menggantikan posisinya. Tetapi, Moana salah. Posisinya sama sekali tidak tergantikan oleh siapapun di hati mereka. Bagi mereka, Moana dalah istri serta menantu yang memang sulit untuk di bandingkan. Meski banyak memiliki kekurangan, cinta kasih yang di milikinya begitu besar untuk mereka.


"Maafin Moana, Bunda. Moana pikir Bunda sama Ayah telah bahagia sama pilihan Ernest atau kalian akan mencarikan wanita terbaik pengganti aku untuk Ernest. Sekali lagi Moana minta maaf, Moana lakukan semua itu demi menyelamatkan mental Justin dan bayi yang ada di kandungan Moana."


"Jika pada saat itu Moana memaksakan untuk bertahan sama sifat Ernest yang kurang baik, maka sudah di pastikan Moana akan kehilangan anak-anak Moana sendiri. Demi menjaga itu semua, Moana menyetujui rencana yang Kak Thoms berikan. Kalau di bilang sulit, sangat sulit karena Moana harus meninggalkan kalian semua untuk menyelamatkan anak-anak. Untungnya di titik terendah itu, Moana di pertemukan oleh Kak Thoms. Sehingga dar situ Moana berusaha memberanikan diri untuk pergi dari kalian seolah-olah kami telah meninggal dunia. Nyatanya, kami hanya melakukan adegan itu supaya kami bisa hidup tenang."


"Namun, tuhan berkata lain. Kami malah di pertemukan kembali dengan Ernest. Padahal, kami sudah berusaha kers untuk pergi ke satu negara yang tidak pernah Ernest jumpai. Entah kenapa, dia malah datang bersama takdir yang membuat kita menjadi seperti ini. Sekali lagi maafin Moana, Bun, Yah. Maaf karena Moana sudah membuat kalian sedih seperti ini."


Elice sama sekali tidak pernah mempermasalahkan semua itu. Dia malah bersyukur atas kejadian ini bisa membongkar semua yang membuat mereka tahu jika Moana dan Justin memang benar-benar masih hidup. Mereka tidak meninggal dunia seperti yang di duga selama ini.


Elice membawa Moana untuk berdiri agar mereka bisa lebih leluasa untuk berpelukan satu sama lain. Begitu juga Sakha, dia menggendong Justin di dalam pelukannya tanpa melepaskannya.


Hanya saja di saat Elice tidak menyadari semua yang Moana jelaskan. Sakha langsung tutup point menanyakan tentang hubungan mereka semua dan siapa anak yang tertidur di dalam pelukan Thoms.

__ADS_1


"Jelaskan pada ayah, siapa pria itu? Apakah anak yang ada di gendongnya itu anak dari pria itu? Jika benar kamu pergi dalam keadaan mengandung, berarti anak itu anak Ernest?"


Pertanyaan dari Sakha sontak mengejutkan Elice. Dia masih belum percaya kalau suaminya bisa menanyakan hal sejauh ini. Jelas-jelas beberapa menit lalu, Moana sudah menjelaskannya dan Elice memang tidak menyadari akan hal itu. Dikarenakan dia terlalu fokus untuk menumpahkan rasa rindunya pada Moana.


"Ayah, apa maksud dari perkataan itu?" tanya Elice menatap suaminya setelah melepaskan pelukannya dari Moana.


"Apa kamu tidak dengar tadi apa yang Moana katakan? Dia pergi meninggalkan kita dalam keadaan mengandung. Artinya Moana hamil anak Ernest, dan di mana anak itu? Apa dia anak yang kamu kandung?"


Moana menatap ke arah mereka, bersamaan dengan itu Moana dan Justin menoleh ke arah Barra yang sudah tertidur di pelukan Thoms. Kemudian Moana menjelaskan secara perlahan mengenai siapa Thoms sebenarnya dan kenapa mereka bisa melakukan rekayasa tentang kema*tian palsu tersebut.


