Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Drama Daddy & Anak


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Justin masih terus menyesuaikan hatinya supaya tidak lagi merasa takut, benci, bahkan amar apabila melihat wajah Thoms yang selalu berkeliaran di depannya.


Kondisi Thoms sudah sangat sehat dan dalam waktu beberapa hari dia akan terbang ke negaranya demi menuntaskan semua urusan bekerjaan yang harus di selesaikan dan kembali negera ini demi masa depannya yang ada di sini.


Tepat di pagi hari semua orang pergi ke ruang makan bersama-sama dan duduk di kursi masing-masing. Di atas meja sudah ada beberapa menu makanan enak yang tidak terlalu mahal, tetapi kenyang di perut.


Moana memasak semua menu itu di bantu oleh Naya sedikit-sedikit supaya tidak duduk saja yang malah membuat gadis itu bosan. Naya merasa bahagia karena diperlakukan layaknya keluarga, padahal sama sekali tidak ada titisan da*rah mereka yang mengalir di darahnya sebagai keturunan. Namun, bagaimana lagi. Semua takdir ini atas izin Tuhan sesuai janji-Nya. Dia akan membayar semua rasa sakit yang sudah diberikan dengan rasa bahagia jika mereka mampu lewatinya penuh keikhlasan.


"Ayo, makan yang banyak, Thoms, Naya. Biar kalian cepat sembuh, semangat lagi. Masa iya, calon pengantin kurus yang ada nanti dikira gak diurusin lagi. Ayo, nambah-nambah!" titah Elice menyodorkan piring berisikan lauk kepada mereka berdua dengan penuh kasih sayang.


Sakha tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri seperti memaksakan Naya dan Thoms untuk menambahkan makanan ke atas piring, sementara mereka sudah merasa kenyang.


"Udahlah, Bun. Jangan dipaksa, mereka udah makan banyak loh, masa iya, mau ditambahin lagi. Bisa-bisa perut mereka meledak, yang ada malah sakit bukan sembuh," ucap Sakha, cuek.


"Hehe ... Ya, maaf, habisnya gimana, Yah. Namanya juga orang sayang pasti begitulah, perhatian ke anak masa gak boleh sih," jawab Elice, cemberut.


"Bukan gak boleh, Bun. Sayang boleh, tapi jangan terlalu berlebihan kasihan mereka nanti malah gak nyaman loh, Bunda mau?" tanya sang suami mendapat gelengan kepala dari istrinya.


"Udah gapapa, Yah. Kami masih kuat kok, ini aku nambah ya, Bun." Thoms tersenyum menambahkan sayur kangkung ke atas piringnya.


"Aku juga nambah ini, Bun. Jadi, udah ya, jangan cemberut, oke? Senyum dong, hehe ...." Naya pun mengambil lauk ke atas piringnya demi membuat Elice kembali tersenyum.


Melihat tingkah sang istri yang menggemaskan, Sakha tertawa sambil meneruskan makanannya. Sedangkan Moana tersenyum melihat wajah Elice kembali bersinar akibat ulah sang kakak dan calon kakak iparnya itu.

__ADS_1


Akan tetapi, tanpa mereka sadari ada kedua orang yang kompak memasang wajah kesal karena merasa sudah tidak diperhatikan kembali oleh Elice semenjak kehadiran mereka.


"Oh, gitu ya, Bun. Semenjak ada Kakak ipar di sini Bunda sudah tidak peduli sama aku, hanya mereka yang diperhatikan. Sedangkan aku dan anakku sudah tidka berarti lagi untuk Bunda, sungguh kejamnya Bunda ini."


Semua langsung menatap ke arah Ernest dengan wajah bingung dan terkejut akan drama yang dia lakukan bundanya sendiri. Wajah sedih, kesal, sampai harus berpura-pura mengambek membuat mereka syok.


"Tahu nih, Oma. Kenapa pas ada Papa Oma jadi begini sama kita, apa salah kita sampe Oma melupakan kita? Jelas-jelas kita jauh lebih tampan dari Papa kenapa hanya Papa yang Oma perhatikan. Sungguh, teganya Oma pada Justin dan Daddy. Hanya mereka yang Oma perhatikan, sedangkan kita hanya di cuekin keterlaluan, Oma. Tega sekali Oma pada cucumu yang baik, ganteng, imut, dan menggemaskan ini telah dicampakkan sungguh kejamnya Oma padaku."


Elice benar-benar frustrasi mendengar kata-kata Justin hingga membuat matanya membelalak lebar tak percaya akan drama yang dibuat kompak oleh daddy dan anak itu.


Semua terkekeh geli melihat ekspresi Justin dan Ernest yang membuat Barra pun ikut ikutan meskipun, anak kecil itu tidak paham tetap saja dia seakan-akan mengerti apa yang diperpincangkan oleh sang daddy dan kakaknya.


"Astaga, Justin, mukamu loh, itu ya ampun lucu banget. Hahah ...." Naya tak kuat menahan tawa saat Justin hanya melirik gemas wanita tersebut.


"Ya ampun, Bunda sama Moana dulu ngidam apa sih, kenapa mereka mirip banget kalau lagi begini hahaha ...." Goda Sakha malah mendapat tatapan sinis dari Ernest dan Justin, "Uppss, so-sory, Opa tidak bermak- bhuahah ...."


Tak kuat menahan tawa, akhirnya ruang makan menjadi pecah. Biasanya hanya terdengar suara percakapan, pertengkaran makanan, sekarang malah tertawa akibat ulah daddy dan anak yang begitu menggemaskan.


Elice tertawa paling keras bahkan perutnya langsung merasa sakit membuat Ernest dan Justin pun ikut tertawa, tetapi hanya sekilas dan kembali cemberut dengan kesal lantaran Elice tidak peka.


Siapa sangka, Elice segera meminta maaf dan melayani anak serta cucunya itu dengan drama kembali hingga semakin membuat mereka menjadi kesal.


"Uhhh, tayang. Cini-cini Oma perhatiin ya, aduh, aduh ... Oma sampai lupa memperhatikan kalian. Ini buat Justin, di makan ya, habisin," ucap Elice menaruhkan 2 naget serta sayur di atas piring sang cucu membuat Justin tersenyum lebar.

__ADS_1


"Makasih, Oma cantik. Nanti bikinin Justin cakek tiramisu ya, Oma. Oke?"


"Siap, ganteng. Nanti siang Oma bikinin oke, sekarang makan dulu habisin," jawab Elice diangguki oleh Justin dengan rasa senang menghabisi makanan yang sudah diambilkan.


Selepas itu, Elice kembali mengambilkan Ernest sayur dan lauk membuat sang anak tersenyum lebar. Namun, ketika Elice mengambilkan nasi kembali di situlah pecah sudah tawa mereka hingga tak berhenti.


"Aaaa ... Bunda! Justin cuma diambilin lauk, kenapa aku malah sama nasinya, Bunda kata aku apaan makan segini banyaknya!" bantah Ernest dengan rengekkan kekesalan.


"Katanya mau disayang-sayang, ya, udah makan ayo, habisin anakku sayang yang ganteng, baik, bijaksana, sedikit ngeselin, pemarah, ambekan, egois. Pokok uhh ... Gemes deh, mau cubit ginjalnya hahah ...."


Begitulah Elice, semakin dia dibercandakan semakin jahil sikapnya untuk mengerjai sang anak. Justin sana tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal sang daddy akibat ulah omanya.


Sementara Moana sudah tidak kuasa melihat itu semua. Dia menangis sampai hampir saja ngompol di celana jika tidak langsung berlari ke arah kamar mandi dekat dapur.


Thoms merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarga bajagia ini, meskipun rasa bersalahnya pada kedua ponakan masih terus berlarut. Canda tawa yang terlihat di wajah Justin mampu menghapus luka sedkit di hatinya karena melihat kedua ponakan kembali tertawa.


Barra juga sudah tidak rewel ketika melihat Thoms dan sudah mulai dekat kembali dengannya meskipun, itu masih dalam tahap perlahan. Hanya tinggal mengambil hati Justin aja yang masih sedikit keras untuk ditaklukkan.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2