
Perkataan Thoms sungguh menyakitkan hati Felix, tetapi semua itu tidak bisa disangkal. Apa yang dikatakan Thoms semua memang benar adanya, kalau bukan karena kecerobohan dan rasa takut di dalam hati Felix mungkin semua penderitaan ini tidak akan terjadi.
Moana bisa menikah dengan pilihannya sendiri tanpa harus dijebak seperti dulu, jikalau pun Moana dan Ernest memang berjodoh pasti mereka bersatu karena cinta bukan dipaksakan oleh Felix hanya demi menjadikan mereka sebagai kambing hitam.
Felix tetap berdiam menatap Thoms yang terus mengoceh tanpa henti. Dinda yang tidak tega mendengar pengkhinaan dari kata-kata Thoms untuk Felix hanya bisa menggelengkan kepala sambil menangis.
Dinda tidak ingin kejadian semalam terulang kembali sampai Felix harus dirujuk ke rumah sakit akibat depresi. Semua itu terjadi setelah Felix memikirkan semua efek dari masa lalunya.
"Sudah, Tuan. Suduh cukup hinaan yang keluar dari mulutmu itu! Suamiku memang bersalah atas semua yang terjadi di masa lalu Kak Moana, setidaknya kami semua sudah belajar menerima keadaan sebagai takdir dari Tuhan!"
"Kak Moana dan Kak Ernest sudah bisa memaafkan perbuatan suamiku meskipun dengan perlahan. Hanya Justin yang belum bisa menerima keadaan ini, jadi fokus kami semua hanya untuk Justin bukan masa lalu!"
"Tuan boleh marah, Tuan boleh kecewa, tapi ingat! Hanya Tuhan yang berhak menentukan baik buruk seseorang bukan kita sesama manusia biasa. Sekarang Tuan bisa berkata seenak mulut, taoi lihatlah pada diri Tuan sendiri. Apakah Tuan adalah orang yang paling sempurna sampai tidak pernah melakukan kesalahan di dalam hidup, hem?"
Tatapan mata Dinda begitu tajam terdahap Thoms. Dia tidak terima jika suaminya dihina seperti ini, walaupun Felix memang bersalah setidaknya masih ada usaha dan niat untuk memperbaiki yang sudah terjadi.
Mungkin semua orang hanya bisa melihat sisi jahat seorang Felix karena masa lalunya sudah menjebak Moana dan Ernest sampai mereka harus melakukan pernikahan paksa. Akan tetapi, jika seseorang sudah mengenal Felix dari lama pasti tidak akan menyangka kalau seorang pria baik dan humble sepertinya bisa melakukan tersebut.
Itulah yang dikatakan khilaf atau dijebak oleh keadaan yang tidak diinginkan. Sehingga perbuatan yang tidak pernah ada dibayangan Felix bisa dilakukan sebersih itu, tanpa meninggalkan jejak setelah kurang lebih empat sampai lima tahun lamanya.
Semua juga tidak lepas dari tanggung jawab Felix yang tetap berusaha selalu membantu Moana ketika masih hamil Justin, baik diminta atau tidak Felix tetap menjaga dan terus berusaha membahagiakan Justin meski pada masa itu Ernest belum bisa menerima kehadiran Justin.
__ADS_1
Semua Felix lakukan demi menebus dosa-dosanya secara bertahap, walau terkadang masih tetap disalahkan oleh orang-orang yang hanya bisa menyudutkan satu kesalahan tanpa bisa melihat seribu kebaikan.
Kasih sayang yang baru Ernest berikan sebagai pengganti Felix, itu juga sebelumnya dilakukan oleh dia ketika awal-awal Ernest menikahi Moana. Sampai tanpa disengaja perlakuan baik Felix pada Justin bisa memicu rasa iri di dalam hati Ernest.
Beberapa tahun Felix hidup dalam penyesalan akibat tidak berani mengakui kesalahannya, sampai dia menahan rasa iri kepada Ernest yang tetap dianggap sebagai seorang daddy walaupun telah melakukan perbuatan yang hampir berakibat fatal.
