Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Mimpiin Daddy


__ADS_3

Namun, setelah perginya Moana. Justin langsung naik ke atas ranjang Thoms dengan wajah senangnya. Sementara Thoms izin ke kamar mandi sebentar supaya bisa mencuci mukanya yang sedikit sembab.


Beberapa menit saat Justin sedang menonton televisi, Thoms datang dengan wajah yang sedikit segar setelah mencuci wajahnya.


"Kenapa belum bobo, hem? Papah kira Justin sudah bobo duluan karena masih ngantuk," ucap Thoms sambil duduk selonjor di atas ranjangnya.


"Justin enggak bosa bobo, Pah. Justin tadi mimpiin Daddy," ucap Justin menatap Thoms dengan mata yang berkaca-kaca.


"Daddy?" tanya Thoms, memastikan.


"Ya, Daddy Ernest. Daddy kandungnya Barra, Pah," jawab Justin penuh keseriusan.


"Memangnya Justin mimpi apa tentang Daddy Ernest itu, hem?" tanya Thoms, kembali.


"Justin mimpi, Daddy dateng mau membawa Mommy sama Barra pulang ke rumah. Sedangkan Justin ditinggal di sini karena Daddy tidak mau punya anak seoerti Justin. Daddy bilang Daddy hanya mau punya anak dari Daddy sendiri bukan dari orang lain."


Mimpi yang Justin ceritakan sama Thoms membuat hati Thoms langsung tersentuh. Dia tidak menyangka kalau Justin bisa bermimpi sejauh itu. Meskipun, itu hanya mimpi. Akan tetapi, Thoms memang sudah memprediksi semuanya.


Maka dari itu, dari pada salah satu dari ponakannya harus merasakan sakit hati atau kekecewaan. Lebih baik mereka hidup bersama Thoms sebagai pengganti Ayahnya, tanpa harus kembali kepada Ernest.


Thoms berusaha tetap bersikap setenang mungkin, supaya tidak membuat ketakutan yang ada di dalam diri Justin semakin memuncak. Terlihat dari tatapan mata Justin yang cukup menyedihkan.


Perlahan, Thoms membawa Justin ke dalam dekapannya dengan penuh kelembutan. Setelah itu, Thoms mencoba untuk menasihatinya sebaik mungkin agar tidak lagi membuat Justin menjadi ketakutan atas mimpi buruknya.

__ADS_1


"Sudahlah, Boy. Itu hanya mimpi, artinya bunga tidur. Mungki tadi sebelum tidur Justin pasti kepikiran sama Daddy 'kan? Jadi, sampai kebawa mimpi. Hayo, jujur?"


"Ya, Pah. Pas Justin mau bobo, Justin kepikiran sama Daddy, gimana ya kabar Daddy, Oma sama Opa di sana? Udah lama Justin tidak ketemu mereka, apa mereka masih ingat sama Justin. Atau mereka sudah punya pengganti Justin sama Mommy?"


"Ssttt, tidak boleh berpikir seperti itu. Kabar mereka baik-baik saja, kok. Daddy Ernest juga tidak mencari pengganti Justin sama Mommy, dia masih sendiri. Hanya saja penampilan Daddy sudah berubah, dia tidak tampan seperti dulu. Jadi, tidak pantas kalau Mommy balik lagi sama Daddymu itu!"


"Loh, memangnya Papah ketemu sama Daddy? Kok, Papah tahu kalau Daddy berubah?"


Wajah Justin seketika berubah menjadi bingung saat mendengar penjelasan Thoms yang tidak pernah dia dengar. Setahu Justin, Thoms tidak tahu wajah Ernest karena pada saat itu semua ponsel serta foto-foto yang ada tidak sedikit pun mereka bawa. Semua dilakukan demi menjaga identitas mereka agar tidak kelacak oleh orang lain.


"Sebelum Papah membawa kalian ke sini, Papah sudah tahu siapa Daddy Ernest itu. Dan, ketika Papah kerja ke mana-mana. Papah tidak sengaja bertemu sama Daddymu itu, dari situ Papah bisa tahu kalau penampilan Daddymu sudah berubah. Tidak serapi dulu saat bersama kalian. Kalau Justin mau lihat, nanti Papah ketemu lagi. Papah fotoin, gimana? Mau?"


