
"E-enggak, i-ini semua bohong! Ju-justin bukan anak Kak Felix, Justin adalah anakku dengan Ernest. Jika Justin adalah anak Kak Felix, bagaimana bisa? Karena pada waktu kejadian itu, yang pertama kali aku temukan adalah Ernest bukan Felix!"
Jadi, tolong, Dok. Tolong! Tes ulang kembali suamiku dan Kak Felix, ini pasti ada kesalahan! Tidak mungkin Justin anaknya Kak Felix, karena kita sama sekali tidak pernah melakukan apa pun!"
Moana berteriak sekuat tenaga, di mana sisa tenaganya hanya tinggal 30 persen. Tubuhnya yang lemas, terus berusaha untuk berdiri tegak demi membela keadilan anaknya yang menjadi bahan permainan semua orang.
Tangan Moana menarik jas putih yang di gunakan sang dokter berulang kali, terlihat jelas betapa Moana sangat terpukul ketika mengetahui jati diri anaknya yang sebenarnya.
Tidak ada sedikit pun kebohongan di wajah Moana, Sakha bisa melihat itu semua. Hanya saja, dia bingung. Apa yang sudah terjadi di antara mereka bertiga, kenapa Moana dan Ernest bisa berada di satu ranjang yang sama, tetapi anak yang di kira anak mereka ternyata anak Moana dengan Felix.
Ada konspirasi apa di antara Moana dan Felix? Kenapa mereka berani sekali menjebak Ernest yang tidak tahu apa-apa, kebohongan yang di buat sedemikian rupa benar-benar sangat mulus.
4 tahun lebih, Ernest dan keluarganya telah di bohongi atas jati diri Justin. Selama itu mereka mengartikan kedekatan Justin sama Felix hanyalah sekedar Paman dan keponakan, tetapi ternyata di balik semuanya mereka memiliki ikatan batin yang kuat. Sehingga, Justin lebih dominan dekat dengan Felix ketimbang Ernest, sang Daddy.
Ernest yang sudah jengah melihat Moana seperti ikut menjadi korban atas kenyataan ini, membuat hatinya semakin panas. Akibat emosi yang di tahan, akhirnya Ernest kembali melakukan hal di luar dugaan.
Dia menarik tangan Moana, lalu menamparnya begitu keras sampai Moana terjatuh dalam keadaan tertidur di lantai sambil memegangi pipi kananya. Tangisan seta lirikan mata yang begitu kecewa, membuat Ernest tidak sedikit pun merasa kasihan. Hatinya seakan telah membeku lantaran telah mengetahui tentang kenyataan yang sudah terjadi ini.
__ADS_1
"Cukup, sandiwaranya, Moana! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkanmu! Aku tidak menyangka kalau kamu punya niat sejahat ini sama aku, padahal aku sudah berusaha untuk menjadi suami sekaligus Daddy yang terbaik untuk kamu serta Justin. Tapi, apa yang aku dapat, hahh? Apa? Kekecewaan!"
"Kau dan Felix benar-benar menjijikkan! Bisa-bianya kalian menjebakku atas perbuatan kalian sendiri, jika kalian telah berbuat maka kalian harus bertanggung jawab. Bukan melempar batu sembunyi tangan seperti ini!"
"Ohh, aku tahu. Mungkin ini salah satu rencana kalian untuk bisa menguasai hartaku sedikit demi sedikit, setelah kalian mendapatkan semuanya. Lalu, kalian akan kabur bersama bukan? Haha ... Dasar pecu*ndang!"
Air mata Ernest menetes perlahan sambil tertawa puas, terlihat sekali rasa sakit yang Ernest dapatkan seakan membuat hidupnya telah hancur.
Elice yang tidak tega melihat Moana di perlakukan seperti itu, hanya bisa menutupi wajahnya di balik dada suaminya. Ingin rasanya mereka menolong Moana, tetapi mereka tidak bisa. Mereka sama seperti Ernest yang menganggap bila Moana serta Felix merupakan kedua orang yang sangat jahat dan telah menjebak anaknya.
"Cukup, Ernest. Cukup! Kamu salah paham padaku, aku sama sekali tidak tahu masalah ini. Pada saat itu ketika aku terbangun, aku sudah berada di sampingmu, bukan di samping Kak Felix. Itu artinya kau yang sudah merenggut semua itu, dan sekarang aku baru mengetahui bila Justin bukan anakmu. Hati seorang Ibu yang mana yang tidak akan hancur bila anaknya sendiri di jadikan bola yang harus di oper kesana-kemari, hahh!"
Wajah frustasi Moana yang semakin melemah membuat Elice tidak tega, dia langsung melepaskan pelukan suaminya dan segera menolong menantunya.
Perdebatan antara Ernest dan Moana semakin memanas. Keduanya sama-sama merasa telah menjadi korban, dan membela diri satu sama lain. Sampai ketika Ernest ingin kembali melayangkan tangannya pada Moana, di situlah hati Felix bergetar. Dia langsung memotong semuanya dan mengakui sebuah kesalahan besar yang telah terjadi pada saat itu.
"Ernest, stop! Moana tidak salah apa-apa, di sini aku yang salah. Aku yang sudah membuat semua rencana ini, aku yang menjebak dirimu bukan Moana!"
__ADS_1
"Ya, memang Justin adalah anakku. Makannya, kenapa selama ini aku selalu senang berada di dekatnya, itu karena dia memang anak kandungku bukan anakmu!"
Setelah mendengar semua itu, Ernest langsung berlari hingga memukuli Felix dengan memba*bi buta. Emosi yang tadinya dia tahan, langsung meluap dan melampiaskan pada orang yang tepat.
Teriakan Sakha, Elice serta sang dokter sama sekali tidak di gubris oleh Ernest. Dia terus memukuli Felix, sampai wajahnya sudah penuh oleh luka lebam dan juga da*rah yang keluar dari pelipis, bibir, rahang dan sebagainya.
Sementara Felix, dia hanya terdiam menerima semua konsekuensi yang memang harus dia terima. Pukulan demi pukulan yang melambung tinggi, sama sekali tidak membuat Felix merasakan kesakitan.
Semua itu karena tidak ada rasanya lagi bagi Felix untuk menyesali semua perbuatannya. Rasa sakit yang dia rasakan tidak sebanding dengan rasa sakit yang semua orang rasakan saat ini.
Hati Felix memang sudah lebih dulu hancur akibat gagalnya pernikahan dia dengan Enza, lalu sekarang rahasia yang selama ini dia sembunyikan telah terbongkar. Hingga menghancurkan lebih banyak hati yang telah tersakiti.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung