
"Astaga, perasaan apa ini? Kenapa rasanya aku kaya anak ABG lagi jatuh cinta sih, sumpah! Hatiku rasanya dag-dig-dug serrr ... Gimana gitu. Apakah malam ini, akan menjadi malam yang spesial untukku dan Ernest? Jika benar, apakah ini awalan untuk kami bisa bersatu? Atau, Ernest hanya ingin membuatku baper saja?"
"Aaakhhh ... Kenapa aku jadi gugup gini sih! Huhh, huhh, huhh. Pokoknya apapun yang terjadi nanti, cobalah untuk perpikir positif, Moana. Ingat! Keajaiban itu pasti ada, 4 tahun kau bertahan dengan segala sifat menyebalkan suamimu itu. Akan tetapi, akan ada masanya kamu bisa merasakan balasan yang setimpal darinya. Percayalah, Tuhan selalu berpihak pada orang yang benar!"
Moana berbicara di dalam hati kecilnya sambil melihat ke arah samping, menatap pemandangan jalan yang terasa gelap, sunyi dan juga lampu-lampu jalan yang terlihat indah.
Satu notif dari suaminya muncul, membuat Moana segera membukanya. Kata demi kata yang Moana baca di dalam hati, malah semakin membuat Moana menjadi tegan tidak karuan. Jantungnya terus berdebar cepat, sampai wajahnya pun mulai memerah.
Bibir tipis mulai terukir lebar, layaknya seseorang yang sedang malu-malu kucing untuk mengakui betapa romantisnya seorang Ernest malam ini.
[Bagaimana? Apakah kamu sudah berada di jalan? Jika sudah, sampaikan salamku pada Pak supir untuk mengendarai mobilnya dengan hati-hati. Dikarenakan, dia sedang membawa seorang bidadari bukan barang! Kalau saja tubuhmu terdapat luka secuil pun, maka bersiaplah nyawanya akan menjadi taruhannya!]
Suasana hati Moana tidak bisa lagi di bohongi, baginya malam ini adalah malam yang paling terbaik di dalam hidupnya selama menikah bersama Ernest. Ibaratkan malam seribu bulan yang sangat terang, seakan-akan sebentar lagi keajaiban berada di dalam genggaman tangannya.
Moana tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa tersenyum meneteskan air mata kebahagiaan sambil memegang erat ponselnya lalu memeluknya. Moana langsung membayangkan seandainya malam ini Ernest akan menyatakan cintanya, maka dia akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.
"Jika ini adalah sebuah mimpi, aku rela tidak bangun untuk sementara waktu. Tidak apa, bila aku di bilang egois dan sebagainya. Setidaknya aku bisa merasakan hangatnya pelukan kasih sayang yang suamiku berikan, meskipun sikapnya masih terlihat monoton."
Hati Moana terus berbicara tanpa henti di penuhi oleh harapan-harapan yang baik. Satu pintanya, dia tidak ingin malam ini cepat berlalu, sebab sudah lama untuknya menunggu momen ini. Kalau memang Ernest tidak menyatakan cinta, Moana tidak masalah. Asal malam ini akan menjadi malam terindah untuk mereka berdua memulai hubungan yang lebih erat lagi.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
...Restoran Bintang 5, Rezpecto Delicious....
__ADS_1
Mobil yang di kendarai oleh Moana telah sampai di parkiran Resto. Sang supir turun dari mobil, kemudian membukakan pintu sebelah kanan bersamaan keluarnya Moana yang sangat cantik.
Gaun yang berwarna-warna bagaikan air laut, langsung menjadi pusat perhatian banyak orang yang lalu lalang. Moana berterimakasih kepada sang supir yang sudah mengantarkannya, kemudian berjalan angun bagaikan Tuan Putri memasuki Resto.
Sampai akhirnya ada seorang pelayan wanita yang datang menghampirinya, lalu membawanya ke tempat dimana Ernest sudah menunggu.
Perlahan Moana berjalan sambil tersenyum, meski banyak mata yang memandangnya Moana tetap setia pada satu tujuannya. Kemudian, kakinya melangkah menaiki anakan tangga satu demi satu dan berhenti tepat di atas Rooftop Resto.
Pemandangan yang sangat indah terpancar begitu menakjubkan. Moana sampai menutup mulutnya yang terbuka lebar akibat tidak percaya sama apa yang dilihatnya saat ini.
Pemandangan Rooftop yang sangat romantis, sama persis seperti adegan yang ada di film-film romansa. Moana sampai membayangkan apakah memikirkan semua ini membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun? Sehingga, baru sekarang Ernest bisa memberikan kejutan kepadanya.
Taburan kelopak bunga yang bertebaran dimana-mana, lalu di hiasan lilin yang berada di dekatnya membuat kelopak bunga itu menjadi seperti indah. Belum lagi lampu-lampu yang berwarna-warni berhasil menambahkan kesan keromantisan tersendiri.
Sampai akhirnya, mata Moana mulai beredar mencari sosok pria yang dari tadi telah membuat jantungnya berdebar-debar, bagaikan seseorang yang baru merasakan cinta.
Seorang pria dengan kemeja hitam, rambut tersusun rapi dan juga aroma parfum yang sangat dia kenali. Kini telah berhasil membuat Moana langsung menatap punggungnya. Dimana pria itu sedang menatap ke arah bawah gedung sambil menyaksikan pemandangan malam yang cukup menenangkan hatinya.
__ADS_1
"E-ernest, ka-kamu ya-yang menyiapkan ini semua?" tanya Moana, suaranya terdengar lirih dan terbata-bata.
Setelah mendengar suara yang sangat Ernest kenali, dia pun perlahan mulainberbalik. Kemudian, matanya menatap takjub ke arah istrinya. Betapa terkejutnya Ernest saat bola matanya hampir jatuh, akibat menyaksikan kecantikan istrinya menggunakan gaun yang dia belikan khusus untuknya.
Kecantikan yang terlihat natural dan juga identik, membuat Ernest tidak bisa mengalihkan pandangannya ke arah istrinya. Dia tidak pernah membayangkan, jika Moana bisa secantik itu.
4 tahun sudah, Ernest hidup bersama Moana. Akan tetapi, baru inilah kecantikan Moana terlihat yang sangat berbeda. Sama halnya, seperti Moana. Dia juga begitu takjub akan ketampanan suaminya yang jarang sekali dia lihat serapi dan semanis ini. Persis seperti seorang Pengeran yang ingin melamar Tuan Putri yang cantik jelita.
"Ka-kamu ca-cantik banget hari ini, Moana. A-aku benar-benar tidak salah pilih, ternyata gaun itu sangat cocok di tubuhmu yang mulus itu."
Suara hati Ernest bergetar, ketika dia melihat keajaiban dari gaun yang dibelikan bisa merombak istrinya. Perlahan Ernest mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati istrinya, dengan pandangan yang terus menatap manik matanya.
"Su-sungguh, di-dia tampan se-sekali malam ini," ucap Moana di dalam hatinya.
Mereka melangkah bersama untuk mencapai satu tujuan. Saat tubuh mereka sudah berhadapan satu sama lain, tatapan mereka hanya terpaku pada bola mata. Senyuman yang Moana berikan, berhasil memancing mata Ernest untuk menatapnya.
Tangan yang awalnya terdiam, lama-kelamaan sudah berada tepat di pipi Moana. Ernest mengusapnya penuh kasih sayang, sehingga saat wajah Ernest ingin mendekatinya. Moana refleks langsung memejamkan matanya untuk beberapa detik, dan kembali terbuka lebar saat terkejut melihat aksi suaminya.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1