Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Mengambil Hak


__ADS_3

Perlahan pintu kamar terbuka lebar bersamaan munculnya sesuatu yang lagi-lagi mengejutkan Moana. Hanya saja, kali ini terkejut bahagia bukan bingung atau pun menakutkan seperti pertama kali masuk ke dalam Apartemen milik suaminya.




Kamar yang yang biasa terlihat biasa saja, kini berhasil membuat Ernest sendiri pun ikut terkejut. Dia juga bingung, kenapa kamar ini bisa berubah menjadi secantik ini.


Benar-benar tangan ajaib, ternyata tidak sia-sia dia menyuruh Felix untuk mencarikan seseorang agar bisa merubah kamarnya menjadi lebih indah di pandang mata. Di tambah lagi, semua itu bisa menambah ke romantisan dari mereka berdua yang ingin bermalam bersama di ranjang panas.


"Sa-sayang ... I-ini semua kamu yang menyiapkan?" Moana berbalik menghadap suaminya sambil tersenyum. Wajahnya terlihat begitu bahagia ketika Ernest bisa memperlakukannya seromantis ini.


"Tidak, mana mungkin suamimu yang dingin ini bisa membuat semua ini? Bisa-bisa langsung hujan badai yang ada hehe ...." Ernest tertawa kecil membuat Moana ikut tertawa bersamanya.


"Hehe ... Ya maksudku bukan begitu, tapi---"


"Ya, aku paham kok. Aku menyuruh Felix untuk merombak kamar ini menjadi lebih romantis lagi dengan bantuan orang lain. Pokoknya begitulah, aku tidak tahu. Intinya aku minta agar lebih terkesan gimana gitu, supaya saat kita menghabiskan malam bersama tidak akan merasa membosankan."


Kedua mata Moana membola cukup besar, dia tidak percaya suaminya memang sudah berniat celap-celup di dalam sarangnya yang sangat lama di angguri.


Moana sedikit malu, entah mengapa rasanya dia seperti anak ABG yang baru ingin membuka segel. Padahal dia sudah melakukannya sekali, itu pun tanpa di sadari karena dalam keadaan sama-sama tidak sadar.

__ADS_1


Ernest mencolek hidung istrinya, lalu Moana pun berbalik memalingkan wajahnya yang sudah sangat merah. Dia berjalan untuk mendekati semua hiasan yang ada di kamar, demi menutupi ke gugupannya sendiri.


Jantung keduanya berdebar begutu kencang, dimana si Gatot sudah mulai menunjukkan jati dirinya secara perlahan. Sementara Moana mulai menjauhinya akibat rasa malu terhadap suaminya.


Namun, bukan Ernest namanya jika dia tidak bisa menaklukkan istrinya. Tangannya langsung memeluk erat istrinya dari arah belakang, tubuh Moana seketika mematung dan merinding ketika Ernest membisikan sesuatu di telinganya sambil meniupnya.


"Bisakah aku memintanya malam ini? Sudah lama aku menunggu saat ini tiba, yang mana perjanjian kita telah selesai. Jadi, aku ingin mengambil hakku atas izinmu. Bagaimana?"


Bibir Moana seakan merasa kaku dan berat untuk mengatakan 'iya' pada suaminya. Sehingga, anggukan kepala kecil mewakili atas dirinya yang telah siap memadu kasih di malam ini bersama suaminya.


Perlahan Ernest membalikan tubuh istrinya, lalu kedua tangannya perlahan meraup wajah istrinya serta sentuhan bibir mulai di berikannya secara perlahan dan sangat lembut.


Namun, hanya hitungan menit tidak lagi ada kelembutan. Melainkan hawa panas yang mulai menjalar di tubuh suaminya, Moana tidak sedikit pun menolak. Dia pasrah atas dirinya, karena Ernest memang berhak mendapatkannya malam ini tanpa harus kembali menundanya.


Kemudian, Ernest menyudahi aksinya lalu menatap lekat mata istrinya. Satu kalimat cinta mereka ucapkan secara bergantian dalam keadaan hati yang berbunga-bunga.


"Aku mencintaimu, Sayang. Benar-benar sangat mencintaimu, istriku."


"Aku juga, Ernest. Aku sangat-sangat mencintaimu, suamiku."


Moana kembali berputar membelakangi suaminya, mengikuti arahan dari Ernest. Lalu, tangan Ernest membuka gaun yang di pakai oleh istrinya secara be

__ADS_1


hati-hati.


Setelah terbuka, Moana langsung menahan rasa malunya karena dia hanya menggunakan dalaman tidak seperti suaminya yang masih dalam keadaan lengkap.


Tangan Moana di tarik, dan spontan membalikan tubuhnya menghadap suaminya. Wajah merah menghiasi pipi Moana, yang mana Ernest hanya bisa tersenyum. Tanpa di duga, Ernest mengarahkan kedua tangan istrinya untuk membukakan pakaiannya.


Satu persatu telah terbuka, dan mereka berdua sama-sama hanya meninggalkan dalaman. Kemudian, Ernest menidurkan istrinya perlahan, sambil membersihkan balon-balon yang ada di atas ranjangnya.


Sudah waktunya tubuh mereka saling bermanja satu sama lain dalam sentuhan yang akan di berikan. Suara merdu Moana mulai terdengar di telinga Ernest yang semakin membuatnya memuncak. Sentuhan tangan serta lidah telah berhasil membuat Moana mengalami sesuatu yang hebat dari dalam tubuhnya sampai 2 kali.


Kini, tinggal Moana yang melakukan pemanasan pada tubuh suaminya sesuai sama apa yang diajarkan Ernest padanya. Sampai akhirnya Ernest mengalami 1 kali pelepasan yang sangat nikmat di dalam mulut istrinya.


Namun, tidak hanya itu saja. Ernest kembali menyerbu istrinya di saat si Gatot sudah kembali dalam mode on dan tidak bisa lagi mengulur waktu.


Sedikit permainan cantik Ernest berikan untuk memperkenalkan si Gatot dengan rumahnya yang selama ini belum dia kunjungi.


Akan tetapi, baru saja Ernest ingin memasukan si Gatot sesuatu berhasil mengganggunya, dimana Ernest benar-benar kesal. Dan ketika dia ingin kembali melanjutkan memasukan si Gatot, sesuatu itu lagi-lagi tidak berhenti untuk terus mengganggunya. Wajah kesal Ernest membuat Moana sedikit takut saat melihat emosi yang berhasil merubah wajah suaminya menjadi merah.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2