Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Rahasia Tertutup


__ADS_3

"Tuan, maaf ini mau saya taruh di mana?" ucap salah satu pengawalnya sambil membungkukkan badannya tepat di sampingnya.


Semua orang menoleh ke arah pengawal itu, di mana pria tersebut melupakan oleh-oleh yang dia bawa untuk keluarganya.


"Itu apa, Pah?" tanya sang Kakak, penasaran.


"Astaga, aku sampai lupa! Ohya, Ini ada oleh-oleh buat kalian, satu buat Kakak, satu buat Adek dan satunya buat Mommy. Semoga kalian suka ya," ucap pria itu, sambil memberikan paper bag satu persatu kepada pemiliknya.


Betapa terkejutnya sang Kakak ketika mendapatkan robot kesukaannya yang sangat bagus. Sedangkan sang adik mendapatkan mobil-mobilan yang super mewah, sementara Mommynya mendapatkan tas branded yang lebih mahal di antara kedua anaknya.


"Waaw, bagus banget robotnya. Terima kasih, Pah. Aku suka banget, aaaaakhhh ...." ucap sang Kakak, memeluk hadiahnya.


Sang adik pun tertawa senang saat melihat mobil-mobilannya bisa berbunyi layaknya mobil beneran.


Saking penasarannya, sang adik turun dari pangkuan Papahnya bersama sang Kakak. Mereka berdua bermain penuh kebahagiaan, membuat Mommynya tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Gimana, suka sama hadiahnya?" tanya pria itu menoleh sambil mengukirkan senyuman.


"Kenapa Kakak melakukan semua ini? Ini sudah terlalu berlebihan, jika Kakak terus menerus memanjakan mereka itu hasilnya tidak akan baik buat perkembangan mereka nantinya. Kalau pun Kakak ingin menyenangkan mereka, lebih baik ajak mereka jalan-jalan melihat alam di mana mereka bisa belajar dari beberapa kehidupan orang lain di luar sana," jawab wanita itu mengkhawatirkan tentang kedua anaknya.

__ADS_1


Mungkin untuk saat ini mereka hanya merasa senang akan hadiah-hadiah yang telah di berikan. Akan tetapi, kedepannya tidak ada yang tahu. Apakah niat baik Papahnya yang ingin membuat anaknya bahagia, bakalan berbuah manis atau pahit yang nantinya bisa merubah sifat anak-anaknya ketika dewasa.


"Kamu tenang aja, mau mereka sampai punya cucu bahkan menumpang hidup padaku pun aku tidak akan masalah. 20 keturunan hartaku tidak akan habis, walau kalian menghambur-hamburkannya setiap hati. Jadi, aku bisa yakinkan mereka tidak akan bertengkar hanya karena uang!"


"Ckk ... Terserah Kakak ajalah, aku capek ngasih tahu Kakak. Tidak semua kebahagiaan bisa Kakak beli dengan uang. Lebih baik aku tidak punya uang, tapi anak-anakku saling menyayangi dari pada aku hidup bergelimang harta, anak-anakku saling bertengkar."


Pria itu hanya tersenyum saat melihat wajah wanitanya terlihat kesal atas ulahnya. Untuk beberapa menit, sang adik menangis lantaran dia sudah mengantuk. Mommynya langsung mengambil alih dan menggendong anaknya, kemudian membawanya ke kamar untuk menidurkannya.


Sang Kakak masih bermain untuk beberapa saat ke depan. Lalu, pergi ke kamarnya karena matanya sudah mulai mengantuk. Seperginya sang Kakak, pria itu juga pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian serta membersihkan tubuhnya.


Sekitar jam 11 malam, di mana anak-anak sudah pada tertidur pulas. Wanita itu pergi ke arah kolam renang untuk menemui pria yang sudah mengirimkan pesan padanya.


"Apa kamu masih mengenali pria ini?" tanyanya, menunjukkan sebuah foto ke arahnya.


Mata wanita tersebut menatap ke arah foto yang sudah ada di tangannya. Seketika matanya membola saat mengenal dengan jelas siapa yang ada di dalam foto.


"E-ernest? Be-benarkah ini Ernest, Kak? Ko-kok bisa dia berpenampilan seperti ini? Bukannya dulu dia selalu mengutamakan penampilannya agar terlihat rapi di depan semua orang, terus ini?"


"Entah, aku juga bingung. Mungkin itu semua karena dia masih di hantui oleh rasa penyesalan atas meninggalnya kalian. Semenjak kehilanganmu, dia tidak peduli lagi sama penampilannya, bahkan dia bersikap jauh lebih dingin dari sebelumnya,"

__ADS_1


"Sampai segitunya? Bu-bukannya dia akan menikah sama wanita yang jadi asistennya itu?"


"Tidak, wanita itu ternyata hanya sebagai alat untuk menyakitimu. Dikarenakan dia melakukan itu semua, di paksa oleh Ernest. Sebagai imbalan dia akan mendapatkan gaji besar dan juga pekerjaan layak, yaitu sebagai asisten pribadinya. Satu yang harus kamu tahu, Moana. Asisten Ernest, sekarang memiliki kedekatan sama pria yang dulu telah menjebakmu. Aku rasa sebentar lagi mereka akan meresmikan hubungannya."


Moana terkejut, dia kira Dinda benar-benar akan menjadi istri keduanya. Maka dari itu Moana memilih untuk pergi menjauh demi menyelamatkan mental Justin yang mulai terganggu.


Loh kok bisa Moana dan Justin masih hidup? Bagaimana ceritanya mereka bisa pergi tanpa sepengetahuan Ernest dan keluarganya?


Lantas, apakah Moana bisa secepat itu kembali menikah bersama pria yang belum di ketahui? Dan, benarkah anak keduanya itu adalah anak dari pria tersebut? Entahlah, kisah itu masih tertutup rapat. Sebagai sebuah rahasia yang masih tersimpan.


Moana terdiam mendengarkan bagaimana kondisi suaminyang sudah dia tinggalkan itu. Rasanya Moana sedikit kasihan, saat mendengar cerita bila kehidupan Ernest jauh lebih menyukai kesendirian dari pada berkumpul. Apa lagi, saat melihat penampilan Ernest yang sangat kusut, berantakan serta rahangnya mulai di penuhi oleh bulu-bulu halus yang selama ini selalu di jaganya.


Bagaimana Moana tidak sedih, rasanya dia ingin sekali kembali menemuinya. Akan tetapi, Moana memiliki ketakutan tersendiri akan lukanya yang sewaktu-waktu bisa kembali setelah dia memilih untuk bersatu.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2