
Nay tidak menyangka, apa yang dikatakan oleh pria tersebut memang benar. Sesuatu telah terjadi di matanya hingga membuat Nay langsung merinding.
Bola mata pria itu terlihat sangat menyeramkan, bagaikan zombie. Di mana biasanya bola mata pada manusia memiliki iris, dan pupil sangat normal. Akan tetapi, berbeda sama bodyguard Thoms yang satu ini.
Dia tidak memiliki iris semua bola mata berwarna putih bersih, hanya ada pupil yang sangat kecil layaknya kain putih yang terdapat setitik noda. Itu berlaku di dua bola matanya, seakan Nay melihat zombie dengan postur tubuh berbeda dari yang biasa dia lihat di televisi.
Anehnya, bodyguard Thoms masih bisa melihat meskipun tidak senormal manusia pada umumnya. Entah ada kejadian apa, sehingga matanya bisa berubah seperti itu. Tidak perlu khawatir, Thoms sudah menjamin semua kesehatan pada anak buahnya tanpa terkecuali. Hanya perlu waktu saja supaya bodyguard tersebut bisa menjalani operasi mata demi kenyamanannya.
"Gimana? Aman, Nona?" ucapnya dengan tatapan mengarah ke Nay.
"Tu-tutup kembali matamu, Om! I-itu sangat menyeramkan, aku tidak menyukainya!" titah Nay, refleks menutup wajahnya sendiri.
"Tadi bilang berani, dasar aneh!" gumamnya kecil, lalu kembali memasang kacamata hitam tersebut.
"Sudah, Nona!" sambungnya kembaki penuh penegasan.
Perlahan Nay membuka kedua matanya, lalu menatap kembali wajah bodyguard yang sudah mengenakan kacamata hitam. Pantas saja, diantara semua anak buah Thoms yang Nay lihat, hanya dialah yang tidak pernah melepaskan kacamatanya.
"Hahh, syukurlah. Ta-tapi ... Tapi, Om bukan zombie yang ada di film-film, 'kan?" tanya Nay memastikan.
"Jika saya, Zombie. Sudah saya pastikan kalau saat ini Nona akan menjadi santapan makan malam saya!"
"Hyaakk ... Enak aja dasar se*tan! E,ehh ...." Nay spontan menutup mulutnya menggunakan kedua tangan. "E-enggak gitu, Om. Ma-maksudnya se-se*tan itu singkatan dari se-selalu tampan. Ja-jadi, Om itu adalah pria tampan, ja-jangan salah paham dulu, ya hehe ... Please!"
Bodyguard tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya atas sikap Nay yang benar-benar menjengkelnya. Selama dia bekerja di bawah kekuasaan Thoms, baru ini masalah yang membuatnya sampai sakit kepala. Sebahaya apapun kerjaan yang Thoms berikan, tidak perna membuatnya menyerah.
Namun, ketika baru disuruh menjaga Nay sudah membuat kepalanya migren. Entahlah, dia tidak paham kenapa Tuannya bisa memungut gadis dengan kelakuan absrub seperti Nay ini. Setidaknya dia tidak sampai gila hanya demi menghadapi Nay.
__ADS_1
"Ck! Turunlah! Saya tidak ingin terkena masalah dengan Tuan hanya karena lalai dalam menjaga, Nona!" titahnya, diangguki oleh Nay.
"Tidurlah, saya akan berjaga di depan kamar. Jika ada apa-apa tinggal panggil saya, mengerti?"
"Baik, Om. Ter-terima kasih, dan ma-maaf jika perkataanku ada yang membuat Om terluka," ucap Nay sudah turun dari ranjang.
Pria menyeramkan itu mengangguk kecil, lalu keluar kamar begitu saja meninggal Nay yang terus menatap kepergiannya.
"Astaga, aku tidak menyangka Tuan Thoms berteman dengan titisan, Zombie? Huaa ... Sungguh menakutkan!"
Nay berhambur di atas ranjang dalam keadaan semua badan bersembunyi di dalam selimut. Rasa takut dan cemas itu malah membuat Nay, tanpa sengaja tertidur pulas di ruangan ber-AC hingga membuat suasana menjadi sejuk, dan nyaman.
Berbeda sama bodyguard tersebut yang dari tadi hanya bisa menggerutu di dalam hati ketika menyaksikan adanya wanita seperti Nay.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Berbagai macam gaya Thoms lakukan dengan wanita liar tersebut, ternyata Thoms tidak mendapatkan kenikmatan yang dicari. Setidaknya sesuatu telah dituntaskan dengan menggunakan pengaman.
