Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Makanan Manis


__ADS_3

"Ja-jadi, Bapak jualan ini?" tanya Felix, menunjukan senyuman lebar.


"Ya, Tuan. Jika Tuan mau, Tuan bisa ke rumah saya. Di sana ada macam-macam jenis permen kapas, gulali, dan sebagainya."


Bapak itu langsung menawarkan diri untuk mengajak Felix datang ke rumahnya, sebab dia punya banyak stok yang cukup untuk dia jualan keesokan harinya.


"Boleh, Pak. Boleh banget! Saya malah senang, akhirnya saya menemukan apa yang saya cari. Maklum saja, istri bos saya sedang ngidam. Jadi, saya harus bantu untuk mencarikan sebelum istrinya ngamuk hihi ...."


Bapak itu pun tersenyum menganggukan kepalanya. Dia sangat mengerti apa yang Felix rasakan saat ini, hingga Felix pun mengikutinya sambil membawa mobilnya.


Cuman butuh waktu 5 menit, Felix sampai di rumah sederhana yang terlihat cukup nyaman. Dia turun dari mobil mengikuti sang Bapak masuk ke dalam rumah.


Istri dari Bapak itu pun terkejut melihat ke datangan orang asing ke dalam rumahnya, tetapi setelah di jelaskan dia pun mengerti.


Tanpa basa-basi lagi, Felix memborong semua dagangan Bapak itu dengan membayarnya berkali-kali lipat.


Sang Bapak dan istrinya menangis kerena ketiban rezeki yang cukup banyak dari Felix. Semua itu Felix lakukan demi membantu kehidupan sang Bapak yang terlihat jika perekonomiannya sedikit sulit.






Berbagai macam bentuk permen kapas, gulali atau apalah itu namanya sudah masuk ke dalam mobil Felix dengan di susun sangat rapi.


Felix pun merasa puas saat melihat mobilnya di penuhi oleh semua permen kapas yang berwarna-warni.


Tdak hanya permen kapas, bahkan popcorn pun juga ada, serta berbagai permen lainnya yang memang semuanya mengandung gula.

__ADS_1


Akhirnya Felix pergi menuju rumah ke diaman Ernest, tidak lupa dia memberikan kabar kepada Ernest jika dia sudah menemukan apa yang di inginkan oleh istrinya.


Sekitar jam 2 malam, Felix sampai di halaman rumah kediaman Ernest. Di situ juga sudah di sambut oleh Moana yang terlihat antusias untuk memakannya. Akan tetapi, mereka belum tahu berapa banyak permen kapas yang Felix beli untuknya.


Felix keluar dari mobilnya, dan langsung di dekati oleh Moana dengan wajah senangnya. "Huaa ... Tuan, mana permen kapasku? Ayo cepatlah, aku tidak sadar ingin memakannya."


"Ckk, dasar wanita kampungan! Segitu girangnya ketika apa yang di inginkan bisa terpenuhi. Aku tidak kebayang bagaimana wujud anakku nanti saat lahir, apakah dia sekampungan Ibunya atau dia akan mengikuti jejakku?" ucap Ernest di dalam hatinya.


Felix hanya menggelengkan kepalanya, lalu membuka pintu belakang serta depan mobilnya dan terlihat jelas berapa banyak permen kapas itu muncul tepat di wajah Moana.


Kebahagiaan Moana semakin bertambah ketika Felix membelikannya segitu banyaknya permen kapas, sampai-sampai Moana refleks memeluk Felix tepat di depan Ernest.


Wajah Felix langsung memerah. Dia takut bila reaksi Moana ini bisa menjadi mara petaka baginya. Dan benar saja bukan, Ernest langsung menarik keras tangan Moana untuk memisahkannya dari Felix.


Sampai tidak terasa tangannya mencekram pergelangan Moana, hingga tanggannya menjadi merah.


"A-awsshh ... Tu-tuan, sakit. Lepaskan tanganku!" keluh Moana, merin*tih ke sakitan mencoba melepaskan tangan Ernest.


"Jika sampai semua ini di lihat oleh Bunda dan Ayah, maka aku akan membuat hidup kalian berdua menderita seumur hidup. Ngerti!"


Ancaman Ernest yang begitu menyeramkan, membuat Felix menundukkan kepalanya sekilas. Lalu, berusaha mencoba meminta maaf sambil membela Moana yang dari tadi ke sakitan.


"Tu-tuan, ka-kasihan Moana. Di-dia---"


Ernest menatap tajam ke arah Felix, membuatnya langsung mengalihkan muka.


"Jangan pernah mencoba untuk menasihatiku, paham kau!"


"Terus apa maksud dari semua ini, hhah? Kenapa juga, kau membelikan begitu banyak makanan seperti itu? Apa kau mau membuat anak saya menjadi penyakitan, karena memakan makanan manis sebanyak itu. Iya!"


Felix tahu mungkin dia salah, hanya saja. Dia bermaksud baik untuk menolong Bapak itu membeli semua daganganya.

__ADS_1


Namun, Erenst menjadi salah paham kepadanya. Padahal niat Felix membuka pintu mobilnya agar Moana bisa memilih apa yang dia inginkan dan seberapa banyak. Sisanya akan dia bawa ke rumah atau membagikannya kepada orang keesokan harinya.


Moana yang merasa tidak tega melihat Felix terus di salahnya, langsung mencoba menepis tangan Ernest dengan keras. Ketika mendapatkan peluang untuk melepaskannya.


"Cukup, Tuan! Seharusnya Tuan mengucapkan terimakasih kepada Tuan Felix, sebab dia sudah berusaha susah payah malam-malam mencari semua ini demi membahagiakan anakmu!"


"Tidak sepertimu yang berstatus sebagai Ayah, tetapi tidak mengerti apa itu tugas Ayah sebenarnya. Jadi, stop menyalahkan seseorang, kalau kau sendiri tidak pernah ada niatan untuk membahagiakan anakmu sendiri!"


Mata Ernest membola besar, mulutnya tertutup rapat ketika mendengar semua perkataan lantang dari istrinya. Sama halnya seperti Felix, dia juga merasa tidak enak sudah membuat ke kacauan di antara Moana dan juga Ernest.


Melihat suasana semakin menegangkan, Felix berusaha keras mencoba menjelaskan kepada Ernest yang membuat wajahnya mulai berubah.


Ernest menahan malu, ketika mendengar penjelasan Felix karena sudah salah paham terhadapnya. Begitupun Moana, dia terus memarahinya demi membela Felix.


Tanpa berlama-lama lagi, Moana langsung mengambil beberapa permen kapas dan yang lainnya untuk dia bawa ke dalam kamarnya.


Sementara Ernest dan Felix masih dalam keadaan terdiam, lalu Moana kembali lagi dengan membuang muka untuk mengambil kembali apa yang dia inginkan.


Setelah cukup, Moana menyuruh Felix untuk pulang dengan tatapan tajam dan juga suara yang sangat berat. Dimana Ernest masih tetap setia dengan mulut yang terkunci.


Setelah perginya Felix, Moana kembali ke kamarnya sambil melirik Erenst yang masih mematung. Melihat tidak ada siapa-siapa Ernest segera menyusul istrinya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal di penuh oleh rasa kesal.


Dia tidak tahu, kenapa di saat Moana marah rasanya dia benar-benar tidak nyaman. Berbeda jika Moana tersenyum yang malah menenangkan hatinya.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2