Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Depresi


__ADS_3

Saat sang dokter datang, Elice segera keluar untuk menunggu kabar selanjutnya tentang menantunya itu. Tidak lama, selesai mengantarkan Felix ke ruangannya. Sakha segera mendekati istrinya dan merangkulnya, di mana Elice memeluk Sakha dan menangis di dalam pelukannya.


"Gimana ini, Sayang. A-aku tidak rela bila anak dan menantuku berpisah, karena aku tidak mau kehilangan semua kebahagiaan itu. Aku tidak akan mempermasalahin siapa Ayah kandung Justin. Bagiku, Justin tetaplah cucu kesayanganku. Sampai kapan pun dia tetap cucuku, titik!"


Suara isakan tangis Elice seakan menggentarkan hati suaminya. Sakha tidak menyangka apa bila istrinya memiliki hati yang begitu besar untuk bisa menerima Justin sebagai cucu kesayangannya. Meskipun dia sudah tahu, siapa Justin sebenarnya.


Sementara Sakha, dia memang telah menyayangi Justin. Dia juga sudah menganggap Justin cucunya sendiri, tetapi tidak sebesar rasa sayang Elice terhadap Justin. Sakha sendiri masih ada sedikit keraguan apakah dia bisa menerima Justin sesuai sama ucapannya atau tidak.


"Sstt, tenanglah dulu, Sayang. Aku akan berusaha mempertahankan rumah tangga anak kita. Aku akan coba untuk berbicara pada Ernest dan menjelaskan semua itu padanya, kalau Moana tidak ikut serta dalam kejahatan yang Felix lakukan."


"Kamu harus bisa kuat, kamu tidak boleh terlihat lemah seperti ini. Ingat, Sayang. Moana sangat-sangat membutuhkan dukungan dari kita, terutama dirimu karena kalian sama-sama perempuan. Jadi, kuatkan mentalmu dan cobalah untuk berpikir positif untuk mereka. Supaya nanti, Moana bisa tambah semangat lagi untuk mengambil hati suaminya seperti awal mereka menjalani rumah tangganya."


"Istriku ini bukan wanita yang lemah, jadi ayo dong, Sayang. Kamu harus bisa membantu Moana agar mentalnya tidak sampai terkena guncangan, aku takut jika semua ini mengganggu mentalnya. Maka, itu tidak akan baik untuk Justin. Kamu, paham 'kan maksudku, hem?"


Nasihan yang Sakha berikan pada istrinya, hanya di angguki oleh Elice. Dia tidak tahu harus menjawab apa lagi, pikiran benar-benar kacau. Ketakutan yang cukup mendalam berhasil membuat Elice pesimis, dia tidak ingin keluarga anaknya hancur hanya karena kesalah pahaman di antara mereka.


Seharusnya, jika memang Ernest telah mencintai Moana maka keadaan seperti ini hanya membuatnya sedikit kecewa. Dan tidak seharusnya sampai mengakhiri hubungan mereka, sebab Ernest belum mengetahui cerita yang sesungguhnya.


Sakha mencoba untuk mengerti keadaan istrinya sambil terus menenangkannya sambil mereka menunggu sang dokter yang masih memeriksa kondisi Moana.

__ADS_1


Tidak berselang lama, sang dokter pun keluar dari ruangan bersama asistennya yang kembali menutup pintu ruangan Moana.


Elice melepaskan pelukan suaminya dan berjalan lebih dulu untuk mendekati sang dokter dalam keadaan wajah yang lesu dan sembab.


"Dok, bagaimana keadaan menantu saya?" ucap Elice, cemas.


Sakha segera merangkul sambil mengelus punggung istrinya, supaya dia bisa menurunkan rasa cemasnya lantaran itu tidak akan baik bagi kesehatannya.


"Tenang ya, kita dengarkan dokter dulu. Aku yakin menantu dan cucu kita semuanya akan baik-baik saja, percayalah!" ucap Sakha, mendapat senyuman dari sang dokter.


"Tap----"


"Namun, Tuan dan Nyonya cukup doakan saja agar Nyonya Moana selalu sehat-sehat demi kesembuhannya. Hanya, satu yang membuat saya khawatir. Ekspresi Nyonya Moana terlihat sangat datar, apa lagi ketika saya ajak berbicara Nyonya Moana lebih banyak berdiam diri, kalau pun menjawab itu terdengar sangatlah irit. Dari sini bisa kita pastikan bahwa Nyonya Moana sangat terpukul atas kejadian hari ini."


"Untuk itu saya bisa pastikan jika Nyonya Moana terkena sedikit benturan di mentalnya. Jadi, Nyonya dan Tuan harus bisa bersabar untuk menghadapi semua ujian ini. Di mana cucu kalian sedang berjuang untuk hidup, dan sekarang menantu kalian yang berjuang untuk menerima kenyataan."


Ini yang dari tadi Elice khawatirkan mengenai keadaan Moana. Tidak mungkin, kalau Moana tidak terkena gangguan di mentalnya saat kejadian yang tidak pernah di bayangkan bisa terjadi.


Sakha pun terkejut, baru tadi dia membahas semua ini pada istrinya. Dan, sekarang sang dokter sudah menjawab semua kedilemaan Elice.

__ADS_1


"A-apakah itu artinya menantuku depresi gitu, Dok?" tanya Sakha, mewakilkan istrinya.


"Bisa di bilang begitu, Tuan. Hanya saja, Depresi yang Nyonya Moana lakukan lebih ke diam bukan agresif atau ngamuk-ngamuk seperti yang lain. Jadi, sedikit aman. Hanya saja, Tuan dan Nyonya harus sering-sering mendampingi serta mengajaknya untuk berbicara agar depresinya tidak semakin berlarut," ucap sang dokter wajah terlihat serius.


"A-apakah i-itu akan lama sembuhnya, Dok?" tanya Elice, tangisnya kembali runtuh.


"Saya kurang tahu, Nyonya. Semoga saja tidak lama, apa bila Nyonya Moana kembali tersenyum itu akan mempercepat proses penyembuhannya. Kalian sabar aja ya, saya akan melakukan semuanya sebisa saya, supaya Nyonya Moana bisa kembali pulih," sahut sang dokter tersenyum.


Setelah medengar penjelasan itu, Sakha segera memeluk istrinya dan tumbahlah yangis Elice yang cukup deras. Apa yang dia takutkan telah terjadi, sehingga dia tidak bisa melakukan apa pun kecuali, berdoa dan terus mensuport cucu serta menantunya.


Sang dokter pun pamit untuk meninggalkan ruangan Moana, dan Sakha sama Elice segera masuk untuk mengecek bagaimana kondisi menantunya ketika habis tidak sadarkan diri tadi.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2