Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Terlihat Lebih Tua


__ADS_3

Bodyguard tersebut hanya bisa menundukkan pandangannya karena sang majian mulai menatapnya. Ketika Moana mengatakan sesuatu, barulah bodyguard berani menatapnya.


"Ada apa dengan anak aya, Pak? Kenapa dia bersikap aneh seperti ini? Apakah terjadi sesuatu selama di toilet?"


"Saya kurang tahu, Nya. Saat saya ingin menemani Tuan Justin ke kamar mandi, Tuan meminta saya agar menunggu di dekat toilet saja, sebab Tuan ingin belajar mandiri. Tapi, sebelum itu saya memeriksa semuanya terlebih dahulu. Dan setelah aman, barulah saya mempersilakkan Tuan Justin untuk masuk. Kemudian melarang yang lain masuk ke dalam toilet sebelum Tuan keluar."


"Jika semuanya aman kenapa dia terlihat ketakutan seperti ini?"


Justin langsung berlari memeluk Moana, di mana tubuhnya bergetar hebat. Ini bukan lagi soal ketakutan, jika Justin sudah begini artinya dia sedang mengalami rasa cemas yang sangat berlebihan ketika trauma yang dia hadapi kembali terjadi.


"A-ayo, pulang, Mom. Ayo hiks ... Justin tidak mau di sini, pokoknya kita harus pulang. Justin mohon, Mom. Justin mohon!"


Suara rengekkan dipenuhi rasa takut membuat Moana menjadi bingung. Dia hanya bisa memeluk anaknya sambil menenangkannya. Sementara Barra berada di stroller bayi dalam keadaan anteng menggigiti mainan karet yang aman untuknya.


"Ada apa dengan Justin? Kenapa dia bisa seperti ini? Masalah apa yang kamu hadapi, Nak. Please, jangan buat Mommy khawatir seperti ini. Mommy bingung harus melakukan apa lagi. Hati Mommy rasanya hancur, Sayang. Melihat Justin ketalutan begini, kalau ada apa-apa cerita sama Mommy, jangan diam terus!"


"Justin mau pulang, hiks ... Mau pulang!"


Berulang kali Justin meminta Moana agar mereka semua bisa segera pergi dari sana. Hanya saja, Justin tidak bisa mengatakan apapun. Semua itu karena ketakutan di dalam pikiran Ernest, tentang mimpi buruknya kalau suatu saat nanti dia akan kehilangan Moana dan Barra.


Di saat Moana sedang bingung, bodyguardnya segera memberikan sedikit penjelasan agar Moana bisa mengerti apa yang terjadi pada anaknya beberapa saat lalu.

__ADS_1


"Nyonya, maaf sebelumnya. Ketika saya memperbolehkan Tuan Justin masuk ke toilet, di dalam ada seorang laki-laki berusia 30 tahunan. Dia orang biasa seperti pada umumnya, tapi beberapa menit lalu saya mendengar teriakan Tuan Ernest yang sangat keras. Tuan mengatakan kalau pria itu bukan Daddynya dan dia bukan Justin, saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saat saya masuk ke dalam toilet, pria itu dalam posisi terjatuh dan Tuan langsung berlari begitu saja. Anehnya, pria itu menangisi Tuan seperti sangat mengenalinya."


Wajah Moana langsung berubah drastis ketika mendengar penjelasan yang di sampaikan oleh salah satu bodyguard yang selalu menjaga Justin kemanapun.


"A-apakah bener yang dikatakan Paman itu, Kak? Da-Daddy yang dimaksud itu, Daddy Ernest?"


Bibir Moana bergetar ketika dia harus menyebutkan nama pria yang sangat dia cintai. Selama ini dia hanya mencurahkan semua kerinduannya pada langit dan bintang agar bisa menjaga serta memberikan warna untuk menjalani hidup yang jauh lebih bahagia tanpanya.


Justin menatap manik mata Mommnya yang mulai berlinang, rasanya dia tidak tega untuk menceritakan siapa yang dia temui di toilet.


