Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Memberikan Kesempatan Pada Felix


__ADS_3

Melihat penyesalan yang teramat mendalam itu, membuat Elice dan Sakha ikut merasakan. Mereka berdua memang tahu, sebenarnya Felix adalah orang yang baik.


Namun, saat melakukan kesalahan besar. Felix malah lepas tangan demi keegoisannya sendiri untuk menyelamatkan hubungannya dengan mantan kekasihnya itu. Pada akhirnya Felix mendapatkan hasil dari apa yang dia tanam.


Pernikahannya kandas, cintanya di khianati, kehilangan pekerjaan, orang yang telah di anggap keluarga membencinya dan juga harus menahan rindu cukup mendalam, akibat sebuah jarak yang Moana berikan padanya untuk menemui anaknya.


"Ma-maafkan Ayah, Justin. Ayah telah membuatmu berada di dalam kesulitan, semua ini salah Ayah. Andai saja, pada saat itu Ayah bertanggung jawab atas Mommymu pasti hidupmu bisa bahagia seperti anak pada umumnya!"


"Ini bukan salahmu, Sayang. Ini salah Ayah! Ayah yang sudah membuatmu ada di jurang penderitaan, maka dari dari itu. Ayah rela menukar semua rasa sakit yang selama ini kamu derita sama nyawa Ayah sendiri, Ayah siap! Asalkan kamu bisa membuka matamu untuk tetap meneruskan hidup yang masih panjang ini."


"Biarlah, semua ini Ayah yang nanggung. Sudah seharusnya Ayah yang menderita, bukan kamu. Kamu itu anak baik, begitu juga Mommymu. Jadi, Ayah harap Justin bisa kembali sehat ya, Ayah kangen lihat senyum dan juga tawa Justin. Bagi Ayah, melihatmu tersenyum di sisa umur Ayah itu sudah membuat Ayah sangat bahagia, dari pada Ayah melihatmu dalam kondisi menyedihkan ini."


"Sakit, Nak. Sakit! Ketika semua kesalahan yang Ayah perbuat malah berimpas padamu, sementara hidup Ayah tidaklah sesakit apa yang kamu rasakan selama ini. Sekali lagi, maafkan Ayah, maaf!"


Felix terus berusaha untuk tetap kuat walaupun kakinya sudah sangat lemah, ketika dia harus menyaksikan kondisi anaknya yang sudah tidak berdaya di atas bangkar dengan semua luka di badannya terbungkus oleh perban putih.

__ADS_1


Elice yang mendengar kata-kata Felix menjadi begitu sedih, dia tidak menyangka di balik kesalahan Felix yang jauh lebih besar dari Ernest. Dia bisa berdamai sama keadaan yang begitu menyedihkan.


Berbeda sama anaknya yang tidak melakukan kesalahan, tetapi malah meletakkan dirinya berada jauh lebih bersalah dari pada Felix.


Sakha mencoba untuk berjalan beberapa langkah, lalu berdiri di samping Felix sambil menepuk kecil tangannya di pundak beberapa kali.


"Tenanglah, anakmu tidak apa-apa. Aku yakin dia akan segera pulih bersama Moana. Percaya, Tuhan itu maha penyembuh. Sekalipun tidak ada obat di dunia ini yang tidak bisa di sembuhkan, maka jalan satu-satunya adalah berdoalah. Semoga saat mereka bangun nanti, mereka bisa memaafkan segala kesalahanmu di masa lalu. Dan kamu bisa berdamai dengan semuanya!"


"Aku tahu, kesalahan yang kamu perbuat memang tidak pantas mendapatkan maaf. Cuman, melihat ketulusanmu ini membuat hatiku serta istriku tersentuh. Kami tidak tahu, magnet apa yang kamu berikan sehingga kami luluh. Akan tetapi, kami akan berusaha sebisa mungkin untuk berbicara pada Moana agar bisa memberikan ruang tersendiri supaya kamu bisa kembali menemui anakmu."


Mendengar penjelasan dari Sakha, hati Felix langsung tersentuh. Dia tidak menyangka kalau Sakha memberikan kesempatan untuk membantunya kembali bersama Justin. Walau, Felix tahu betapa sakitnya hati kedua orang tua Ernest tetapi dia cukup senang. Sebab, mereka akan membantunya kembali dekat dengan anak kandungnya sendiri.


Kurang lebih 15 menit Ernest masih berada di ruangan ICU, sang suster terpaksa harus memintanya keluar demi kenyamanan pasien yang tidak bisa di kunjungin terlalu lama.


"Maaf, Tuan. Ini sudah terlalu lama, Tuan harus kembali keluar karena pasien perlu istirahat!" titah sang suster, mencoba untuk menasihati Ernest.

__ADS_1


"Tidak, pokoknya saya ingin di sini nemenin istri dan anak saya! Kalau kau mau pergi, pergilah! Jangan pernah ganggu saya, karena saya tidak mau keluar dari tempat ini. Jadi stop memaksa saya!" pekik Ernest berusaha untuk melawan sang suster.


"Tapi, Tuan. Waktu yang di tentukan hanya 10 menit. Dan Tuan sudah lebih dari 15 menit. Jadi, saya mohon. Tolong pengertiannya, Tuan! Pasien harus beristirahat tanpa kunjungan!" ucap sang suster sedikit tegas.


"Tidak, saya tidak mau! Pergi, pergi!" teriak Ernest, tangannya selalu mencoba menangkis tangan dari sang suster yang beberapa kali memegangnya.


Tanpa di sengaja, Ernest mendorong sang suter sampai tubuhnya sedikit membentur bangkar Justin. Melihat adanya keributan di dalam, Sakha langsung bertindak.


Sakha masuk ke dalam ruangan untuk menarik anaknya keluar sesuai apa yang di katakan sang suster. Walaupun, beberapa kali Ernest menolak. Kekuatan Sakha berhasil mengamankan Ernest dan segera membawanya keluar ruangan, supaya tidak membuat kegaduhan di dalam.


Namun, ketika Ernest keluar dengan di keadaan kesal, marah dan juga sedih. Elice mbantu Sakha untuk menenagkan anaknya yang masih meraung-raung. Sampai akhirnya, mata Ernest tidak sengaja melihat ke arah Felix membuat kedua orang tuanya mulai khawatir dan juga panik. Sama halnya Felix, dia juga menatap Ernest dengan tatapan sedikit menyeramkan.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2