Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Dendam Didalam Hati Thoms


__ADS_3

Moana menatap Thoms dengan mata yang sangat merah. Hatinya begitu hancur ketika mendengar kisah silam yang membuatnya harus terpisah dari sang Kakak juga kedua orang tuanya.


Pembu*nuhan pada masa itu benar-benar sangat sadis. Moana tidak menyangka apa bila dia memiliki seorang Papih yang memiliki pekerjaan sebahaya itu. Pantas saja sang Kakak terus mempertahankan pekerjaan ini, meski sering kali Moana menasihatinya.


"Kema*tian Papih dan Mamih memang benar-benar sangat menyedihkan. Terus apa yang Kakak dapatkan dari hasil balas dendam itu?" tanya Moana.


Wajahnya terlihat tidak terima akan kema*tian kedua orang tuanya. Akan tetapi, Moana tidak ingin sang Kakak mengotori tangannya dengan dar*ah, hanya demi melenyapkan musuh-musuhnya. Ya, mungkin jika yang dilenyapkan bersalah itu masih bisa dikatakan masuk akal dan wajar.


Namun, jika semua keturunannya ikut di habiskan sudah bisa dipastikan kalau Thoms adalah mafia yang sangat kejam melebihi monster menyeramkan ketika membu*nuh orang-orang yang tidak bersalah.


"Kamu nanya apa yang aku dapatkan, iya? Jawabannya adalah, kepuasan!"


"Setelah aku berhasil melenyapkan semua musuh-musuh Daddy beserta keturunannya, maka Mamih dan Papih bisa hidup tenang di alam sana!"


"Itu sudah janjiku didepan jasat Mamih juga Daddy, ketika kobaran api terus membesar menyapu bersih semuanya. Sehingga hanya akan tersisa abu-abu kema*tian mereka!"


Thoms menjawab semua itu dari lubuk hatinya yang paling mendalam penuh penekanan di setiap kalimatnya. Terlihat sekali, kalau Thoms memang menyimpan dendam yang sangat besar terhadap musuh keluarganya. Terutama pada orang-orang yang telah melenyapkan kedua orang tuanya, sampai membuat Thoms dan Moana terpaksa harua terpisah puluhan tahun lamanya.


"Bagaimana jika Papih sama Mamih malah hidup menderita di alamnya, ketika melihat anaknya seperti ini?" tanya Moana, air matanya perlahan menetes.


"Tidak, tidak mungkin Papih sama Mamih menderita! Mereka pasti bahagia, karena satu persatu orang yang sudah melenyapkan mereka sudah musnah dari muka bumi ini. Kini, hanya tinggal tersisa 1 lagi. Di mana aku belum bisa melacak semua keberadaannya!" jawab Thoms, menghapus air mata sang adik.

__ADS_1


"Dari mana Kakak tahu kalau mereka tidak menderita, hem? Sementara anak laki-lakinya telah membunuh orang yang tidak bersalah?"


"Sesuai dengan janjiku sama Papih. Aku akan meleyapkan semuanya dan kembali merampas semu hak yang bukan milik mereka. Semua harta yang sudah aku rampas, sekarang telah kembali kepada pemiliknya masing-masing. Hanya satu tujuanku, yaitu menghabiskan pelaku yang sudah membunuh Papih!"


Air mata Moana hanya bisa menetes perlahan, lalu menggelengkan kepala karena mendengar setiap jawaban sang kakak yang memang keras kepala.


Sejauh ini, Moana berpikir bahwa Thoms tidak seperti mafia pada umumnya. Sebab, dia bekerja sesuai dengan hati nuraninya untuk membantu orang-orang yang lemah.


Namun, nyatanya tetap saja. Seorang Mafia tidak akan mungkin bersih dari yang namanya da*rah. Pasti akan ada pertumpahan da*rah demi memperebutkan sesuatu yang mereka inginkan. Baik salah ataupun benar, mereka tetap akan tumbang ketika sudah menekuni pekerjaan seperti ini.


"Selain senang melenyapkan seseorang, apakah kakak juga senang bermain wanita setiap malam demi memuaskan hasrat yang terpendam?"


Wajah Thoms langsung berubah drastis saat mendengarkan pertanyaan yang keluar dari mulut Moana.


"Kenapa diam? Apa dugaanku benar?" tanya Moana berulang kali. Tanpa Thoms jawab pun, Moana sudah bisa menebak semua itu. Terlihat dari sorotan mata Thoms yang memberikan pancaran kebingungan.


"Eee ... E-enggak, kok. Ka-kamu kata siapa? Kakak tidak main---"


Moana menghentikan ucapan Thoms. Dia tidak percaya sama apa yang akan dikatakan olehnya. Serapat apapun Thoms menyembunyikan semuanya, sorotan matanya tetap menjadi saksi bisu atas kejujuran di hatinya.


"Sudahlah, Kak. Jangan berbohong, aku tahu semua itu dari gerak-gerik kakak selama ini. Meskipun aku tidak tahu jelas tentang pekerjaan kakak, tapi aku paham seorang mafia itu tidak akan lepas dengan 5 hal. Pertama dendam, kedua da*rah, ketiga napsu atau wanita, keempat kekuasaan atau harta, dan terakhir julukan!"

__ADS_1


"Tidak ada satu pun seorang mafia yang tidak berkaitan dengan 5 hal itu, jikalau ada. Mereka tetap akan ada di dalam 3 atau 4 hal. Setidaknya semua itu berkaitan sama kalian!"


"Kalau benar kakak masih bermain wanita, aku minta dengan penuh hormat. Tinggalkan semua itu, sebelum kakak menyesali semuanya. Jika kakak sampai masih ada di posisi itu, aku akan pergi dari kakak. Aku tidak mau, perbuatan kakak sampai menurut pada kedua anakku!"


"Lebih baik kita hidup masing-masing sesuai jalan yang kita pilih. Aku tidak akan memaksa kakak untuk menjadi orang baik, dan kakak juga tidak boleh memaksa agar aku tetap bersama kakak!"


Ketakutan akan kehilangan Moana kembali, membuat Thoms sudah tidak bisa lagi menyembunyikan semuanya. Thoms harus menceritakan apa yang terjadi padanya tanpa terkecuali, agar Moana bisa terus bersamanya.


Trauma akan ketakutan itu terus berputar di dalam ingatan Thoms. Sehingga, dia terus menggenggam tangan Moana tanpa melepaskan dengan tatapan mata yang tidak di alihkan sedikit pun.


Bulir-bulir air terus menetes di pipi Thoms saat dia menceritakan tentang dirinya yang haus akan kasih sayang, dan melampiaskannya dengan se*x.


Satu lagi, Thoms juga menceritakan bagaimana dia bertemu dengan Enza. Wanita yang pertama berhasil membuatnya jatuh cinta, tetapi pada akhirnya dia pula yang sudah menjadi duri yang menghancurkan perniakahan adiknya.


Ingin rasanya Thoms melenyapkan Felix, hanya saja dia kembali berpikir. Apa bila dia melenyapkan Felix, maka suatu hari nanti sudah bisa di pastikan Thoms akan dibenci oleh ponakannya sendiri. Itulah yang membuat Thoms maju mundur membalas rasa sakit adiknya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2