
"Fel, lu dengerin gua ya. Dia ini sebenarnya bukan wanita baik-baik, lu percaya sama gua! Gua tahu semua kelakuan dia di belakang lu selama ini!"
"Awalnya gua liat dia pergi sama seorang pria, setelah gua cari tahu siap pria itu ternyata dia adalah seorang produser juga. Hanya saja, masih ada di bawah gua. Dan lu tahu apa yang kekasih lu lakukan? Dia menjual tubuhnya demi sebuah karier!"
"Maka dari itu, gua yang penasaran apakah dia benar melakukan itu semua. Akhirnya gua cobalah ngerayu dia perlahan, memang pertamanya dia belagak menolak. Tapi, pada nyatanya dia mulai terpancing dan terjadilah semua itu!"
"Ya, gua akui, awalnya gua sekedar coba-coba. Cuman, entah kenapa gua malah jadi baper sama dia. Sampai detik ini gua masih ngejalani semua hubungan itu karena gua sayang sama dia, tapi gua juga mau minta maaf udah ngekhianati lu. Gua mohon, Fel. Maafin gua, gua tahu gua salah. Tapi, semua ini tidak sepenuhnya gua yang salah. Enza pun tetap salah, karena dia melakukan segala cara demi mendapatkan apa yang dia inginkan, walau pada akhirnya gua sendiri tidak tahu bagaimana caranya untuk menyudahi semua ini!"
Sahabat Felix itu, mulai menjelaskan asal mula terjadinya semua hubungan terlarang ini. Sorot matanya memang terlihat seperti orang yang tidak berbohong, hanya saja jalan yang dia ambil untuk membuktikan Enza adalah orang baik atau bukan itulah yang salah.
Dia berniat untuk menolong atau menyelamatkan Felix dari Enza, tetapi malah dia sendiri yang terjebak akan rencananya yang ingin membongkar kedok Enza.
Sementara Felix, dia terdiam dengan posisi mata sampai merah. Dia berusaha menahan rasa sakit dan juga tangisnya hanya menggunakan senyuman kecil, sambil mendengarkan penjelasan yang mereka utarakan satu sama lain.
__ADS_1
"Tidak, itu tidak benar! Apa yang dia katakan semuanya adalah kebohongan besar! Aku tidak seperti itu orangnya, Sayang. Percayalah!"
"Kamu tahu aku lebih dulu dari pada dia, bukan? Jadi, jangan pernah percaya sama musuh dalam selimutmu ini! Dia sengaja merayuku agar bisa menghancurkan hubungan kita!"
"Aku tidak bisa menolak, sebab aku di ancam. Apa bila aku tidak bermain dengannya, maka semua usahaku untuk impianku akan menjadi sia-sia. Dia akan menutup semua akses gerakku agar aku tidak bisa mencapai semua ini. Lalu, aku harus apa? Kau tahu bukan, model adalah impianku dari kecil. Lantas bagaimana aku bisa menggapai semua impianku?"
"Apa lagi dia seorang produser hebat dan memiliki banyak peran di dalam kesuksesan semua modelnya, kalau aku tidak terpaksa melakukannya maka sudah lama aku sudah menjadi sampah yang tidak memiliki impian!"
"Dan, bo*dohnya aku terlalu percaya sama dia. Dia bilang hanya sekali, tapi nyatanya? Berkali-kali! Lalu, aku bisa apa, Sayang? Bisa apa di bawah kekuasaannya? Aku hanya sekedar batu krikil, sedangkan dia batu kali yang sangat besar. Ketika dia menghantamku, maka aku hanya tinggal serpihan debu!"
Enza terus membalas semua tundingan yang di berikan oleh sahabat Felix, mereka saling adu kekuatan satu sama lain demi mencapai kepercayaan Felix kembali.
Susah payah mereka menjelaskan panjang kali lebar, reaksi Felix hanya terdiam mematung dan juga tersenyum. Bisa di artikan betapa Felix kecewanya dengan 2 orang tersebut yang berkedok sahabat dan pasangan hidup.
__ADS_1
Puncak tertinggi kekecewaan seseorang adalah diam, jika dia tidak tahu harus menjawab apa lagi. Itu pertanda bila hatinya sudah tidak bisa lagi mempercayai semua yang mereka katakan. Benar atau pun salah, semua tetap sama di mata Felix.
Justru Felix tidak sedikit pun melihat adanya kebenaran di mata mereka, meski mereka selalu mencoba menjelaskan entah dengan kesaksian yang asli atau palsu, tetapi Felix tetap tidak bisa mempercayainya lagi.
Selepas salah atau tidaknya, bagi Felix mereka tetaplah orang yang sudah berhasil menghancurkan semua kehidupannya. Mulai dari persahabatan dan juga percintaan.
Kini, perkataan Felix berhasil membungkam mereka berdua dengan kalimat yang sangat menyentuh. Mereka tidak menyangka bila Felix bisa melakukan semua itu di atas rasa sakitnya.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung