
Sore hari menjelang malam, tepatnya pukul 18.30. Moana dan Ernest baru saja pulang ke rumah, mereka langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum makan malam.
Saat Moana ingin masuk ke dalam kamar mandi, Ernest langsung pergi lebih dulu dan menghalangi jalan istrinya.
"Saya mandi duluan!"
"Dishh, enggak bisa gitulah. Aku lagi hamil loh, masa Tuan tega membiarkan aku mandi malem-malem?"
"Tidak perlu drama, kau kira saya tidak tahu. Setiap hari libur kau selalu mandi jam 9 malam."
Mata Moana membesar saat mengetahui bila suaminya mulai memperhatikan dirinya. Ernest yang menyaksikan reaksi istrinya, malah mengangkat sebelah alisnya.
"Kenapa matanya begitu? Minta di colok?"
"Ekhem, ekhem ... Sepertinya diam-diam ada yang mulai memperhatikan kita, Sayang."
Moana mengelus perutnya yang sudah membuncit sambil tersenyum sesekali melirik suaminya. Ernest yang bingung, kembali mengingat kata-katanya. Dan, dia tersadar atas perkataannya.
Lagi-lagi, Ernest mulai salah tingkah dan langsung meninggalkan Moana yang terus menggodanya.
Namun, sebelum masuk ke kemar mandi Ernest mengatakan sesuatu yang berhasil menghilangkan senyum di wajah istrinya.
__ADS_1
"Sampai kapanpun, saya tidak akan pernah mencintaimu. Semua saya lakukan hanya semata-mata karena anak itu, paham!"
Setelah selesai mengatakan semua itu, Ernest langsung menutup pintu cukup keras bersamaan dengan wajah Moana yang menatap ke arah pintu.
Setetes air mata terjatuh dari sudut mata sebalah kanannya. Seharusnya Moana tidak perlu menangisi perkataan suaminya, karena bagaimanapun Moana sudah tahu semua itu dari awal mereka menikah.
Namun, entah mengapa kata-kata itu benar-benar lebih menyakitkan dari pada perkataan yang selama ini Ernest ucapkan.
Apakah ini karena Moana lagi hamil, makannya perasaannya menjadi sensitif? Atau karena Moana diam-diam memiliki perasaan pada Ernest?
Semua itu belum ada jawaban yang pasti, Moana sendiri pun tidak tahu dia kenapa menangis hanya mendengar ucapan suaminya. Bukannya Moana sudah mulai terbiasa, akibat pernikahan ini memang di lakukan atas dasar anak.
Moana langsung menghapus air matanya, lalu duduk di meja rias untuk menghapus semua make up yang dia gunakan sebelum mandi. Sesekali air mata itu menetes tanpa henti.
"Ingat, Moana. Harga dirimu itu tinggi, jangan sampai kau mengemis hanya karena cinta. Paham!"
Moana berbicara sendiri menatap ke arah cermin dengan suara pelan yang sangat tekankan, bertujuan untuk menguatkan dirinya sendiri. Setelah itu kembali membersikan wajahnya.
Sementara di dalam kamar mandi, Ernest merasa sedikit gelisah. Dia berjalan kesana-kesini sambil memikirkan perkataannya.
"Apakah tadi kata-kataku sangat menyakitkan untuknya?"
__ADS_1
"Aishh, ngapain juga aku memikirkan itu. Bukannya memang benar, kami ini menikah hanya demi anak itu. Jadi, wajar saja. Lagi pula, respon dia juga biasa-biasa aja. Kenapa aku malah jadi khawatir, aneh!"
"Sudahlah, mending aku mandi dari pada memikirkan yang tidak jelas!"
Ernest langsung menyalakan sower air hangat, lalu membuka pakaiannya sampai tidak ada yang menempel tubuhnya.
Semua rasa lelah yang ada di tubuhnya mulai luntur, ketika kucuran air tersebut mulai membasahinya. Kemudian Ernest menggosok-gosokkan rambutnya sampai berbusa.
Namun, saat Ernest lagi asyik mengeramasi rambutnya, tiba-tiba saja dia baru teringat akan sesuatu.
Dengan cepat Ernest langsung menyelesaikan mandinya, sebelum dia kembali lupa sama apa yang ada di isi kepalanya.
Selepas menyelesaikan tugasnya, Ernest keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit berbeda dari biasanya. Moana yang melihat suaminya merasa heran, akan tetapi dia tidak peduli.
Moana langsung saja pergi ke kamar mandi tanpa mengatakan satu kata pun, lalu menutup pintunya. Ernest tersenyum miring melirik ke arah kamar mandi, kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang ganti.
Nahloh, apa yang sebenarnya Ernest lakukan di kamar mandi? Kenapa seakan-akan, senyumannya seperti sedang merencanakan sesuatu kepada istrinya? Entahlah, selagi Moana aman di dalam kamar mandi itu tandanya tidak ada apa-apa dengannya.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung