Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Sikap Aneh Suaminya


__ADS_3

Sekitar 15 menit, Moana baru saja selesai menyusui Justin. Sesekali dia melihat suaminya yang masih setia sama ngambeknya sambil bermain ponsel.


Setelah itu, Moana menaruh Justin perlahan di ranjangnya penuh kehati-hatian. Moana takut akan kembali membangunkan Justin, karena dia harus mengurus bayi keduanya yang cukup menguras tenaga.


"Huhh, sabar, Moana. Ingat apa kata Bunda, suamimu ini memang aneh ketika sedang sakit. Mungkin dia hanya perlu di manja, bukan di marahi. Jadi, mohon di mengerti. Oke?" ujar Moana di dalam hatinya, saat selesai menaruh Justin di keranjang box bayi.


Moana berbalik lalu jalan mendekati ranjangnya dan melihat Ernest masih ngambek atas kelakuan anaknya yang sudah membuat moodnya rusak. Serta, sikap Moana yang seakaan membela anaknya.


Senyuman Moana terukir saat menaiki ranjang untuk menutupi rasa gugup dan juga sedikit lelah. Ini kali pertama bagi Moana menghadapi sikap manja yang terbilang sangat menyebalkan.


Namun, apa daya. Moana harus bisa menjinakkan dua bayi sekaligus dalan keadaan berbeda. Jika salah satu sudah tertidur pulas, waktunya Moana memberikan waktu pada bayi besarnya yang masih sedikit terisak.


"Kamu masih marah?" tanya Moana sambil memegang pundak suaminya, tetapi malah di geser olehnya.


"A-aku minta ma---"


"Enggak perlu, aku kesel sama kamu! Kenapa sih kamu malah membela dia, kenapa kamu tidak membelaku? Padahal jelas-jelas itu semua milikku!"


"Ma-maaf, a-aku bingung. Ja-jadi aku nyusuin Justin dulu sampai dia tertidur, barulah aku akan menyusuimu sepuasmu."


"Enggak usah, aku sudah tidak mood. Mendingan aku tidur!"


Ernest menaruh ponselnya lalu, dia tertidur menutupi semua tubuhnya. Moana terus berusaha untuk mengambil hati suaminya, akan tetapi dia gagal. Maklum saja, Moana baru kali ini menghadapi posisi seperti ini. Jadi, dia masih sedikit bingung dan tidak tahu harus bagaimana menghadapinya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau kamu tidak mau maafin aku, aku ke luar aja ya. Siapa tahu kamu pengen istirahat, tidak mau di ganggu. Jadi, aku ke--"


"Hiks ... Ja-jangan, jangan tinggalin aku! Aku mohon, Sayang. Aku mohon!"


Jantung Moana hampir saja copot saat mendengar panggilan suaminya yang terbilang sangat menggentarkan hatinya.


Moana tidak menyangka, bila Ernest sakit apa yang dia rasakan bisa terucap semudah itu. Berbeda jika Ernest sehat, sikap dinginnya kembali membuatnya kesal.


Belum juga Moana berbicara, Ernest langsung menarik istrinya hingga dia kembali tertidur di atas ranjang yang langsung di peluk olehnya.


"Aku kangen sama kamu, aku kangen hiks ...." ucap Ernest yang mulai mendusel-duselkan wajahnya di tengah dua gundukan buah dadanya.


Moana tidak bisa berkata apa-apa lagi, bibirnya seakan terkunci atas perlakuan Ernest yang di luar dugaan. Sampai akhirnya, Moana sedikit menunduk melihat Ernest sudah mendapatkan mainannya yang sedari tadi dia inginkan.


"Hihihi ... Anakku memang is the best, tahu saja sesuatu yang enak. Anehnya, kenapa dia bisa seperti itu? Perasaan ketika manja denganku tidak sampai berlebihan, bahkan dia hanya minta di usap-usap kepalanya, di suapin ketika makan dan juga di cium keningnya. Lantas, kenapa bersama istrinya berbeda?"


"Aishh, mikir apa sih Elice! Sudahlah, biarkan saja. Mungkin dengan begini hubungan mereka bisa semakin dekat. Kalau perlu rasa sakit Ernest bertahan selama seminggu aja, pasti hubungan mereka ke depannya akan jauh lebih baik. Hihi ...."


Elice terkekeh sendiri saat melihat anaknya begitu menggemaskan ketika menyusu dengan anaknya. Untungnya Moana lupa mengunci pintu, sehingga Elice bisa selalu mantau pergerakan mereka. Semoga saja ketika kembali membuat adik Justin, Elice tidak lagi bisa mengintip seperti CCTV berjalan.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Di suatu tempat, sepasang kekasih yang sudah tunangan sedang di sibukan oleh pekerjaannya masing-masing. Akan tetapi, mereka masih menyempatkan untuk bertemu.

__ADS_1


Apa lagi semenjak kejadian romantis pada waktu itu, membuat kedekatan mereka sedikit bertambah. Di tambah waktu itu Felix membisikkan sesuatu pada Enza, untuk meminta satu permintaan yang cukup ekstrem.


Dimana Enza harus memakai kostum badut tepat di hadapannya sambil menjadi model, penyanyi dan juga sedikit berjoget. Ekspresi wajah Enza yang sangat lucu, berhasil membuat Felix tertawa sampai ngompol hanya karena tidak kuat menahan geli.


Dari situlah, hubungan mereka kembali membaik. Felix perlahan sudah memberikan waktu untuk hubungan mereka, sama halnya seperti Enza.


Tepat di malam hari pukul 7, Felix sedang fokus mengerjakan tugasnya di Apartemen sambil menyemil. Dia duduk di sofa panjang dekat ruang tengah, terus berkutak dengan laptopnya tanpa rasa lelah. Matanya terlihat begitu segar, lalu terkejut oleh suara pintu yang terbuka.


"Hai, Sayang. Aku datang!" Enza masuk ke dalam Apartemen milik Felix dalam keadaan bahagia. Gayanya yang benar-benar terlihat manja dan juga sedikit lebay membuat Felix tersenyum lebar.


"Tumben, ke sini. Ada apa, hem?" tanya Felix, sambil menatap wajah Enza yang sudah duduk di atas pangkuannya.


Entah mengapa, Enza memang sangat senang duduk di pangkuan Felix. Baginya, dalam keadaan begitu bisa mempererat hubungan mereka.


"Ini aku bawain makanan buat kita, tadinya sih niatnya aku mau makan sendiri. Tapi, rasanya kurang seru. Jadi, aku bawa saja ke sini. Jadi kita bisa makan bareng, sekalian aku ketemu kamu. Habisnya kangen banget, aaa ...."


Enza memeluk Felix sambil mencium pipi kanannya, kemudian menyandar ke dada membuat Felix hanya bisa terkekeh melihat sifat tunangannya yang semakin manja. Sikap inilah yang berhasil membuat Felix bahagia, karena dari situ Felix bisa tahu kalau Enza memang benar-benar sangat mencintainya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2