Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Montana Restaurant


__ADS_3

Wajah Justin langsung ceria ketika bisa memeluk kedua orang tuanya secara bergantian. Kebahagiilan itu yang selalu Justin rindukan, ketika keluarganya bia berkumpul seperti ini.


Ernest langsung mengangkat Justin ke atas pangkuannya, lalu memeluk erat membuat Barra pun menjadi iri. Dia langsung menangis di dalam pelukan Elice yang berdiri didepan mereka.


"Uhh, Sayang. Sini sama mommy, gendong mommy, ya!"


Baru saja Moana ingin mengambil Barra dari gendongan Elice, Barra malah melentangan tangannya ke arah Ernest membuat Moana sedikit cemberut.


"Ishh, dasar anak daddy semua. Bisa-bisanya pada milih daddy, sedangkan mommy? Huhh ... Ya, sudahlah!" seru Moana, melipat kedua tangan di dada saat melirik Ernest memeluk kedua anaknya.


"Sabarlah, Sayang. Namanya juga anak-anak, itu artinya aku lebih unggul darimu. Benar, 'kan?" ucap Ernest menggoda Moana dengan menaik-naikkan alisnya.


"Eleehh, aku yang melahirkan mereka. Aku yang bertaruhkan nyawa, bisa-bisanya mereka malah memilih dirimu yang menyebalkan!" jawab Moana, kesal.


"Ya, mana aku tahu? Tanya saja sama mereka, toh mereka yang milih aku hihih ...." Ernest tertawa bersama Justin juga Barra. Seakan-akan mereka bertiga sedang meledek Moana yang semakin membuat wajahnya cemberut kepanasan.


"Aaa ... Bunda! Lihat tuh, mereka malah meledekku. Padahal aku yang melahirkan, malah mereka berdua memilih daddynya. Bunda, tahu sendiri, bagaimana menyebalkan pria itu. Cuman, tidak ada dari mereka yang memilih diriku. Sungguh, kejam dan tega para pria itu!"


Moana mengadu sama Elice, lalu memeluknya bagaikan anak yang sedang manja. Sedangkan Sakha, terkekeh kecil melihat keluarga kecil anaknya yang semakin terlihat bahagia.


Pemandang inilah yang selalu Sakha nantikan. Jikalau memang sudah waktunya dia dipanggil oleh Tuhan, maka Sakha sudah siap menerima semua yang sudah digariskan oleh Tuhan. Apa lagi tugas untuk menjaga anak berserta sang istri telah selesai. Mungkin, tinggal Sakha menyerahkan istri tercinta agar dijaga oleh anak kesayangan yang akan menjadikan tugas sang ayah.


Namun, kembali lagi. Masih ada satu perasaan yang mengganjal di dalam hati Sakha. Dia belum bisa melepaskan semua itu, lantaran ada sesuatu yang Sakha sembunyikan dari keluarganya. Sebisa mungkin Sakha berusaha untuk menjaga serta melindungi mereka dari sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan.

__ADS_1


Elice terkekeh memeluk menantu kesayangannya sambil mencium pipi Moana. Justin yang tidak tega melihat sang mommy bersedih seperti itu, langsung turun dari pangkuan Ernest lalu memeluk kedua kaki Moana.


"Mommy jangan sedih lagi, Justin minta maaf ya, Justin udah meledek mommy. Pokoknya mommy jgn takut, Justin sama Barra sayang banget mommy kok. Sama kaya kita sayang sama daddy, suer deh, Justin enggak bohong!"


Justin berbicara sambil mendongak ke atas menatap wajah Moana yang sudah melepaskan diri dari pelukan Elice. Kemudian, dia sedikit membungkukkan badannya untuk jongkok dihadapan Justin dan kembali memeluknya.


"Akhh, sayangnya mommy. Terima kasih, Sayang. Mommy juga sayang banget sama Justin, Barra juga daddy. Kita harus bahagia terus ya, Sayang?" ucap Moana mencium seluruh wajah Justin.


"Harus dong, Mom. 'Kan sekarang kita udah ada daddy, itu artinya keluarga kita udah lengkap. Jadi, kita tidak boleh sedih-sedih lagi. Oke?" ucap Justin diangguki oleh Moana sambil tersenyum, kemudian memeluk Justin kembali.


