Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Bermain Bersama Gatot


__ADS_3

Pada akhirnya dia menemukan 2 cara yang cukup membuatnya ragu. Dimana dia harus mengeluarkan oli suaminya dengan cara menggunakan tangan ataupun mulut.


Akan tetapi, saat menggunakan mulut terbilang cukup ekstrem dan juga menjijikan bagi seseorang yang belum pernah melakukan. Bahkan banyak keterangan dampak dari semua itu. Sampai kini, Moana bingung apa yang harus dia lakukan. Terbilang ini merupakan hal pertama kalinya bagi Moana harus melakukannya, demi menolong suaminya.


"Huhh, ayo Moana. Ayo! Kau pasti bisa, jika tidak kamu keluarkan itu bisa menjadi penyakit untuk suamimu. Oke, jika kamu merasa geli dan juga tidak berani. Anggaplah semua itu bagaikan sebuah pertolongan yang sangat berarti bagi suamimu, sehingga kamu akan tetap berusaha melawan rasa yang membuatmu kembali teringat!"


Suara hati Moana cukup membuatnya bimbang. Satu sisi Moana berusaha untuk melawan dirinya dari rasa trauma yang masih sedikit membekas, dan satu sisi lagi dia tega melihat suaminya.


Dengan susah payah, Moana memejamkan matanya. Lalu, menarik napasnya dalam-dalam kemudian mengeluarkannya bersamaan sambil membuka matanya.


Perlahan dengan sedikit gemetar, Moana mendekati wajah Ernest sambil berbicara pelan yang membuat mata Ernest perlahan terbuka.


"Bo-boleh aku i-izin untuk mengeluarkan semua yang sedang kamu tahan ini dari tubuhmu? Aku hanya ingin sekedar membantumu, bukan mencari kesempatan dalam kesempitan. Jadi---"


"La-lakukanlah, a-aku tidak bisa menjelaskan bagaimana rasanya. Su-sungguh ini benar-benar tidak enak. Ba-bantu aku!"


Tangan Ernest memegang wajah Moana perlahan menatap manik matanya. Dimana Moana bisa merasakan bagaimana tersiksanya Ernest, meskipun berkali-kali dia telah menyakitinya. Rasa cinta yang Moana berikan sangatlah besar.


Moana menganggukan kepalanya, lalu dia mulai mengambil alih untuk membuka celana Ernest. Matanya mulai tertutup akibat rasa malunya, tapi tangannya terus mencari si Gatot sampai ketemu.

__ADS_1


"I-ini a-apa? Ko-kok keras banget da-dan panjang? A-apa ini miliknya?" ucap Moana di dalam hati sambil mera*ba sesuatu yang masih terbalut segitiga berwarna abu-abu.


Ernest hanya bisa mengeluarkan suara merdunya ketika merasakan si Gatot di sentuh oleh istrinya. Napasnya perlahan tersenggal-senggal saat tangan Moana masih penasaran untuk memegangnya.


Setelah melihat tutorial bagaimana caranya mengganti oli, mata Moana terbuka sedikit demi sedikit bersamaan dengan segitiga berwana abu-abu yang dia tarik sebatas lutut sama persis seperti celananya.


Betapa terkejutnya Moana ketika tangannya memegang Gatot yang berukuran hampir mendekati jumbo, kurang lebih panjangnya sekitar 16,5 cm.


Bagaimana tidak terkejut, tangan mungil milik Moana saja hampir tidak muat untuk menggenggamnya. Moana benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa Gatot membesar seperti ini. Sampai-sampai dia memikirkan apa yang suaminya makan sehari-hari, karena si Gatot tumbuh subur dan juga gagah perkasa.


"Gi-gila, i-ini miliknya be-beneran sebesar ini? Pa-pantas saja pas waktu itu rasanya sakit banget, ternyata miliknya seperti sosis jumbo. Ehh tu-tunggu dulu, a-apa ini bengkak karena dia menahan sesuatu? Ji-jika begitu berarti aku harus segera menuntaskannya, sebelum dia semakin membesar!" gumam batin Moana yang masih syok.


Moana mulai bermain perlahan bersama Gatot, mengikuti apa yang dia lihat di ponselnya. Akan tetapi, tangan Moana refleks di pegang oleh Ernest dan di ajari bagaimana cara bermain yang benar untuk memu*askan si Gatot.


"Ehmm, huhh ... Arghh ...."


Suara itu berulang kali terdengar refleks membuat sesuatu di bawah sana menjadi linu. Hanya saja Moana menahan sesuatu di area terlarangnya yang sedikit menyambar.


Setelah di rasa Moana sudah terbiasa, Ernest melepaskan tangannya. Sedangkan Moana kembali melanjutkan aksinya untuk memuaskan suaminya menggunakan tangan.

__ADS_1


Kurang lebih 10 menit, tetapi tidak kunjung datang. Tanpa di sangka-sangka saat Moana sedikit menambah tempo tangannya, reaksi Ernest di luar dugaan. Suaranya semakin berisik membuat Moana malah menjadi semangat, hingga dia mulai lihai melakukannya.


Meskipun tangannya mulai pegal dan lelah, tapi Moana tidak menyerah saat melihat wajah suaminya yang memerah.


Di menit ke-35, akhirnya Ernest melakukan pelepasan yang dari tadi dia tunda dengan perasaan begitu lega. Bahkan cairan tersebut sampai muncrat mengenai wajah Moana saking kencangnya.


"Hyakk, dasar tidak tahu terima kasih. Sudah dia bantuin malah aku di semprot, woalah kambing!" pekik Moana langsung pergi membersihkan wajahnya di kamar mandi. Kemudian beberapa menit dia kembali dan membantu Ernest untuk membersihkan Gatot menggunakan tisu basah.


Sementara Ernest langsung tertidur pulas sambil mendengkur, seakan-akan tidak terjadi sesuatu padanya.


Namun, saat selesai membersihkan. Moana terkejut dengan penampilan Gatot yang mengecil dan sangatlah lucu. Dia terkekeh sendiri ketika melihat milik suaminya, lalu mengembalikannya ke dalam sarangnya.


Keringat yang masih membasahi wajah Ernest, langsung Moana bersihkan menggunakan tisu kering. Setelah itu Moana membersihkan semuanya, dan tertidur di samping Ernest dalam keadaan memeluknya.


Entah kenapa, posisi seperti ini membuat Moana sangat nyaman. Walau suaminya terbilang sangat menyebalkan, tetapi dia mampu membuat Moana jatuh cinta untuk pertama kalinya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2