Mungkin, jika 15 ronde sudah membuat seseorang tepar. Lain cerita dengan Thoms, tubuhnya terlihat masih segar bahkan jauh lebih segar dari yang tadi. Setelah selesai, Thoms meninggalkan uang segepok senilai 10 juta cash.
Thoms pergi dengan perasaan sedikit lega meninggal wanita yang sudah tertidur dalam keadaan pulas. Maklum saja, hasrat yang Thoms salurkan gidak seperti pria pada umumnya. Sehingga Thoms harus memiliki lawan main atau istri yang mempunyai kekuatan, serta kesabaran sebesar gunung. Jika tidak, Thoms pasti tidak akan pernah merasakan kepuasan tersendiri.
Sepanjang perjalanan Thoms memikirkan tentang nasib Nay, apakah dia baik-baik saja di dalam Apartemen dengan para pria yang tidak dikenal? Atau, Nay kembali merasa trauma seperti sebelumnya? Itulah yang membuat Thoms selalu merasa gelisah, dan tidak tenang.
Apalagi ketika Thoms melakukan dengan wanita itu, tiba-tiba terlintas bayangan Nay yang sedang mencum*bunya. Di situlah hasrat terpendam keluar melalui wanita lain dengan imajinasi Thoms ketika membayangan Nay.
Kegilaan macam apa ini? Kenapa bisa Thoms berpikir sejauh itu? Entah, itu semua spontans mengalir begitu saja karena Thoms merasakan adanya gelombang listrik yang berbeda dari tubuh Nay.
__ADS_1
Sesampainya di Apartemen, Thoms segera mengecek keadaan Nay di dalam kamar ditemani oleh bodyguard yang dari tadi menjaganya.
Melihat cara tidur Nay membuat Thoms tersenyum kecil. Nay persis seperti anak kecil yang sedang kelelahan, sehingga tidurnya berantakan. Perlahan Thoms membenarkan selimut agar tidak membuat Nay merasa kedingina.
Namun, ketika Thoms sedang menarik selimut dari ujung kaki Nay sampai sebatas dada, tiba-tiba saja tangan sebelah kiri di peluk erat oleh Nay dalam keadaan mengigau.
"Ibu, Nay mohon, jangan tinggalin Nay sama Ayah, Bu! Ayah itu orang yang sangat jahat, Nay benci Ayah. Sampai kapanpun Nay tidak akan pernah memaafkannya!"
"Pokoknya Nay mau ikut Ibu aja, Nay oengen bersama Ibu bukan dengan pria be*jad itu! Nay, mohon, Bu. Jangan pergi hiks ...."
"Nay tidak mau hidup bersama pria itu, lebih baik Nay bersama Ibu itu jauh lebih aman. Kalau Nay hidup sama Ayah, dia akan terus menyakiti Nay apabila Nay tidak memberikannya uang. Apa Ibu tahu, Ibu itu menikahi seorang iblis bukan manusia. Dia tidak sebaik yang Ibu kira, Nay benci dia, Bu. Nay benci!"
Suara tangisan Nay yang begitu pedih membuat Thoms tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Thoms menoleh ke arah anak buahnya, lalu memberikan kode untuk segera meninggakkan mereka di dalam berdua.
Keadaan yang menyedihkan ini membuat Thoms bingung harus melakukan apa lagi, berulang kali Thoms mencoba membangunkan Nay, tetap saja tidak bisa. Sehingga tidak ada cara lain, selain Thoms mencoba menenangkan Nay dengan cara mengusap pipi sebelah kanan menggunakan tangan kanannya.
Selang 5 menit, Nay kembali merasa tenang tanpa melepaskan tangan Thoms yang dipelukan erat. Beberapa kali Thoms mencoba melepaskan, tetap tidak bisa. Sehingga, Thoms membiarkan semua itu dalam kurung waktu 30 menit.
Punggung Thoms mulai terasa sakit karena posisi tubuhnya masih seperti semula. Di mana Thoms membungkuk tepat di dekat wajah Nay ketika selesai menarik selimut. Di rasa mulai tidak nyaman, Thoms perlahan duduk di lantai dalam posisi salah satu tangannya masih peluk Nay bagaikan guling.
Mata Thoms perlahan mulai mengantuk, tanpa sadar Thoms tertidur dalam posis duduk di lantai sambil menyandari di tepi ranjang. Keadaan langka itu membuat bodyguard yang tadinya ingin masuk membawakan minuman yang Thoms pesan sebelumnya, menjadi tidak jadi. Dia mengurungkan niatnya dan kembali pergi membawa minuman tersebut supaya tidak mengganggu Thoms yang sedang tertidur pulas.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...