
Nay masih belum sepenuhnya tersadar, dan tanpa disangka keluarlah kata-kata yang membuat Thoms bingung sampai detik ini.
Dari semua cerita yang Nay katakan pada Thoms, benar-benar mirip sama apa yang Thoms ucapkan tanpa sadar saat mengetahui kalau Nay telah tiada untuk selamanya.
Thoms baru mengerti, ternyata Nay pergi bukan berarti meninggal dunia. Melainkan, ada sesuatu yang harus di sampaikan oleh kedua orang tua mereka kepada Nay tentang Thoms yang sudah tersesat terlalu jauh di dalam lingkaran hitam.
Pesan-pesan yang Nay sampaikan berhasil menusuk ke dalam hati Thoms. Pria itu masih tidak percaya jika kedua orang tuanya sudah merelakan kejadian itu berlalu, padahal Thoms masih sangat dendam karena sampai detik ini pembu*nuh ibunya tidak ada yang mengetahui jejaknya.
Tatapan Mata Thoms langsung memerah ketika mencerna semua cerita yang Nay sampaikan tanpa mengarang kisahnya. Semua itu benar terjadi, ketika Nay berada di tempat yang indah itu.
Namun, siapa sangka Nay malah menanyakan hal yang mampu membuat Thoms langsung menjadi salah tingkah hingga jantingnya berdetak sangat cepat.
"Apakah Tuan benar-benar mencintaiku? Apa Tuan yakin ingin menikahiku dan kita akan hidup bersama seperti apa yang Tuan katakan itu? Terus, kenapa Tuan yang saat ini ada di hadapanku berbeda sama Tuan yang aku lihat di tempat itu? Apakah Tuan punya kembaran?"
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa Thoms jawab. Kegugupan di dalam wajah Thoms terlihat jelas, keringat dingin mulai bercucuran di mana Thoms sedang merasakan fase sulit untuk mengendalikan emosi di dalam tubuhnya.
Satu sisi Thoms ingin mengatakan tidak mencintai Nay, tetapi mulutnya sulit terbuka. Di sisi lain, Thoms juga memikirkan alasan kuat kenapa orang tuanya berpesan seperti itu pada Nay.
Jika mereka sudah tenang, kenapa tidak dari dulu saja masuk ke dalam mimpi Thoms dan memberikan isyarat itu? Kenapa juga harus melalui Nay yang mereka sendiri tidak mengenal gadis yang beberapa hari ini hidup bersamanya.
__ADS_1
"Tuan, hei! Ada apa? Kenapa Tuan diam? Dari tadi Nay nanya, loh. Kenapa Tuan malah enggak nyimak, sih. Jangan bilang pas Nay cerita Tuan tidak mendengarkannya, iya?" tanya Nay, wajahnya berubah menjadi kesal ketika matanya mulai mendelik
"Ti-tidak, bukan begitu! Apa yang kamu katakan tadi, hqnyalqh bunga tidur. Kau tertidur sudah terlalu lama sampai dokter menyatakan kamu ini sudah meninggal dunia. Saya sudah menyiapkan semua makammu, tetapi kau malah bangun lagi. Menyebalkan!"
Thoms sengaja mengatakan semua itu demi mengalihkan pikiran Nay yangbpasti sudah mulai ke mana-mana. Akan tetapi, kunci dari segala kunci ada di tangan sang dokter juga para bodyguard Thoms. Merekalah saksi kunci sebenarnya, kalau Thoms sama sekali tidak menyiapkan apa pun untuk pemakaman Nay.
Thoms malah mereung-raung bagaikan singa kehilangan induknya. Sampai tibalah di mana Nay kembali dibangkitkan dari kema*tian hingga membuat Thoms terlihat senang bisa berkomunikasi bersama gadis yang saat ini ada di hadapannya.
"Me-meninggal dunia, Tuan? I-itu a-artinya, Nay ...."
"Ma*ti!" jawab Thoms, membuat Nay refleks bangun dari tiduran menjadi duduk dengan pandangan lurus ke depan, lalu perlahan menoleh menatap Thoms dengan lirikan mata yang sangat tajam.
"Hyaakk, dasar wanita bo*doh! Mana mungkin saya ma*ti, hahh? Semua misi di sini belum saya selesaikan, bahkan saya juga belum berkeluarga. Kalau kau mau ma*ti, ma*tilah sendiri. Saya tidak mau!" pekik Thoms, seakan-akan lupa kalau beberapa jam lalu dia telah menangis merengek untuk meminta Nay kembali.
Para bodyguard yang ada di ruangan juga merasa heran dengan perkataan Thoms. Pria itu terlihat seperti ABG labil yang sangat gengsi untuk menyatakan apa yang dia rasakan
"Dihhh ... Tuan nyumpahin saya ma*ti, iya?"
"Memang kau sudah ma*ti, terus bangkit lagi. Dasar mayat gak jadi!"
__ADS_1
"Ckk! Menyebalkan! Pantas saja tadi aku bertemu dengan kedua orang tuaku, aku bisa meluk mereka sepuas hatiku. Belum lagi aku ketemu sama orang tua pangeran yang mirip sekali sama dirimu, tapi tutur kata pria itu sangatlah lembut. Tidak sepertimu yang kasar!"
"Nyenyenye ...." Thoms mencibir Nay, membuatnya enggan menggubris semua itu.
Nay lebih fokus pada satu hal, di mana dia harus mengingat kejadian sebelum semuanya terjadi. Setelah Nay ingat, kalau dia melihat sosok ibunya di dekat kain kelambu di kamar, lalu meminta untuk dipertemukan walaupun, hanya sekilas.
Terbukti, Nay langsung jatuh pingsan dalam keadaan jiwanya suda berada di suatu taman cantik sambil mengejar kupu-kupi. Di situlah Nay kembali bertemu dengan orang tua yang selama ini telah meninggalkannya.
Thoms hanya terdiam melihat Nay yang sedang melamun mengingat kejadian yang terjadi sampai akhirnya berada di rumah sakit. Di dalam hati Thoms terkekeh karena telah berhasil melabuhi Nay hingga tidak membuatnya terfokus pada kata-kata yang menyatakan kalau Thoms sudah mulai mencintai Naya.
Di saat Thoms lagi bahagia-bahagianya berhasil mengecoh perasaan Nay, satu pertanyaan berhasil membuat Thoms kembali pada sikap awalnya. Wajar pria itu langsung terlihat datar tanpa ekspresi sedikit pun.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1