Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kejadian Memalukan Untuk Thoms


__ADS_3

"Akhhhh, sh*it!" Suara yang terus terdengar di telinga Naya semakin membuat dia tidak tenang, sebab berulang kali memanggil dokter tetap tidak ada jawaban apapun sampai detik ini.


Bersamaan dengan suara itu, seorang dokter dan asisten suster masuk ke dalam ruangan dalam keadaan wajah mereka terlihat panik. Mereka hanya takut kalau sampai terjadi sesuatu pada Naya.


"Maaf, Nona. Kami sedikit terlambat, ada apa? Apa yang Nona keluhkan saat ini?" tanya sang dokter menatap panik wajah Naya yang saat ini terlihat gelisah duduk diatas bangkar.


"Dok, tolong Tu----"


"Aaakhhh ...."


Suara pelepasan yang terdengar begitu indah membuat sang dokter dan suster langsung menoleh kearah sumber suara, yaitu di kamar mandi. Mereka saling menatap satu sama lain karena merasa aneh dengan suara itu, lalu kembali menatap Naya.


"Astaga, Tuan Thoms!" ucap Naya wajahnya penuh kekhawatiran.


"Nona, a-apakah di dalam ada orang?" tanya sang dokter.


"Dokter dengar itu, 'kan? Nah, itu masalahnya. Di dalam Tuan Thoms sedang kesakitan karena burungnya bengkak. Jadi, dokter harus secepatnya tolongin Tuan Thoms, kasian dia. Dari tadi akhh, akhh, huhh, huhh mulu. Kalau enggak di oprasi aja atau di potong supaya tidak membuatnya kesakitan. Ayo, Dok, cepat lakukan jangan diam aja!"


Naya benar-benar syok atas kondisi Thoms yang menurut dia sangat memprihatinkan, andaikan kaki Naya yang terluka bisa dipakai jalan dengan benar. Sudah bisa dipastikan, bahwa Naya akan berlari menolong Thoms. Hanya saja dia kesulitan untuk berjalan, hingga harus meminta bantuan kepada sang dokter.


Dalam keadaan bingung, sang dokter kembali melirik suster yang tersenyum penuh arti. Sampai akhirnya mereka tertawa kecil yang semakin membuat Naya menjadi geram.


"Hyakk, kenapa kalian malah menertawakan Tuan sih, apa kalian lupa. Tugas kalian itu menolong pasien, terus kenapa saat Tuan Thoms kesakitan kalian malah tertawa seperti ini, dokter macam apa coba, hahh!"


Naya yang sudah benar-benar kesal tidak bisa lagi mengontrol perkataan yang keluar dari mulut. Saking paniknya wajah Naya ketika menduga kalau semua itu akibat rasa sakit yang Thoms derita, kini malah berhasil semakin membuat sang dokter dan asistennya tertawa karena apa yang Naya lakukan benar-benar lucu.

__ADS_1


Di usianya yang terbilang sudah seharusnya mengetahui semua itu, tetapi Naya malah terkesan sedikit polos akibat pergaulan Naya hanya ada di dalam lingkungan pekerjaan bukan yang lain. Sehingga, Naya hanya tahu bagaimana cara menghasilkan uang tanpa harus memikirkan masalah percintaan.


Selesai melakukan pelepasan yang sangat nikmat menggunakan tangannya, Thoms langsung membersihkan semua sisa susu kental manis yang berserakan di lantai kamar mandi sampai tidak tersisa. Kemudian Thoms kembali memakai semua celana serta merapikan agar tidak terlihat berantakan.


Thoms tersenyum menatap cermin saat merasa tubuhnya sudah jauh lebih nyaman dari yang tadi. Thoms tidak menyangka kalau kali ini diatelah menciptakan suasana berbeda dari yang bisa dilakukan. Sudah lama Thoms tidak menggunakan tangan untuk memanjakan sang adik, tetapi tetap saja Thoms merasa asing karena rasanya jauh berbeda dari kenikmatan yang selalu dia rasakan ketika menggunakan sebuah goa yang indah.


"Apakah Tuan di dalam sendiri atau bersama---"


"Sendirilah, mau sama siapa cba? Apa dokter tidak lihat, aku di sini. Jadi, mana mungkin kita satu kamar mandi. Emangnya dokter kita aku istrinya apa!"


"Tenang, Nona. Jangan panik seperti itu, Tuan yang Nona maksud itu tidak dalam kesakitan. Dia hanya sedang menu taskan sesuatu yang seharusnya dia tuntaskan. Maklumlah, seorang pria memang suka seperti itu karena adik kecilnya terlalu sensitif."


