Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kebaikkan Sakha & Elice


__ADS_3

Moana berusaha untuk bangkit dari bangkarnya agar bisa mengejar Ernest dan menjelaskan padanya, jika dia sama sekali tidak mengetahui semua ini. Akan tetapi, Elice dan Sakha malah melarangnya karena mereka beruda sangat tahu kalau saat ini Ernest masih dalam keadaan emosi berat.


Jadi, apa bila Moana nekat untuk menjelaskan atau pun bertemu dengannya. Bisa-bisa hal yang mereka hindari akan terjadi kembali, dan kedua orang tua Ernest tidak ingin terjadi apa-apa sama menantunya.


"Lepaskan aku, Bun, Yah! Aku mau menyusul suamiku, dia sudah salah paham terhadapku. Aku tidak bisa diam seperti ini, aku takut Ernest akan semakin menyalahkanku. Sementara aku saja tidak tahu, kalau Justin adalah anak Kak Feli, karena pada saat itu kejadiannya begitu cepat. Dan yang pertama kali aku lihat ya Ernest bukan Kak Felix, jadi itu adalah anak Ernest bukan Felix!"


"Pokonya aku tidak mau kalau Ernest akan menceraikanku, sampai kapan pun aku tidak mau! Au sangat mencintainya, Yah, Bun. Bantu Moana menjelskan semua ini pada Ernest, Moana tidak mau kehilangannya. Please, bantu Moana, Ayah, Bunda, tolong bantu Moana hiks ...."


Moana mengamuk di ranjangnya, dia tidak bisa menerima kenyataan ini. Dia tidak ingin jika pernikahannya hancur hanya karena kesalah pahaman yang Moana sendiri tidak tahu.


Dari apa yang Moana jelaskan, bahkan sorotan matanya tidak memancarkan kebohongan kembali membuat Sakha dan Elice bingung. Mereka juga tidak tahu, kenapa mereka sangat percaya, bahwa menantunya itu tidak akan pernah melakukan hal-hal yang bisa menyakiti hati orang.


"Sabar, sayang. Sabar! Tenanglah dulu, Nak. Kamu sedang tidak baik-baik saja, Bunda tahu kamu khawatir dengan suamimu. Tapi, ini juga tidak baik, sayang. Apa bila kamu paksakan, itu hasilnya tidak akan sebaik apa yang kamu pikirkan."


"Saat ini Ernest tidak akan menerima penjelasan apa pun dari siapa pun, kamu harusnya sudah tahu soal ini jika Ernest sedang marah. Jadi, Bunda mohon stop memaksakan keadaan. Pulihkan kesehatanmu, pikirkan keadaan anakmu, dia sangat membutuhkanmu untuk terus berada di sampingnya!"


Elice menggenggam erat tangan menantunya, meskipun hatinya masih simpang siur untuk mempercayai menantunya atau tidak. Setahunya, kunci dari semua kejadian itu adalah Felix.

__ADS_1


"Apa yang di bilang Bundamu itu benar, Nak! Ayah sangat tahu bagaimana emosinya Ernest, jika kamu nekat maka kamu akan hanya mendapatkan rasa sakit. Lebih baik, kamu diam di sini dan berikan waktu untuk suamimu menenangkan pikirannya terlebih dahulu. Sekarang mending, kita fokus pada kesehatan Justin aja, untuk masalah itu kita urus nanti!"


Moana yang mendapatkan sedikit perhatian dari kedua orang tua Ernest, langsung menatap wajah mereka secara bergantian. Moana tahu, pasti kenyataan ini sangat menyakiti hati mereka.


Namun, yang Moana bingungkan adalah, kenapa mereka masih bisa sebaik ini untuk menemani menantunya bukan anaknya sendiri. Padahal, jelas-jelas Moana sudah menipu mereka, walau pun Moana sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya saat itu.


Elice dan Sakha yang di tatap seperti itu membuat mereka menjadi bingung. Elice segera menanyakan kepada Moana dengan penuh kasih sayang.