Elice hanya bisa menangis ketika meratapi nasib menantunya yang malang itu. Dia harus memulihkan mentalnya bersama anaknya untuk menyelamatkan kehidupan Justin.


Sakha tidak menyangka betapa pedihnya kehidupan yang Moana jalani pada saat itu ketika dia mencoba untuk mempertahankan rumah tangga dan juga mental anak-anaknya.


Tidak hanya itu, Moana juga menjelaskan bahwa apa yang di katakan Ernest mengenai hubungannya dengan Thoms itu salah. Dia dan Thoms adalah saudara kandung yang sempat terpisah puluhan tahun akibat suatu kejadian.


Thoms sendiri juga ikut membantu Moana menjelaskan pada kedua orang tua Ernest bagaimana keseharian Moana saat jauh dari suaminya. Dia bahkan berjuang sendiri untuk melahirkan putra pertama dari Ernest yang pada saat itu tidak ada yang tahu mengenai kehamilannya.


Perlahan Elice mencoba untuk mendekati Barra, kemudian dia menggendongnya secara hati-hati tanpa membangunkannya. Begitu juga Justin, dia mulai membuka suara untuk meyakinkan mereka agar tidak memarahi Mommynya lantaran Moana hanya melakukan tugasnya demi menyelamatkan anak-anaknya, bukan akibat keegoisan semata.


Sakha dan Elice berusaha untuk bisa mengerti, setidaknya semua ini sudah terbongkar dan tidak ada lagi rahasia yang Moana sembunyikan dari mereka. Kini, sudah saatnya kedua orang tua Ernest bertemu dengan cucu kandung mereka. Meski ada keraguan serta ketakutan tersendiri di hati Justin, tetapi mereka berdua tetap menganggap Justin adalah cucu kesayangannya nomor 1.

__ADS_1


Di saat mereka semua sedang menerima kenyataan ketika mendapatkan hadiah sebahagia ini. Tiba-tiba seorang profesor yang menangani Ernest keluar bersama asistennya untuk memberitakan kabar mengenai pasien.


Mereka semua sigap mendekati sang profesor untuk mengetahui tentang perkembangan hasil operasi Ernest yang sesungguhnya. Ada sedikit rasa takut di dalam hati mereka akibat luka yang ada di tubuh Ernest sangat mengkhawatirkan.


"Bagaimana, kondisi anak saya, Dok? Operasinya pasti berjalan lancar, 'kan?" tanya Sakha, cemas.


"Jadi begini, Tuan, Nyonya sekalian. Operasi yang di lakukan untuk Tuan Ernest semuanya berjalan baik-baik saja. Hanya ada satu kendala, yaitu tentang peluru yang masuk ketulang pinggungnya berhasil membuat tubuh bagian pinggang ke bawah mati rasa dalam jangka waktu yang belum bisa kami tentukan intinya Tuan Ernest mengalami kelumpuhan sementara di setengah badannya. Tidak perlu khawatir, semua masih bisa di sembuhkan menggunakan terapi yang akan kami siapkan setelah kondisi Tuan Ernest benar-benar pulih."


Mendengar semua itu membuat mereka menjadi syok akibat peluru tersebut berhasil melumpuhkan Ernest. Tidak terbayang bagaimana jika itu mengenai kepala Justin, bisa di pastikan Justin langsung meninggal di tempat hanya karena sekali tembak di dekat kepalanya.


Mungkin ini semua bisa di nyatakan sebagai karma yang harus Ernest terima, lantaran pernah menyakiti anak dan istrinya. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi Ernest untuk tetap menyayangi istri serta anaknya. Dan bisa lebih dewasa lagi sebagai kepala rumah tangga.


Setelah menjelaskan semuanya, sang profesor pergi bersama asistennya. Sedangkan Ernest akan segera di pindahkan ke ruangan khusus agar mereka bisa menjenguk serta menjaga Ernest 24 jam mendatang.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2