
"Ba-bagaimana keadaan Bunda sama Ayah di sana, Kak? Mereka baik-baik aja 'kan?" tanya Moana, berusaha untuk mengalihkan perasaannya.
"Untuk Tuan Sakha keadaannya baik-baik saja, tetapi Nyonya Elice sering kali masuk rumah sakit karena terkena penyakit dar*ah rendah akibat memikirkan anaknya yang semakin hari semakin menjadi dingin, bagaikan patung hidup."
"Bu-bunda sakit-sakitan, Kak? Terus gimana keadaannya sekarang?"
"Sejauh ini dia sehat-sehat aja, karena suaminya selalu siap siaga menjaganya kapan pun itu. Terlihat sekali, kalau suaminya begitu mencintai istrinya dan juga sangat memuliakannya bagaikan seorang Ratu. Beda sama anaknya yang bisanya hanya menyakiti wanita serta anak kecil!"
"Sudahlah, Kak. Semua itu sudah berlalu, setidaknya Justin tidak lagi merasakan kesedihan atas sikap Ernest yang selalu membencinya!"
"Terus bagaimana denganmu? Apakah kamu masih punya niatan untuk kembali?"
"Entahlah, Kak. Saat ini aku lebih nyaman hidup bersama anak-anakku, mungkin sudah saatnya aku harus fokus membesarkannya mereka agar bisa tumbuh menjadi anak yang baik, penyayang dan juga mandiri!"
"Bagaimana kalau aku kenalkan dengan salah satu teman bisnisku, di jamin dia akan menjadi sosok Ayah yang baik untuk anak-anakmu kedepannya!"
Mata Moana menyipit saat mendengar kata bisnis, lagi-lagi dia memiliki celah untuk mengalihkan tentang pembicaraan mereka saat ini.
"Membicarakan tentang teman bisnis, apa Kak Thoms masih menjalankan pekerjaan yang sesat itu?"
Wajah Thoms langsung berubah, awalnya terlihat biasa saja seketika berubah menjadi sedikit gugup. Tatapan mata Moana yang menyorot padanya seakan-akan sedang mengintimidasinya.
Mungkin jika yang bertanya bukan Moana, sudah bisa di pastikan nyawanya akan lenyap detik ini juga. Akan tetapi, kali ini berbeda. Wanita yang saat ini ada disampingnya merupakan seorang gadis kecil kesayangannya yang beberapa tahun lalu terpisah darinya. Lebih tepatnya adik kandung dari Thoms.
__ADS_1
Eitts, tunggu dulu! Apakah Thoms yang saat ini ada di samping Moana adalah Thoms yang sudah merenggut nyawa Enza? Jawabannya, benar. Dia adalah Thoms yang sama, hanya saja sifatnya yang berbeda. Setelah pertemuan mereka yang tanpa di sengaja itu, sifat Thoms menjadi berubah 180 derajat.
Di mana sifat yang selama ini terlihat cuek, dingin, kejam dan juga hyperse*x, kini perlahan mulai menghilang. Meski, beberapa kali Thoms masih sempat menjelajahi gunung dan juga ladang secara suka-suka, akan tetapi tidak sesering biasanya.
"Kok diam? Kenapa, Kak? Bingung? Atau Sulit melepaskan pekerjaan itu!" tanya Moana, wajahnya berubah menjadi datar.
"Eee ... A-anu, eee ... I-itu," ucap Thoms, bibirnya mulai bergetar saat dia bingung harus menjawab pertanyaan Moana.
"Seorang Mafia yang sangat terkenal akan kekejamannya, bisa gugup juga ya? Aku kira hanya bisa menindas orang-orang di bawahnya, tapi nyatanya dia pun masih memiliki rasa takut," sindir Moana, langsung mendapat tatapan tajam oleh Thoms.
"Apa kamu sedang menyindirku, Dek?" tanya Thoms, penuh penekanan.
"Ya, kenapa? Kakak mau marah?" tanya balik Moana, menantang Thoms.
"Kaya gitu bisa mendapatkan julukan King Mafia yang sangat di segani oleh setiap orang? Eleehh ... Yang ada King Penakut, karena terlalu lemah jika ada di hadapanku!" ucap Moana, bibirnya mulai mencibir.
"Hyaaak ... Dasar menyebalkan! Bisa-bisanya kamu menjatuhkan image Kakakmu sendiri di depan para bodyguard, setelah sekian lama aku berusaha untuk menjaganya. Sungguh memalukan! Kali ini kamu harus mendapatkan hukuman, lantaran sudah berani menghina Kakakmu!" tegas Thoms, mimik wajahnya berubah drastis menjadi datar dan sangat menyeramkan.
"Mam*pus kau, Moana! Siapa suruh singa enak-enak tidur malah kau bangunin. Apes 'kan!" gumam Moana di dalam hatinya.
Ekspresi wajah keduanya terlihat berbeda. Moana dengan segala ketakutannya ketika mengingat jika Kakaknya yang dulu berbeda jauh sama saat ini. Sementara Thoms, tertawa geli di dalam hatinya ketika melihat wajah gugup adik kecilnya.
"Hihi ... Kenapa dia lucu sekali jika ketakutan seperti ini? Rasanya aku benar-benar bahagia, sudah bisa menemukanmu kembali, Dek. Meski dalam keadaan hidupmu yang sangat menyedihkan! Kakak janji, Kakak akan membuatmu bahagia sampai kamu lupa jika dulu hidupmu sangat menderita!" ujar Thoms di dalam hati kecilnya.
__ADS_1
Perlahan Thoms mulai mendekati Moana, membuatnya seketika refleks mundur berusaha untuk menjauhi Thoms. Bagaimana pun, di dalam pikiran Moana terlintas akan ketakutan tersendiri ketika dia kembali mengingat tentang jati diri Kakaknya yang seorang Mafia besar.
Namun, saat sudah mendekat Moana baru saja ingin lari tiba-tiba Thoms langsung menerkamnya dan menggelitikki tubuhnya hingga Moana tertawa tepas di daerah kolam renang.
"Aduh, Kak. Ampun, ini geli haha ... Sudah, Kak. Sudah!" titah Moana, tubuhnya mulai meliuk-liuk bagaikan ular.
"Bodo, siapa suruh dari tadi menggodaku, hem? Rasakan ini, haha ...." ucap Thoms, terus memberikan hukuman pada sang adik.
Tawa mereka berdua yang begitu lepas, berhasil menular ke beberapa bodyguar yang terlihat sangar dengan postur tubuh tegak dan tanpa ekspresi, kini menjadi tersenyum saling melirik satu sama lain.
Ini kali pertamanya mereka melihat seorang Thoms, bisa tertawa lepas tanpa beban di dalam pikirannya ketika bercanda bersama orang-orang yang sangat dia sayangi.
Beberapa tahun ini Thoms hidup seorang diri tanpa kasih sayang orang tua, bahkan selama ini Thoms hidup dari peninggalan kedua orang tuanya. Di mana dia harus bangkit serta meneruskan semua pekerjaan Ayahnya yang sedikit ekstream.
Tanpa orang ketahui, setiap malam Thoms di hantui oleh rasa ketakutan yang cukup mendalam atas tragedi meninggalnya kedua orang tua serta Moana yang di culik oleh salah satu musuh terbesar keluarganya.
Dan, bersyukurnya sekarang Thoms sudah menemukan adik kesayangannya setelah sekian tahun lamanya berpisah. Saatnya Thoms membahagiakan serta menjaga adiknya untuk membayar semua waktu yang sudah terbuang karena tragedi tersebut.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...