Justin terdiam sejenak, dia tidak tahu harus berkata apa. Justin akui, dia sangat-sangat merindukan Ernest, hanya saja kata-kata Ernest yang tidak mengenakan hatinya membuat Justin bimbang.


Semua itu, akibat rasa rindu yang di selimuti oleh rasa trauma ketika Justin sudah tahu alasan kenapa Ernest bisa membencinya.


Beberapa bulan setelah mereka tinggal sama Thoms, sedikit demi sedikit Moana memberikan penjelasan kenapa mereka harus meninggalkan Ernest. Di situ Justin mulai paham, dibalik kemarahan Ernest ternyata bukan karena dia selalu menganggunya. Melainkan karena, Justin bukan da*rah dagingnya.


Awalnya Justin tidak terima kalau Felix adalah Ayah kandungnya, tapi semakin lama semakin membuat Justin berusaha menerima takdirnya sendiri. Semua berkat nasihat Moana juga Thoms. Dibalik sifat Thoms yang kejam, dia juga tidak ingin ponakannya memiliki dendam sepertinya.


"Kenapa, hem? Justin masih takut kalau Daddy akan memarahi Justin lagi, iya? Gimana kalau seandainya Daddy Ernest itu sudah baik, apa Justin akan menerimanya lagi?"


"Eee ... Ju-justin tidak tahu, Pah. Udah akhh, ayo bobo. Mata Justin udah ngantuk. Hoaam ...."

__ADS_1


Justin berpura-pura menguap agar Thoms menyudahi pertanyaannya yang Justin sendiri tidak tahu harus menjawab seperti apa. Maklum saja, perasaan Justin masih dilema atas kejadian yang menimpanya pada saat itu.


"Ya sudah, Papah matiin ya filmnya?" ucap Thoms menyudahi pembicaraannya mengenai Ernest. Dia tidak bisa memaksakan, karena itu akan membuat Justin kembali merasakan ketakutan.


Justin mengangguk, saat dia sudah dalam keadaan tidur terlentang menyelimuti tubuhnya sampai sebatas dada. Lalu kedua tangannya berada di dadanya sambil memejamkan kedua matanya.


Thoms merebahkan tubuhnya menyamping sambil mengusap kepala ponakanya, tidak lupa Thoms mengucapkan selamat malam dan selamat tidur kepada ponakan kesayangannya sesekali mencium keningnya.


"Maafkan, Papah. Papah belum bisa membuatmu bahagia, tapi Papah janji. Papah akan membuat traumamu pada Daddymu menghilang, agar kamu tidak merasakan ketakutan ketika sewaktu-waktu takdir mempertemukan kalian."


"Papah tidak bisa berjanji, untuk selalu menyembunyikan kalian di sini. Karena jika takdir tidak berpihak pada Papah, pasti kalian akan bertemu tanpa di sengaja. Jadi, untuk mencegah itu semua Papah akan membuatnya tumbuh menjadi laki-laki yang kuat dan juga hebat!"


Thoms mengatakan semua itu secara perlahan, lalu merebahkan tubuhnya di sebelah Justin yang sudah tertidur. Lama kelamaan mata Thoms ikut tertutup akibat rasa nyamannya saat memeluk tubuh mungil tersebut.


Sebenarnya, Thoms juga takut kalau sampai Justin mengetahui tentang pekerjaannya yang jauh lebih kejam dari Erenst yang sudah membencinya. Thoms hanya berusaha melakukan yang terbaik, supaya Justin tumbuh menjadi anak yang jauh lebih baik darinya


Tanpa Thoms sadari, ternyata Justin belum tertidur, dia mendengar semua perkataan Thoms tanpa terkecuali. Mata Justin terbuka lebar, lalu menatap ke arah wajah orang yang selama ini sudah berusaha keras menggantikan posisi Daddy untuknya dan juga adiknya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2