Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Piknik Di Taman


__ADS_3

Moana memeluk kakaknya sekali lagi, lalu dia tersenyum di balik tangisannya. Setelah itu mereka kembali menikmati malam yang indah bersama sambil menatap bintang-bintang.


Sekiranya hari sudah larut, Moana dan Thoms kembali ke dalam rumah. Mereka berjalan ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.


Untuk malam ini, Thoms bisa tertidur tanpa merasakan mimpi buruk. Begitu juga Moana, dia pun tertidur sambil memeluk anaknya dan tersenyum.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Pada hari Minggu, pukul 8 pagi. Moana dan anak-anak sedang menikmati suasana taman yang sangat indah juga ramai. Banyak keluarga yang membawa anaknya untuk sekedar bermain di taman dengan suasana baru.


Kali ini, Moana dan anak-anak pergi ke taman khusus di mana semua orang berpiknik. Sayangnya, Thoms tidak bisa ikut karena dia ada jadwal mendadak untuk menuntaskan pekerjan yang berada di kota sebelah.


Sedikit kecewa sih, tapi Moana tidak bisa menolak. Meskipun pekerjaan Thoms terbilang berbahaya, kejam juga gelap. Akan tetapi, pekerjaannya memiliki sisi baik untuk sekedar menolong seseorang yang lemah tanpa memberikan imbalan yang besar.


Untungnya, Justin bisa mengerti tentang kondisi Papahnya yang terbilang sibuk. Asalkan, Thoms masih pulang ke rumah yang sama, tidak sampai terbang jauh-jauh yang membuatnya pulang ke rumah bisa seminggu, bahkan sebulan sekali.


Sekarang waktunya Moana dan anak-anak bersenang-senang menikmati cantiknya taman yang di penuhi oleh bunga, tempat wisaha juga permainan seru.




Moana dan anak-anak duduk sambil menikmati pemandangan lalu lalang orang-orang yang sedang tertawa senang, sambil mengabadikan momen tersebut. Sama halnya seperti Moana dan anak-anak yang mengabadikan semuanya menggunakan kamera.


Moana menggelar alas untuk mereka duduk diatas rerumputan layaknya orang sedang berpiknik. Semua itu Moana lakukan, tanpa bantuan bodyguardnya.


Moana meminta bodyguarnya untuk sedikit menjauh dari mereka, karena dia tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang ketika memakai khawalan orang yang bertubuh besar, tinggi juga menyeramkan.


Semua bodyguard yang menjaga Moana dan anak-anak, kini berada di suatu tempat agar penyamarannya tidak sampai ketahuan. Sesuai dengan permintaan Moana pada sang kakak. Setidaknya mereka bisa menjaganya, meski dalam jarak yang tidak terlalu dekat.


"Taraa ... Sudah selesai, ayo kita duduk!" titah Moana ketika sudah menggelar alas untuk mereka duduk santai, sambil melihat indahnya taman serta kebahagiaan para pengunjung yang baru datang.


"Yey, akhirnya bisa duduk juga. Habisnya kaki kakak pegel banget jalan mulu, Dedek mah enak di troller terus huhh dasar manja wlee ...."

__ADS_1


Justin duduk sambil menatap adiknya yang baru saja di duduknya tepat di sebelahnya. Sementara Barra hanya bisa tertawa sambil bertepuk tangan dengan gemas.


"Hiaaa, malah balik meledek lagi. Sini-sini biar kakak kelitikin kau ya, berani hem hahah ...."


Justin tertawa bersama Barra ketika melihat ekspresi wajah Barra mulai memerah. Moana berusaha untuk menahan Barra agar kepalanya tidak sampai terjatuh ke bawah, meski Moana juga ikut tertawa bersama anaknya.


Canda tawa itu sengaja di rekam oleh salah satu bodyguard yang di tugaskan Thoms untuk selalu memberikan kegiatan yang mereka lakukan selama sejam sekali.


Thoms saja, tertawa melihat kelucuan kedua ponakannya tersebut. Sampai-sampai, Thoms berdoa agar kelak hubunga 2 saudara yang berbeda da*rah itu tetap selalu akur seperti saat ini.


Tidak lupa Thoms mengabadikan semua momen indah itu ke dalam satu dokumentasi penting, sesuatu harapannya tidak sesuai. Maka dia sudah mempunyai bukti, untuk mengembalikan memori mereka yang sudah hilang sebagai bukti kalau masa kecil mereka sangatlah kompak.


"Udah, kakak. Kasihan adiknya, nanti muntah loh. Sekarang kita makan dulu ya, 'kan dari pagi belum pada sarapan. Jadi, kita harus isi perut dulu supaya ada tenaga buat main lagi. Oke?"