"Ada apa, sayang? Kenapa kamu menatap Bunda sama Ayah seperti itu, hem? Apa yang sedang kamu pikirkan?"


Moana menggelangkan kepalanya, dia menangis sesegukan ketika dia merasa bahwa kehadirannya dengan Justin telah membuat luka di hati mereka berdua. Meski pun, Moana tidak mengatakan apa-apa pada mereka, Elice sangat bisa menebak dari sorotan dan juga tangisan menantunya tersebut.


Anggukan kepala Moana mewakilkan jawabannya atas pertanyaan mertuanya, rasanya Moana tidak tahu ingin menjawab apa lagi. Semua kejadian ini berhasil membuatnya sangat-sangat syok.


Elice yang duduk di samping ranjang Moana, tepatnya di kursi tunggal hanya bisa tersenyum meneteskan air matanya. Bagaimana pun menantunya, bagi Elice Moana tetaplah menantu yang selama ini sangat menghargainya. Tidak sedikit pun Moana tidak menghormati mereka, bahkan Moana selalu mengurus mereka dengan sangat baik. Jadi, sudah pasti mereka sangat terpukul atas kejadian ini.


Hanya saja, mereka berusaha mengesampingkan semuanya. Sebab, yang saat ini mereka sedang lawan kemarahannya sendiri pada Moana untuk menggantinya dengan mengingat semua kebaikan yang Moana berikan selama ini.

__ADS_1


"Ma-maafkan Moana, Bun, Yah. Mo-moana tidak bermaksud untuk menipu atau membohongi kalian semua. Jujur, Moana tidak tahu sama sekali tentang semua ini. Apa yang Moana pernah sampaikan itulah kenyataan yang Moana ketahui. Begitu pun Ernets, tetapi saat kenyataan terbongkar Moana benar-benar bingung. Bagaimana bisa Kak Felix yang menjadi Ayah kandung dari Justin, ini sangat tidak masuk akal, Yah, Bun. Sedikit pun Moana tidak pernah bersentuhan pada Kak Felix, terus kenapa semua itu bisa terjadi? Kenapa, Ayah, kenapa, Bunda, kenapa hiks ...."


Tangisan pilu itu membuat Elice dan Sakha semakin menjadi bimbang. Mereka tidak tahu harus melakukan apa lagi, mereka hanya bisa menenangkan Moana agar kondisi tubuhnya tidak semakin melemah.


"Sudahlah, Nak. Lupakan sejenak semua yang telah terjadi, kamu harus fokus pada kesehatanmu. Kasihan Justin, bagaimana jika dia bangun terus mencarimu? Apa yang bisa kamu lakukan, ketika kamu masih terbaring lemah di bangkar ini, hem?"


"Untuk masalah itu, Ayah tidak tahu siapa yang menipu dan siapa yang di tipu. Ayah akan mencoba mencari tahu semua ini sampai ke akar-akarnya, agar kita bisa menyelesaikan semua masalah dengan cara baik-baik. Mau bagaimana pun, Justin tetap sudah aku anggap sebagai cucuku. Entah dia anak siapa, atau terlahir dari siapa, bagiku Justin tetap cucuku. Aku sudah menyayanginya sejak dia masih berada di dalam kandunganmu, jadi jangan berpikir anaeh-aneh."


"Ya, memang Ayah akui, Ayah dan Bunda sangat-sangat kecewa atas kejadian ini. Namun, kami berusaha untuk menanamkan serta mengingat semua kebaikanmu pada kami, sehingga kami hanya merasa marah karena kecewa bukan membencimu akibat kebohongan itu!"


Penjelasan dari Sakha, diangguki oleh Elice. Di mana tangan Elice terus mengelus kepala menantunya penuh kelembutan, keadaan ini semakin membuat Moana merasa bersalah dan terpukul. Dia benar-benar bersyukur telah mendapatkan mertua yang sangat baik, meskipun mereka marah, tetapi mereka tidak sampai memojokan menantunya atas apa yang sudah terjadi.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2