
"Aku tahu kok, kalau kamu pasti sudah mulai mencintaiku 'kan, Nest? Hanya saja kamu belum bisa berdamai dengan hatimu sendiri, kenapa? Apa karena kamu masih kesal dengan kejadian itu?"
"Tidak bisakah kamu sedikit saja mengikuti apa kata hatimu, aku yakin pasti hubungan kita akan jauh lebih baik dari ini bila kita bisa saling jujur. Aku harap, semoga kita bisa bersatu dalam ikatan cinta. Entah karena apa dan bagaimana, saat ini aku hanya tidak mau kehilanganmu. Sekarang ataupun esok dan selamanya, aku ingin kita selalu bersama!"
"Aku janji, aku akan tetap berusaha untuk membuatmu kelak bisa menyadari bila cinta itu ada di dalam hatimu. Jadi, cobalah sedikit saja lihat dirimu sendiri dan rasakan bagaimana hatimu. Karena aku tahu kok, kamu itu sebenarnya sudah menyadarinya. Namun, kegengsian yang membuatmu sulit untuk mengakuinya bila kamu memang sudah memiliki perasaan itu untukku."
Suara hati Moana terus berkicau sambil melirik ke arah Ernest, dimana posisinya saat ini sedang terdiam fokus menatap ke arah jalan dengan wajah datarnya.
Namun, sesekali tanpa di sadari oleh Moana. Ernest meliriknya dengan tatapan rasa bersalah. Dia tahu bila kata-katanya yang tidak sengaja keluar dan kembali menyakiti hatinya. Akan tetapi, Ernest tidak tahu dia harus melakukan apa lagi. Semua itu spontan keluar langsung dari mulutnya tanpa di rangkai.
"Maafkan aku, Na. Bila kata-kataku tadi membuatmu sakit, tapi jujur aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya belum siap untuk mengatakan semua ini. Bayang-bayang akan kejadian itu terus berputar, dimana aku sangat kesal saat melihat wajahmu. Tapi, percayalah. Aku telah berusaha untuk menjadi suami yang baik untukmu dan juga Daddy yang hebat untuk anak kita. Kamu hanya menunggu waktu yang tepat itu datang, maka aku akan mengatakan apa yang aku inginkan!"
"Ehh, tapi ngapain juga aku minta maaf sama dia? Aku 'kan tidak salah, wajar ajalah aku begitu. Lagi pula yang namanya perasaan itu tidak perlu di ungkapkan, cukup buktikan saja. Dia ngerasa syukur, enggak ya sudah. Biarkan, yang jelas aku sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik. Dahlah kenapa harus aku pikirin sih, mendingan sekarang aku fokus untuk nyetir dari pada anakku kenapa-kenapa. Bahaya!"
Pertengkaran antara batin dan juga pikiran menyatu membuat Ernest selalu bingung dengan arah tujuannya sendiri. Satu sisi dia ingin sekali mengatakan semua itu, tetapi satu sisi lagi selalu menahannya dengan alasan yang berbeda.
Itulah, yang namanya gengsi bercampur ego. Dia masih belum bisa memisahkan antara hati dan pikirannya. Seharusnya, jika memang dia sudah menyadari akan yang namanya cinta. Ernest harus bisa melawan gengsinya demi mendapatkan cintanya, sebelum dia kehilangan akan semuanya.
Ketika sampai di rumah, Erenst dan Moana turun dari mobil bersama Justin. Dimana mereka berjalan layaknya orang yang sedang bermusuhan. Hanya saja, Ernest tetap memperhatikan langkah Moana meskipun diam-diam.
Sampai saat pintu utama terbuka terdengar suara yang cukup mengejutkan dari konfeti yang di ledakan di udara, hingga serpihan kertas warna-warni jatuh tepat di atas kepala mereka bertiga.
__ADS_1
"Welcom to Baby Justin!"
Sakha dan Elice begitu bahagia, terlihat dari wajahnya. Mereka berdua langsung mengambil Justin dari tangan Moana, lalu menggiringnya untuk masuk ke dalam rumah menuju ruang keluarga.
Di sana sudah di siapkan berbagai cemilan, minuman dan sebagainya untuk menyambut mereka. Bahkan di situ juga ada Felix yang menunggu untuk melihat anak mereka.
Felix yang memang sudah di anggap sebagai saudara sendiri oleh Ernest, memang sudah sangat akrap oleh Elice dan juga Sakha. Bahkan dia merasakan bagaimana cara menggendong bayi dengan benar untuk pertama kalinya.
Wajah Felix begitu bahagia dan juga terharu bisa menggendong Justin. Sampai matanya berkaca-kaca saat menyaksikan ponakannya yang tampan, dan sangat mirip dengan Moana.
Akan tetapi, saat Felix ingin menciumnya. Ernest yang terbilang posesif terhadap anaknya, langsung merebutnya. Dia tidak ingin siapapun menyentuh anaknya dengan bebas, kecuali dirinya, Moana dan juga kedua orang tuanya.
Sementara Moana sebagai seorang Ibu hanya bisa tersenyum melihat sikap posesif Ernest kepada anaknya.
"Apa mungkin kelak aku akan berada di posisi, Justin? Dimana bila Ernest sudah menyayangiku, dia akan sangat posesif seperti ini? Entahlah, aku hanya bisa berharap semoga semua waktu itu segera tiba. Aku tidak tahu sampai kapan aku terus berjuang untuknya. Sementara dia, selalu berusaha menghancurkan perjuanganku dan juga pertahanku terhadapnya."
Tidak terasa mata Moana berkaca-kaca, pada akhirnya Elice pun segera mengajak mereka untuk makan bersama setelah semua makanan sudah di hangatkan kembali.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
1 Minggu berlalu, Justin terus menangis hampir 2 jam sekali. Apa lagi tengah malam, itu sangat mengganggu jam istirahat Moana. Semua itu karena Justin sedang kuat-kuatnya menyusu.
__ADS_1
Apa lagi ASI Moana memang terbilang sangat banyak, sampai beberapa kali dalam sehari Moana harus memompa ASI-nya yang penuh agar tidak membuat tubuhnya tersiksa.
Malam hari tepatnya pukul 02.00. Suasana terbilang sangat sunyi. Moana yang sedang tertidur pulas, tidak mendengar suara Justin menangi. Sementara Ernest masih berada di ruang kerjanya.
Namun, saat Ernest kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Dj kejutkan oleh tangisan Justin, entah sudah dari kapan Ernest pun tidak tahu. Dia hanya berusaha menggendong anaknya untuk menenangkannya, sesekali matanya tidak tega melihat Moana.
Suasana semakin menjadi ricuh, lantaran Justin tidak ingin meminum ASI melalui dot. Dia hanya ingin meminumnya langsung dari sumbernya, akan tetapi Ernest segan untuk mengganggu jam tidur Moana yang terlihat begitu kelelahan.
Sampai seketika Ernest yang sudah pusing, tidak ada cara lain lagi. Dia harus membangunkan Moana, karena dialah yang bisa menenangkan Justin.
Dengan perlahan Ernest duduk di samping ranjang sambil menggendong Justin, kemudian dia mulai membangunkan Moana dengan cara menepuk kecil pipinya.
Namun, dia malah mendapatkan reaksi Moana yang sangat mengejutkan dirinya. Sehingga, Ernest tidak bisa berkutik, tubuhnya seakan menjadi kaku saat mendapatkan respon luar biasa dari istrinya.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1