"Oke, Mom. Kakak juga udah laper nih, monster-monster di perut ngamuk terus dia ngomong--"


"Ngomong apa?"


"Hem, ngomong gini. Mana makananku, aku sudah sangat lapar sekali, Tuan. Hihihi ...."


"Bhaha ... Siapa suruh serius-serius, kena jahil juga 'kan haha ...."


Justin tertawa sangat renyah, membuat Barra pun ikut tertawa sambil bertepuk tangan. Sementara Moana hanya bisa memasang wajah kesal karena sudah mennggapi perkataan anaknya penuh keseriusan.


Mereka segera menyudahi canda tawanya, lalu makan sarapan yang sudah Moana bawa dengan begitu lahap. Tidak lupa, Moana menyuruh Justin untuk memberikan sarapan yang Moana bawa lalu di kasihkan pada salah satu anak buah Thoms sebagai perwakilan semuanya.


Barra juga menikmati makanan kesukaannya dengan sangat lahap. Sama halnya sepeti Justin, sehingga Moana yang melihatnya menjadi sangat senang.


Beberapa saat lalu, kurang lebih sekitar 45 menit. Mereka selesai beristirahat dan menuntaskan makan paginya. Kini, Moana beserta kedua anaknya kembali meneruskan mengelilingi taman dengan wajah cerianya.


"Huhh, capek juga ya, Kak. Jalannya tinggi banget, Kakak capek enggak?" tanya Moana, napasnya sedikit tidak beraturan.


"Capek, Mom. Kita duduk dulu yuk!" totah Justin, mulai keringetan.

__ADS_1


Moana melihat ke arah kanan dan kiri, dan melihat ada permainan di dekat sana juga toilet. Segera Moana membawa mereka berdua di sana supaya Justin bisa duduk.


"Kalian istirahat sebentar di sini ya, Mommy mau ke toilet dulu. Soalnya udah di ujung nih, akak tunggu sini ya sama Ade. Mommy ke sana mandi bentar, jangan ke mana-mana. Oke?"


"Oke, Mom. Kakak di sini sama Ade," jawab Justin, membuat Moana sedikit tenang.


Saking kebeletnya untuk menuntaskan buang air kecilnya, Moana langsung berlari ngibrit bagaikan angin lewat.


Toilet yang Moana pakai jaraknya hanya sekitar 1 meter saja dari tempat Justin dan Barra beristirahat serta main. Sehingga tidak terlalu jauh, Justin juga bisa melihat Mommynya sudah masuk ke dalam toilet.


"Wah, mainannya seru nih, Dek. Kakak main sebentar ya, kamu tunggu di situ. Tenang, kakak akan selalu menjaga kamu," ucap Justin, menatap Barra.


Barra hanya mengangguk sambil mengoceh sendiri memegangi kakinya. Justin pun segera menaiki satu persatu mainan, meskipun mereka hanya berdua saja. Mereka masih tetap dalam pengawasan semua anak buah Thoms yang selalu setia berada di tempat persembunyiannya.


Justin meninggalkan Barra di stollernya. Barra tertawa saat melihat Justin bermain. Ingin rasanya Justin menggendong Barra mengajaknya bermain bersama, tetapi dia belum begitu kuat untuk mengangkat sang adik.


Jadi, Justin hanya bisa memantau Barra sesekali memainkan permainan yang cukup mengasyikkan. Tanpa Justin sadari, dia lupa untuk memasang rem pada stoller Barra saking perhatiannya teralihkan oleh permainan. Sama seperti Moana yang lupa mengingatkan Justin.


Di saat Justin sedang senang menikmati semuanya, tiba-tiba stoller Barra bergerak karena Barra berulang kali mencoba untuk mengambil mainannya yang berada di dekat kakinya.


Akibat posisi tanah di situ tidak datar, membuat stoller bayi berjalan mundur sedikit demi sedikit ke arah turunan. Dan pada akhirnya stoller Barra berjalan mundur dengan cepat di turunan yang tidak jauh dari mereka beristirahat.


Justin tidak melihat stoller Barra sudah berjalan mundur dengan cepat, sampai Moana yang baru saja kembali setelah menuntaskan buang air kecilnya langsung terkejut melihat sesuatu terjadi pada anak bungsunya.


"Barra!"


Teriakan Moana berhasil membuat Justin menoleh dan ikut berteriak memanggil adiknya lalu berlari untuk menolongnya. Tidak hanya Justin, para penjaga segera keluar dari tempat persembunyiannya untuk mengejar stoller Barra.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2