Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kekecewaan Thoms Pada Doni


__ADS_3

Rasa marah, kecewa, bahkan dendam yang bersarang di hati Thoms benar-benar perih. Dia tidak menyangka jika orang yang selama ini ada di dekatnya dan sangat dia percayai adalah orang yang menusuk dari belakang hanya menggunakan akal liciknya.


Doni rela membu*nuh atasan yang sudah sangat mempercayai semua padanya, tetapi malah mengkhianati hanya demi sebuah tahta yang ingin dikuasai secara sepihak. Mungkin, selama ini Doni memang telah berjasa untuk menemani Tuan Dewa semasa hidup. Namun, setelah hadirnya anak yang diadopsi dia merasa mulai terancam akan tersingkirkan dari kekuasaan itu karena semua akan jatuh ke tangan Thoms.


Sungguh, kejamnya Doni. Demi sebuah harta yang tidak sebanding dengan harga kepercayaan, membuat dia harus gelap mata akan kekuasaan yang seharusnya memang bukan haknya. Andaikan waktu bisa diputar kembali, jika Tuan Dewa bisa sedikit saja menghaluskan bahasanya mungkin Doni tidak akan menjadi seperti ini.


Akan tetapi, semua kembali lagi pada isi hati seseorang. Jikalau memang Doni sudah bertahan lama dengan Tuan Dewa pasti akan tahu kalau cara bicaranya memang seperti itu, tetapi kebaikan tidak pernah terputus dan mengalir terus untuk Doni.


Mulai dari gaji, keselamatan keluarga, fasilitas terbaik, dan masih banyak lagi yang Doni dapatkan berkali-kali lipat dari apa yang didapatkan bodyguard biasa. Namun, apa daya. Doni tidak mampu menahan hawa napsu akan kekuasaan karena delama ini dia setia, baik, dan selalu melindungi hanya untuk mendapatkan apa yang Tuan Dewa miliki.


Hanya saja, ketika Thoms datang di situlah semua seperti berantakan. Padahal, dulu Tuan Dewa sudah pernah bilang jikalau dia gugur dalam perang maka semua itu akan di urus oleh Doni sebagai tangan kanan. Cuma, apa yang diucapkan Tuan Dewa seakan-akan seperti tong kosong nyaring bunyinya.


Tuan Dewa berbicara seperti memberikan harapan besar pada Doni akan kekuasaan, tetapi semua tidak ada bukti lantaran pria tua itu telah memberikan kekuasaan pada orang lain yang baru tidak jelas asal-usulnya.


"Jadi, selama ini kau yang ada dibalik kema*tian Kakek? Kenapa kau tega melakukan hal keji itu terhadap Kakek, apa kebaikan yang Kakek berikan kurang, hahh?"


"Kakek itu sangat menyayangimu, Tuan. Dia pernah bilang padaku, kalau Kakek akan memberikan Tuan jabatan sendiri karena tanpa Tuan ketahui Kakek memiliki usaha yang lain. Semua itu sudah Kakek perhitungkan matang-matang melalui pengacaranya. Di mana setelah misiku selesai, Kakek berpesan untuk menutup semua usaha ilegal itu dan mengembangkan usaha legak miliknya."

__ADS_1


"Kau tahu usaha itu usaha apa? Ya, itu usaha pertambangan batu bara yang akan dipimpin olehmu dan usaha berhubungan dengan perhiasan akan dipimpin olehku. Kita akan tetap kerja sama, walaupun kita tidak bisa seperti saat ini yang selalu berdampingan setiap hari."


Penjelasan yang Thoms berikan pada Doni sungguh mengejutkan, bertahun-tahun lamanya dia mendampingi Tuan Dewa baru kali ini dia mengetahui bahwa, sang atasan telah memikirkan semua itu demi kepentingan masing-masing.


Kekejaman yang Doni lakukan sangat membekas di dalam hati Thoms, juga sebagian bodyguard yang setia pada Tuan Dewa. Rasanya mereka ingin melenyapkan pengkhianat itu secepat mungkin, tetapi ada saatnya mereka melakukan apa yang diinginkan setelah Thoms selesai memberikan wejangan padanya.


"Kenapa diam? Kaget? Syok? Menyesali atas apa yang sudah dilakukan, begitu?" tanya Thoms, tatapan mata begitu tajam dipenuhi oleh dendam. Akibat ulah Doni, pria itu harus melenyapkan orang tidak bersalah bahkan sampai keturunannya.


