
Felix yang beberapa hari berada di Apartemennya langsung memutar otak untuk memikirkan semua kehidupannya yang telah hancur.
Pernikahan yang di impikan sudah berantakan. Hanya tersisa puing-puing kenangan indah, tanpa bisa lagi mewujudkannya. Kedekatan Felix sama Justin, selaku anak kandungnya sendiri telah sirnah. Belum lagi pekerjaan yang selama ini telah menghidupinya, kini telah tiada.
Felix harus memulai hidupnya dari nol kembali, di saat semua yang dia miliki telah hilang. Tidak ada lagi yang harus Felix banggakan, dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Hanya tersisa aset berharga serta tabungannya saja, itu pun Felix harus mengiritnya sebelum semuanya habis sia-sia.
Setelah lama berpikir bagaimana menjalani kehidupan untuk kedepannya, Felix harus menjual Apartemennya meskipun rasanya sangatlah berat. Apa lagi Apartemen itu di beli dari hasil bonus kerja bersama Ernest yang selalu di kumpulkan.
Namun, apa daya. Tidak ada pilihan lagi, jadi Felix memutuskan untuk menjualnya agar bisa membeli rumah yang terlihat sederhana untuk Felix tinggal selamanya bersama keluarga kecilnya nanti.
Rumah yang terbilang tidak kecil dan juga tidak mewah itu, setidaknya bisa mencukupi hidupnya selagi Felix berpikir untuk memulai merintis usaha barunya.
Proses itu memang tidaklah instan, jadi sementara waktu sebelum rumah menjadi miliknya dan proses penjualan Apartemen masih berjalan. Felix memutuskan tinggal di Apartemen sambil menyiapkan semuanya secara perlahan.
Rasa kesal di dalam hatinya masih membekas, sebab semua ini terjadi atas ulah Enza. Sampai detik ini pun keberadaan Enza tidak di ketahui oleh siapa pun. Pihak berwajib juga ikut serta untuk mencari keberadaan Enza.
Sampai seketika saat Felix melihat sudut demi sudut di Apartemennya. Semua bayang-bayang tentang Enza terus berputar di dalam pikirannya, hingga sangat mengganggu jam tidur Felix.
Biasanya Felix tidur dengan pulas, sekarang tidak lagi. Dia selalu kekurangan jam tidur dan membuat kedua kelopak matanya mulai menghitam atau sering kali di sebut dengan mata panda.
Namun, Felix tidak ingin berhenti untuk melepaskan Enza. Sampai ke lubang semut pun akan Felix cari, lantaran karena mantan tunangannya itu Felix harus kehilangan semuanya dalam hitungan detik.
__ADS_1
Bagaimana pun caranya, Felix harus terus berusaha untuk mencari tahu keberadaan Enza melalui sahabatnya, rekan kerja, produser atau orang-orang yang mengenali Enza.
Sayangnya, Felix tidak mendapatkan informasi apa pun mengenai Enza. Semenjak dia telah di berhentikan daru kerjaannya sebagai model, semua rekan-rekannya sudah tidak tahu lagi bagaimana keadaan Enza. Semua komunikasi juga telah putus begitu saja tanpa adanya sebab.
Di saat Felix sedang kebingungan atas nasibnya, ternyata orang yang dia cari saat ini sedang tertawa senang bersama seorang pria yang sangat tajir, melebihin kekayaan keluarga Ernest. Siapa lagi kalau bukan Enza, wanita licik yang telah berhasil menghancurkan kebahagiaan semua orang.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Di suatu tempat, tinggallah seorang pria tampan dengan kegagahan dan juga kekuasaan yang sangat tinggi di semua bidang bisnis. Apa pun yang Enza inginkan bisa dia dapatkan dengan mudahnya tanpa harus kerja.
Betapa bahagianya Enza saat ini. Dia tidak lagi bersedih ketika harus gagal menikah bersama Felix, karena dia sudah mendapatkan penggantinya yang jauh lebih baik dan juga jauh lebih kaya dari mantan tunangannya tersebut.
Saat ini, Enza tinggal bersama seorang pria yang pada waktu itu telah menolongnya. Kemudian membawanya pergi keluar negeri untuk ikut tinggal bersamanya ke Amerika.
Di sebuah Mansion yang sangat mewah, indah dan juga luas. Terdapat puluhan asisten rumah tangga, ratusan lebih penjaga yang mengelilingi rumah serta kendaraan-kendaraan mewah yang sangat langka.
Enza di perlakukan layaknya seorang Nyonya di dalam Mansion itu, apa pun keinginannya dia hanya tinggal bilang maka semua itu bisa langsung ada di depan matanya.
Enza tidak menyangka, hidupnya yang dulu sangatlah sulit sekarang telah menjadi wanita yang paling-paling bahagia. Bagaimana tidak, di negeri sendiri dia menjadi seorang burunan, tetapi di negeri orang dia bisa menjadi seorang Ratu di sebuah Istana yang sangat indah ini.
"Bi, tolong bawakan dessert sama minuman segar ke ruangan privat. Dan jangan lupa cemilan ringannya, saya tunggu!" ucap Enza. Tangannya memencet benda kecil, sehingga suaranya bisa langsung terdengar ke dapur yang letakknya di belakang Mansion.
__ADS_1
Kehiduoan Enza benar-benar berubah setelah beberapa hari pasca kejadiaan, di mana dia habis menculik Justin dan membuatnya hampir kehilangan nyawanya.
Mansion yang terbilang besar ini, di jaga ketat oleh orang-orang ahli yang berbadan besar dengan otot-otot yang terlihat kekar serta wajahnya begitu menyeramkan.
Setiap sudut rumah, selalu di jaga oleh seseorang bagaikan CCTV berjalan. Apa lagi, ketika ingin memanggil asisten rumah tangga selalu harus lewat benda kecil sebagai pelantara. Tidak seperti biasanya yang harus berteriak layaknya tarjan di hutan.
Tidak lama, makanan serta minuman pesanan Enza pun datang. Semua itu tidak lepas dari pemeriksaan orang-orang yang berjaga di luar ruangan. Saat di pastikan semuanya aman, pembantu itu segera memasuki ruangan khusus yang terlihat seperti bioskop.
Lampu tidak terlalu terang, cenderung sedikit gelap dengan beberapa kursi sofa mahal yang persis di susun bagaikan bioskop rumahan.
Enza begitu menikmati setiap layanan itu, tanpa sedikit pun mengeluh. Wajah tersenyum lebar, menandakan bahwa dia merasa seperti wanita yang sangat-sangat bahagia di muka bumi ini.
Selepas perginya asisten rumah tangga, datanglah seorang pria yang segera memasuki ruangan dalam keadaan gagah, datar dan juga tampan. Wangi parfum di tubuhnya mampu menarik perhatian Enza, dia langsung menoleh ketika mengenali wangi parfum yang sangat jarang di gunakan oleh seorang pria.
Kebahagiaan Enza sudah tidak bisa di jelaskan lagi, ketika pria itu sedikit membungkuk badannya tepat di hadapannya lalu mencium pucuk kepala Enza dan kemudian duduk di sebelahnya sambil tersenyum menyapanya.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung