
Nay tersenyum melihat kelakuan Thoms yang saat ini persis seperti anak kecil ketika menangis sesegukan, hingga menyedot hingusnya berulang kali.
Srroottss ... Srroottss ...
Nay membuang muka ke arah samping setelah mendengar suara yang tidak mengenakan dilihatnya. Akan tetapi, Nay kembali menoleh dengan cepat ketika melihat sesuatu yang benar-benar membuatnya refleks untuk mendorong Thoms supaya menjauhi gadis tersebut.
"Hyaak! Issshh ... Jorok banget, sih!" Nay langsung melihat ke arah kaos rumah sakit yang dia pakai sudah basah akibat ulah Thoms.
"Iyuuhh ... Uwekk ... Aaa ... Kauu!"
Kedua mata gadis tersebut melotot lebar karena merasa marah. Lendir yang keluar dari hidung seharusnya dibuang menggunakan tisu sebagai wadah yang tepat.
Tanpa rasa bersalah, Thoms hanya mengelap air lendir itu menggunakan tangan. Lalu, membalas tatapan Nay dengan polos tanpa rasa bersalah sedikit saja.
"Kenapa, hem?" tanya Thoms, cuek.
"Apa Tuan tidak menyadari kesalahan apa yang sudah Tuan perbuat, hahh?" tanya Nay, kesal.
"Salah? Kayanya gak, saya gak punya salah apa-apa denganmu," jawab Thoms, mengelap semua sisa air mata yang sudah mulai mengering.
"Apa kau bilang? Tidak punya salah? Hahh, dasar menjijikan. Buka matamu, Tuan. Buka! Lihatlah, apa yang sudah kau buat pada bajuku, lihat!"
Nay membentak Thoms hingga membuatnya sedikit terkejut. Apalagi ketika Thoms melihat baju gadis tersebut sudah basah kuyup persis seperti anak kecil yang nangis hingga membuat pakaian ibunya lepek penuh air lendir.
__ADS_1
"Memangnya air mataku sederas itu sampai pakaianmu basah akibat ulahku?" tanya Thoms, bingung.
"Ini bukan air matamu, tetapi ingusmu!" seru Nay, benar-benar sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya.
"Oh, gitu. Maaf!" sahut, Thoms langsung berdiri. Kemudian melangkahkan kedua kaki menuju kamar mandi. Baru juga Thoms menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang yang sangat keras.
"Aaaaa ... Dasar Tuan menyebalkan, rese, jorok, nyebelin, cuek, dingin. Pokoknya pria paling, paling, paling ... Paling aneh seumur hidup yang aku kenal!"
Suara teriakan itu bergema di dalam ruangan Nay sampai menembus ke kamar mandi hingga membuat Thoms yang mendengarnya bisa tertawa puas dibalik semua itu.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
1 Minggu telah berlalu, kondisi Nay sudah mulai membaik dan tidak lagi merasa takut ketika hidupnya selalu dihantui oleh Thoms.
Pria itu sudah menyesuaikan untuk lebih sering berintraksi, mesku responsnya sangat menyebalkan. Setidaknya para bodyguard yang berjaga sedikit senang melihat pemandangan langka terus beterbangan di hadapan mereka.
Pemandangan itu sering kali membuat mereka sampai membuat iri para bodyguard yang sudah lama tidak bertemu keluarganya. Mereka hanya bisa bertemu sebulan sekali, bagaikan perantau yang sulit berkomunikasi.
Peraturan ketat Thoms buat demi menjaga semua identitasnya dengan baik, meskipun begitu Thoms juga masih memiliki hati nurani untuk memberikan waktu sedikit agar mereka bisa bertemu keluarga dalam kurung waktu 2 x 24 jam. Selebihnya, Thoms tidak akan mentoleransi mereka jika tidak segera kembali bekerja.
Setelah sudah terbiasa hidup bersama Thoms, Nay perlahan mulai menyesuaikan pekerjaannya sebagai asisten yang akan mengurus semua keperluan Thoms kapan pun itu. Mulai dari mengingatkan makan, pakaian, jam tidur, jam kerja dan lain sebagainya. Nay juga akan selalu berada di samping Thoms tanpa rasa lelah demi melakukan kewajibannya sesuai kontrak yang sudah ditanda tangani beberap hari lalu.
Penampilan Nay pun perlahan telah berubah. Nay terlihat lebih anggun layaknya seorang sekretaris yang akan terus mendamping atasannya dalam melakukan pekerjaan.
__ADS_1
Urusan Nay dengan pekerjaan yang dulu juga sudah selesai karena Thoms telah melunasi semua hutang serta denda yang tertera di atas kertas hitam-putih. Tidak lupa, ayah tiri Nay pun sama. Dia mendapatkan hukuman seumur hidup akibat menjadikan anak sebagai ATM berjalan, menculik, melece*hkan, bahkan melakukan kekerasan terhadap anak.
Pasal berlapis itu dijatuhkan oleh mahkama hakim atau Yang Mulia ketua jaksa supaya memberikan efek jera terhadap ayah sambung Kanaya.
Saat ini Nay dan Thoms sedang menikmati menu sarapan yang cukupm simple sebelum mereka meninggalkan negara ini demi bisa menyelesaikan misi yang belum tuntas. Nay sendiri tidak keberatan menjadi bagian dari Thoms selagi pria tersebut masih dalam batas wajar membantu seseorang merebut hartanya kembali.
Selesai itu, Thoms mengajak Nay pergi ke rumah kediaman keluarga kecil Moana dan Ernest sekalian mengenalkan Kanaya sebagai asisten barunya. Sesampai di sana mereka menerima Nay dengan sangat baik. Mereka mulai berbincamg sambil bermain bersama Justin juga Barra sebelum kembali meninggalkan adik serta kedua ponakannya di sini.
Walaupun berat, Thoms tetap harus konsisten untuk misi terbesarnya agar bisa langsung menyudahi pekerjaan kotor ini yang sewaktu-waktu bisa membahayakan diri sendiri ataupun keluarganya.
Ketika semua sedang asyik berbincang, tiba-tiba saja tubuh Thoms kembali bereaksi. Di mata matanya memerah menatap tajam, tangannya mengepal serta aura menyeramkan terlihat dari perubahan mood Thoms yang sangat dahsyat.
Semua orang terkejut melihat aksi Thoms, hingga Moana harus meminta pembantunya untuk mengamankan anak-anak di dalam kamar tanpa harus melihat semua ini.
Sebenarnya apa yang sudah terjadi sama Thoms? Kenapa pria itu terlihat lebih berbahaya untuk kedua ponakannya? Apakah sesuatu hal buruk sudah terjadi pada Thoms senduri? Lalu, masalah apa yang Thoms terima sampai-sampai menjadi memicu masa lalunya mulai timbul kembali?
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1