Di sini yang membuat Thoms tidak sanggup menerima penjelasan dari Doni karena sangat menyakitkan hati. Melihat wajah pria yang sudah mengkhianati kepercayaan atasannya penuh dengan penyesalan, tetapi tidak akan mempan untuk mengambil hati Thoms kembali.


"Ma-maafkan saya, Tuan. Sa-saya tidak tahu jika ternyata Tuan Dewa sudah sebaik itu pada saya. Mungkin karena rasa iri dan perkataan Tuan Dewa yang menyakitkan memicu dendam yang seharusnya tidak ada. Saya hanya manusia biasa Tuan, tidak selamanya saya benar. Tuan pun pasti punya salah, sama seperti saya. Jadi, saya mohon dengan penuh hormat. Maafkan saya, kita mulai semuanya dari awal seperti rencana Tuan Dewa yang Tuan katakan barusan. Saya janji, saya tidak akan mengkhianati semua yang sudah diberikan. Saya janji, Tuan. Saya janji!"


Dari sini saja sudah ketahuan, apa yang Thoms sampaikan seketika langsung meluluhkan kerasnya batu yang dari tadi terus melawan. Namun, Thoms sangat tahu. Sekali pengkhianat maka selamanya akan menjadi seperti itu. Dikarenakan sifat iri dan dengki seseorang tidak akan hilang begitu saja jika mereka sudah menanamkannya sejak awal.


Thoms hanya terdiam mengukirkan senyuaman miring sebagai pertanda bahwa, dia benar-benar kecewa atas apa yang Doni lakukan. Berulang kali Doni meminta maaf, menangis, juga memohon pengampunan pada mereka semua tetap saja untuk Thoms tidak ada kata ampun bagi seorang pengkhianat.


Langkah kaki Thoms berjalan mengelilingi Doni yang keadaannya sudah sangat memprihatinkan. Kulit melepuh, luka sayat terbuka, bahkan cairan merah yang segar kini telah membeku. Pria itu mungkin mengetahui bagaimana sakitnya Doni saat ini, tetapi Doni tidak akan mungkin mengetahui beratnya berjuang melawan kema*tian yang disebabkan oleh racun memicu semua penyakit datang menyerang tubuh Tuan Dewa.

__ADS_1


"Kau kira hanya dengan kata maaf, ampun, tolong, dan janji semua itu bisa mengembalikan Kakek padaku, hahh? Tidak, Tuan, tidak! Mungkin jiwa kakek sudah tenang di alamnya, tapi tidak dengan rasa sakit kepengkhianatan atas orang kepercayaannya sendiri. Jika semua orang sepertimu semudah itu diberikan kesempatan, maka saya yakin. Di dunia ini orang akan menganggap remeh kepercayaan, padahal poin penting dari semua hubungan adalah kepercayaan!"


"Jika hubungan tidak didasari oleh kepercayaan, buat apa hubungan itu dibentu, hem? Buat apa! Kau terjun di dunia ini sangat jauh lebih lama dariku, harusnya kau tahu bagaimana pentingnya sebuah kesetiaan juga kepercayaan. Lantas, kenapa semudah itu kau hancurkan hanya demi tahta yang tidak berguna!"


"Seandainya saya jadi dirimu, maka sampai kapan pun saya tetap akan memilih menjadi bawahan selagi atasan yang selalu baik sama saya meskipun, cara berbicara cukup kasar tetap saya akan setia padanya. Karena apa? Karena saya udah mengenal wataknya yang keras, tetapi hatinya sangat lembut. Semua tergantung dari cara kita menyampaikan. Mungkin saya tidak mengenal Tuan Dewa jauh lebih baik darimu, tetapi saya tahu. Kerasnya dia hanya untuk menunjukkan bahwa menjadi seorang pria harus punya prinsip dalam dalam memilih."


"Kau laki-laki dewasa, harusnya lebih mengenal atasanmu daripada diriku yang masih anak kemarin sore. Namun, sayang sekali. Harta, tahta, dan kasta membuatmu hilang akal. Demi mendapatkan semua itu kau rela melenyapkan seseorang yang sebenarnya sudah menyiapkan kekuasaan lebih baik lagi supaya kau bisa menjalani masa tuamu dengan hal baik, tidak lagi bisnis ilegal seperti ini!"


"Satu lagi, mungkin saya bisa memaafkanmu, tetapi tidak dengan pengkhianatanmu. Nyawa harus dibayar nyawa, dan da*rah harus dibayar da*rah. Dengan begitu semua akan terasa impas. Kau bisa meminta maaf langsung pada Tuan Dewa di sana, semoga Kakek maafkanmu. Jika tidak, terimalah nasibmu yang akan terbuang dari surga!"


Doooorrrr ....


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2