Di mana Moana dan Justin harus berjuang demi memulihkan mental yang terganggu serta mempertahankan Barra agar tetap bisa bersama mereka. Sementara, Felix? Seakan-akan dialah orang terkejam dimuka bumi ini, sampai harus mendapatkan kebencian hanya karena kesalahan di masa lalum
Baru kali ini Thoms dibentak oleh seorang wanita yang ma*ti-ma*tian membela sang suami. Jelas-jelas suaminya memang bersalah, tetapi Dinda tetap membela semua itu kerena tahu kalau Felix tidak selamanya menjadi seorang pecu*ndang.
Jika Ernest dan Moana yang disakiti saja sudah bisa menerima kenyataan dengan memaafkan kesalahan Felix, lantas apa masalah Thoms? Dinda berpikir keberadaan Thoms yang mengolok-olek Felix seperti kembali memanaskan suasana yang sudah mulai mereda.
Semua bodyguard yang merasa tidak terima atas ucapan Dinda, langsung mengangkat senjata dari dalam jasnya untuk diarahkan tepat ke kepalanya. Felix dan Dinda terkejut akan benda kecil yang sekali saja pelatuk dilepaskan mata tamatlah riwayat mereka.
"Ma-maafkan ucapan istri saya, Tuan. Saya mohon, turunkan senjata itu! Jika memang harus ada yang dikorbankan, lebih baik saya saja, Tuan. Karena semua ini berawal dari kecerobohan saya bukan istri saya!"
"Biarkan istri saya hidup dengan damai, dia tidak ikut campur masa lalu. Semua murni karena kesalahan saya yang pada saat itu terlalu banyak minum. Jadi, saya mohon turunkan senjatanya!"
Felix melipat kedua tangan memohon pengampunan dari Thoms agar bodyguardnya bisa kembali meletakkan senjata di tempat semua. Thoms begitu bahagia melihat raut wajah mereka yang sangat ketakutan, hingga akhirnya Thoms memberikan kode agar mereka semua menurunkan kembali senjata mema*tikan tersebut.
"Turunkan senjata kalian, kita tidak punya banyak waktu untuk membuang tenaga di sini!"
__ADS_1
"Biarkan saja mereka menikmati sumbangan hidup dari adik saya tercinta, setidaknya mereka sudah tahu siapa kita!"
"Sekali saja kalian membocorkan semua ini pada orang lain termasuk Moana, maka tidak segan-segan saya akan membidik pelatuk itu tepat di kepala ataupun jantung kalian. Tidak hanya itu!"
"Apabila salah satu dari kalian masih kembali berniat ingin menyakiti adik bahkan keponakan saya, maka hidup kalian akan berakhir tepat di hadapan mereka dalam keadaan bersujud. Kau paham!"
Suara bariton yang terdengar berat penuh arti membuat tubuh Dinda dan Felix seketika bergetar. Ketakutan akan kehadiran Thoms benar-benar membuat mereka senam jantung. Mereka berdua mengangguk perlahan sambil meneteskan air mata.
Tatapan Thoms benar-benar sangat mema*tikan. Dinda dan Felix tidak bisa berkutik selain mengeratkan pelukan mereka demi melindungi satu sama lain.
"Dasar payah, baru gitu aja udah kaya tikus kejepit, Cihh!"
Thoms langsung pergi begitu saja diikuti oleh semua bodyguard yang menjaganya dari sisi belakang. Mereka semua meninggalkan kamar Felix dengan aura yang sangat menegangkan. Tidak lupa, dua orang yang semalam menolong Dinda juga ikut pergi karena tugas mereka telah selesai.
Walaupun demikian, Thoms tetap memasang anak buah dari jarak jauh untuk mengawasi pergerakan Felix, Dinda atau keluarga Ernest. Semua Thoms lakukan demi menjaga sang adik juga keponakan-keponakannya dari marabahaya.
Selepas perginya Thoms beserta anak buahnya, Dinda menangis sesegukan dipelukan sang suami membuat Felix hanya terdiam sambil mengelus punggungnya. Felix tidak menyangka jika kakak kandung dari Moana adalah orang yang sangat berbahaya. Thoms memang tidak memberikan identitasnya secara langsung, tetapi melihat kode yang Thoms berikan Felix sudah bisa mengerti.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...