Melihat adegan itu, Barra lagi-lagi merasa iri. Dia langsung menjulurkan tangannya sambil berteriak sesuka mulut yang memang belum lancar untuk berbicara, bertujuan agar Barra bisa memberikan kode tertentu pada sang mommy.


Moana terkekeh sendiri melihat Barra yang tidak ingin kalah dari sang kakak, tawa mereka benar-benar membuat Thoms yang ada di hotel tersenyum kecil. Thoms merasa sangat bahagia, dia bisa menyaksikan adik kesayangan menikah juga memiliki keluarga mertua yang begitu sayang terhadapnya.


Kakak harap, setelah ini tidak ada lagi luka yang harus kamu terima. Kakak cuman ingin melihat kamu bahagia, meskipun kakak sendiri tidak tahu sampai kapan dendam ini ada dan sampai sejauh mana kakak sanggup hidup penuh sendiri. Terpenting, satu harapan juga doa kakak agar kamu dan anak-anak bisa selalu sehat, bahagia sampai akhir hayat. Aamin!


Cukup, kakak saja yang merasakan semua penderitaan ini dalam hidup yang selalu dipenuhi oleh dendam terhadap pembu*nuh keluarga kita. Jika kakak sudah bisa membasmi orang tersebut, kakak janji! Kakak akan berubah jadi orang yang kamu inginkan, dan kembali hidup dengan jalan Tuhan!


Thoms berbicara di dalam hatinya saat melihat rekaman yang di kirim oleh salah satu anak buahnya. Di mana Moana serta anak-anak sudah kembali hidup tenang tanpa adanya luka yang selalu menghantui.


Setelah selesai melihat rekaman itu, Thoms pun berdiri dari tempat duduknya lalu memasukan ponsel ke dalam saku celana. Kemudian dia pergi keluar dari kamar hotel menuju restoran yang tidak terlalu mewah. Semua itu demi menjaga Thoms dari orang-orang yang sangat mengenalinya. Tidak lupa, Thoms juga memakai topi serta masker mulut hitam demi menjaga privasinya.


Maklum saja, ini negara asing yang sewaktu-waktu identitas Thoms bisa tersebar luas. Berbeda sama negara tempat dia tinggal, lantaran hampir semua negara telah mengenali siapa Thoms sebenarnya. Bukan hanya itu, mertua juga suami Moana tidak mengetahui jati diri Thoms hingga dia ingin menjaga privasi sebelum menemukan di mana pelaku tersebut.

__ADS_1


...🌟🌟🌟🌟🌟...


...Montana Restaurant...



Sebuah restoran yang tidak terlalu mewah, tetapi memiliki desain cantik. Sebanding dengan restoran yang memiliki bintang satu ataupun dua. Suasana sejuk dan menyatu dengan alam menjadi pilihan Thoms untuk makan siang. Tidak lupa Thoms juga sangat mengapresiasikan pemilik restoran, lantaran bisa membuat rumah makan yang bisa untuk makan ataupun nongkrong.


Restoran yang hampir mirip dengan caffe ini memang sangat jarang dikunjungi oleh orang-orang biasa, hanya saja. Ini merupakan restoran favorit bagi kalangan remaja yang biasa nongkrong.


Fasilitas wifi yang tidak terbatas, memudahkan para pelajar seperti mahasiswa/i selalu senang datang ke sana sekedar ngopi, nyemil sambil mengerjakan tugas. Sama halnya seperti orang kantor, mereka juga senang berlama-lama di tempat yang tidak memiliki banyak paturan. Akan tetapi, semua dibataskan apabila ada yang ingin menongkrong hanya diperbolehkan selama 3 jam. Selebihnya mereka harus bergantian sama pengunjung lain yang ingin datang mencoba menu yang ada di restoran.


Sesampainya di parkiran restoran, Thoms langsung turun dari mobil ditemani oleh kedua bodyguard yang selalu ada dibelakang. Sisanya, menunggu di sekeliling restoran untuk memastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang akan membahyakan nyaw Thoms.


Ketika Thoms ingin berjalan ke arah restoran, tiba-tiba saja dia menghentikan langkah kaki secara mendadak ketika melihat seorang yang ada di ujung parkiran. Thoms sedikit menyipitkan salah satu matanya sambil membuka kacamata hitam yang selalu dia gunakan saat berada di luar ruangan.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2