Namun, apa daya. Justin hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai tanda, bila semua yang dikatakan olehnya adalah sebuah kebenaran yang mutlak.


Setelah mendapatkan jawaban dari Justin, air mata Moana langsung runtuh begitu saja. Dia tidak menyangka, Ernest bisa ada di dekat dia setelah kurang lebih 1 tahun lebih mereka tidak pernah bertemu.


Moana berpikir trauma Justin kembali muncul. Padahal sebenarnya, ketakutan itu bukan berasal dari trauma akan bentakan Ernest pada Justin. Melainkan ketakutan yang ada di mimpi Justin, di mana kembalinya Ernest hanya untuk mengambil Mommy serta adiknya.


Moana memeluk erat Justin mencoba untuk menenangkannya, lalu memberikan minum. Setelah tangisannya mulai mereda. Moana meminta pada salah satu bodyguardnya untuk mencoba menelusuri, apakah orang tersebut masih ada di sekitaran Restoran atau tidak.


Beberapa menit, bodyguard yang di suruh Moana kembali dan mengatakan apa bila orang tersebut masih ada di dalam Restoran.


Tidak perlu khawatir, mereka bisa pergi tanpa sepengetahuan Ernest melalui pintu belakang Restoran sesuai sama rencana bodyguardnya. Semua udah di konfirmasi oleh pihak Restoran, sehingga mereka bisa keluar dengan bebas.

__ADS_1


Sementara Ernest, sepanjang dia kembali setelah kehilangan jejak Justin. Sikapnya sedikit aneh, meski terlihat baik-baik saja. Sering kali Ernest tengal-tengok untuk mencari keberadaan Justin di sekililing Restoran. Ketik tidak menemukannya, hatinya begitu sakit. Sampai-sampai Ernest tidak konsen untuk membahas semua pekerjaannya.


Hingga akhirnya, rekan bisnisnya menyarankan agar Ernest kembali ke Apartemen karena wajahnya terlihat pucat dan juga cemas. Jadi, kemungkinan Ernest sedang kelelahan sehingga menjadi tidak fokus untuk meneruskan meetingnya.


Ernest meminta maaf berulang kali, setelah mendapatkan respon yang baik. Dia segera pulang, untuk mencari Justin di dekat Restoran.


Ternyata tanpa di sadari, mobil mereka terpakir bersebrangan. Ernest yang masih mencari Justin di sekitaran parkir, membuat Moana yang melihatnya tanpa di sengaja hanya bisa menatap tanpa berkedip.


Air matanya kembali terjatuh bersamaan dengan senyuman di bibirnya yang mulai terukir. Tangannya perlahan mulai memegang kaca mobil seakan sedang memegang pipi Ernest.


"Sa-sayang, i-ini benarkah kamu? Kalau benar, kenap bisa kamu berpenampilan seperti ini? Jujur, ini bukan Ernest yang seperti aku kenal. Dulu kamu selalu mengutamakan penampilan, dan sekarang? Wajahmu terlihat lebih tua dari usiamu dan fisikmu tidaklah segagah dulu. Ada apa, Ernest? Ada apa denganmu?"


Moana berbicara di dalam hatinya ketika mobilnya berhasil melewati Ernest tanpa ketahuan. Justin hanya bisa memeluk Mommynya dari samping, sedangkan Moana memeluk Barra sesekali menenangkan Justin yang terlihat seperti ketakutan melihat Daddynya.


Selepas perginya mobil Moana, Ernest entah mengapa selalu melihat ke arah mobil yang semakin menjauh. Rasanya Justin dan Moana seperti ada di sana, tetapi dia tidak menemukan apapun dari mobil hitam yang kacanya tidak bisa di tembus pandangan mata.


Kurang lebih 30 menit Ernest tidak menemukan Justin, dia langsung kembali ke Apartemen dalam keadaan badan yang sudah tidak karuan. Dia masih belum percaya 100 persen, apakah itu beneran Justin atau hanya ilusinya semata.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2