"Adik kecil? Maksudnya----"


Belum juga selesai berbicara, Thoms sudah keluar dari kamr mandi dalam keadaan pakaian kembali rapi juga wajahnya yang terlihat jauh lebih segar dari yang sebelum Naya lihat.


"Ada apa ini? Kenapa ada dokter di sini? Apa kau merasa kesakitan? Atau----"


"Tidak, Tuan. Nona Naya hanya salah paham, dia mengira Tuan lagi kesakitan. Tahunya Tuan sedang bermain dengan burung hehe ...."


Perkataan sang dokter langsung membuat asistennya tertawa ketika melihat wajah Thoms begitu syok. Wajah merah menandakan kalau Thoms sangat malu atas apa yang dilakukan oleh Naya, dia benar-benar memanggil dokter untuk memeriksa si kecil yang tidak sakit sama sekali.


Namun yang anehnya, kenapa sang dokter mengetahui semua itu. Apakah suara indah yang dihasilkan dari permainan tangan bisa sampai terdengar keluar? Jika benar, ini adalah kejadian yang sangat memalukan seumur hidup Thoms. Tanpa harus berbasa-basi lagi, Thoms langsung tutup points menanyakan apa yang ada di dalam pikirannya.


"A-apa dokter mendengar suara-suara dari kamar mandi?" tanya Thoms.

__ADS_1


Dokter mengangguk perlahan sambil tersenyum. "Ya, Tuan. Suara itu benar-benar terdengar sangat indah."


Thoms bergegas kembali memasuki kamar mandi, lalu menutup dengan keras sambil menyandar di belakang pintu. Pandangan mata Thoms lurus ke arah depan, wajah memerah dengan dada busur yang mulai naik-turun. Napas Thoms tersenggal-senggal akibat rasa gugup juga panik yang sangat tidak wajar.


Baru kali ini Thoms dipermalukan oleh seorang wanita aneh seperti Naya, entah Naya beneran polos atau bo*doh, Thoms tidak tahu. Dia hanya tidak menyangka, Naya benar-benar menganggap kalau adik kecil Thoms memang sedang sakit. Sehingga tanpa sepengetahuan Thoms, Naya tetap memanggil dokter untuk memeriksa si adik kecil yang terbilang baik-baik saja.


Sang dokter dan suster tertawa geli melihat kelakuan Thoms yang cukup menggemaskan. Apa lagi, Naya. Dia masih dalam keadaan bingung saat melihat celana Thoms suda kembali rata tidak seperti sebelumnya yang terlihat bengkak.


Ketika sang dokter sudah memastikan tidak ada sesuatu yang membahayakan, tanpa berlama-lama dia segera berpamitan pada Naya untuk kembali meneruskan tugasnya yang masih banyak. Kemudian sang dokter keluar dalam keadaan menggelengkan kepala saat menangani pasien seunik Naya dan Thoms.


Akibat ulah Naya yang polos tidak karuan, sang dokter merasa bersemangat kembali untuk menjalani tugas yang menumpuk. Padahal sebelum itu dia merasa sangat lelah karena dari pagi sampai larut malam seperti ini harus tetap berjaga, tetapi berkat hiburan dari Naya energi mereka berasa kembali terisi penuh sehingga mereka bisa menyelesaikan tugasnya penuh semangat juga senyuman.


"Apa yang aku lihat tadi? Kenapa burung Tuan tidak sebesar tadi? Apa di dalam Tuan melakukan oprasi sendiri?"


"Apa tadi aku salah lihat? Terus suara tadi, suara apa? Tuan kaya kesakitan, tapi juga keenakan. Ada apa dengan burung Tuan? Apakah semuanya baik-baik aja?"


Naya selalu bertanya-tanya pada dirinya sendiri dengan nada yang cukup pelan. Setelah itu bodyguard yang lain kembali masuk untuk menggantikan bodyguard yang tadi sedang mengisi perutnya.


Di saat Thoms sudah mulai tenang, Naya kembali memanggilnya untuk memastikan apakah keadaan Thoms baik-baik saja atau tidak. Hanya berselang beberapa detik, Thoms keluar dengan wajah datar mendekati Naya sesekali memantau apa dokter tadi sudah keluar atau belum. Ketika mengetahui di ruagan hanya ada Naya dan satu bodyguard, Thoms langsung percaya diri membenarkan jas lalu berjalan mendekati bangkar Naya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2