Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Kejang-Kejang


__ADS_3

Melihat suasana seperti ini membuat Elice menjadi senang. Satu persatu masalah mulai hilang, tergantikan dengan suasana baru. Tidak lupa Felix juga meminta maaf pada Sakha serta Elice dengan sungguh-sungguh atas semua masalah yang menimpa keluarga mereka.


Kini, mereka hanya perlu menunggu Moana dan Justin untuk bisa kembali tersadar di dalam komanya. 2 jam lamanya mereka menunggu, sampai Felix pun membawa makanan serta minuman untuk mereka sekedar makan sore.


Mungkin, Sakha dan Elice bisa makan dengan tenang meski dalam keadaan khawatir. Berbeda sama Ernest yang masih berdiri di depan kaca besar untuk terus memantau pergerakan Moana dan Justin.


Sesekali hordeng di tutup saat dokter ingin mengecek kondisi mereka berdua agar selalu berada di dalam pantauannya.


Tangan Felix berada di pundak Ernest, membuat dia langsung menoleh ke arahnya, "Ayo, makan dulu! Aku tidak tega melihatmu selalu berdiri di sini untuk menjaga mereka. Lebih baik, sekarang isi perutmu supaya tambah semangat lagi menjaga mereka."


"Tidak, aku tidak lapar. Kau makan duluan sana barenga Ayah sama Bunda. Aku masih ingin menjaga mereka, karena aku tidak mau sampai hal buruk terjadi padanya!" jawab Ernest, penuh penegasan di setiap kalimatnya.


"Aku yakin, mereka akan baik-baik saja. Serahkan semuanya pada Tuhan, doakan saja agar kita selesai makan, mereka bisa membuka matanya kembali. Ingat! Kesehatanmu juga penting, kalau kau sakit bagaimana kau bisa menjaga mereka selama 24 jam, hem?" tanya Felix.


Apa yang di katakan Felix pun memang ada benarnya. Kalau Ernest memaksakan diri untuk tidak makan, maka energinya malah semakin berkurang, dan itu bisa beresiko fatal bagi kesehatannya sendiri.


Dengan berat hati, Ernest pun mengangguk. Dia mulai meninggalkan tempatnya dalam keadaan khawatir. Saat Ernest duduk di kursi tunggu bersama semuanya matanya tetap tidak lepas dari kaca besar yang bisa memperlihatkan pergerakan Moana dan juga Justin.


Mulut bisa saja mengunyah sanga lahap, tetapi tidak dengan mata yang terus menatap tanpa kedipan sedikit pun. Seakan-akan Ernest seperti tidak akan pernah membiarkan nyamuk pun untuk sedik menyakiti serta merenggut mereka darinya.


Sakha, Elice dan Felix makan dengan perlahan menikmati setiap rasa yang ada di mulutnya. Berbeda sama Ernest yang makan seperti orang kelaperan hanya demi untuk menyelesaikan semuanya dalam waktu singkat. Setelah selesai Ernest bisa segera kembali menjaga anak dan istrinya dari apa pun yang akan merenggutnya.

__ADS_1


Sekitar jam 9 malam belum ada tanda-tanda Moana serta Justin yang mulai sadar, Felix memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Sebab, besok pagi dia akan ke datangan klien baru yang akan mengunjungi serum mobilnya.


Felix juga berjanji, setelah urusan selesai dia akan kembali berjaga secara gantian dengan Ernest. Akan tetapi, Ernest tidak ingin meninggalkan anak dan istrinya sendirian tanpa dirinya.


Sementara Sakha dan Elice pun ikut pulang bersama Felix karena badannya sudah lumayan lelah. Apa lagi mereka baru saja pulang dari luar negeri. Jadi, harus butuh banyak istirahat agar daya tahan tubuhnya tidak sampai rendah.


Sekarang, hanya tinggal Ernest saja yang menjaga mereka. Tepat jam 10, Ernest meminta tolong pada sang suster untuk mengizinkannya bertemu sama Moana dan Jystin selama 10 menit saja. Demi bisa memeluk mereka secara bergantian.


Sang suster awalnya keberatan, tetapi dia mulai mengizinkannya akibat rasa kasihan saat melihat wajah Ernest begitu lelah, pucet dan juga khawatir.


Kali ini Ernest menempati janjinya, dia hanya 10 menit menemui anak serta istrinya. Sehabis itu, Ernest duduk terus menatap ke arah kaca yang memperlihatkan Moana serta Justin yang ada di atas bangkarnya.


Sampai akhirnya tidak terasa Ernest menguap, lalu tertidur dalam keadaan duduk menyandar di kursi tunggu. Posisi tangannya melipat di dada dengan sedikit suara dengkuran sebagai pertanda bahwa dia sangat lelah menjaga orang yang di sayanginya.


Selama 2 hari, Moana dan Justin tidak juga tersadar. Mereka masih setia sama tidur panjangnya bagaikan dongeng putri tidur yang akan terbangun ketika sang Pangeran menciumnya.


Sementara Ernest berulang kali mencium mereka, tetap saja. Mereka hanyabterdiam seribu bahasa layaknya patung yang tidak merubah sedikit pun posisinya tanpa melakukan pergerakan.


Di hari ke-2 Ernest bergantian jaga sama Felix, dia yang menunggu sesekali mengupdate kabar mengenai pertanda apa pun yang di berikan pada Moana dan Justin.


Sakha serta Elice hanya sekedar datang dan pergi ke rumah sakit. Semua itu karena mereka menjaga kesehatan supaya tidak ada satu penyakit pun yang merasukinya.

__ADS_1


Di hari ke-3, entah mengapa mereka semua kumpul menjadi satu. Sakha, Elice, Felix dan juga Ernest. Mereka rela membatalkan pertemuan dengan klien penting demi bisa ke rumah sakit.


Di saat mereka sedang asyik mengobrol satu sama lain sambil menikmati minuman serta cemilan. Tiba-tiba saja. Moana kejang-kejang, begitu juga di susul oleh Justin.


Kejadian itu benar-benar telah membuat mereka menjadi panik, bayangan akan kehilangan Moana dan Justin benar-benar langsung terlindas begitu saja.


Felix langsung memanggil sang suster dan juga dokter. Sementara Sakha, Elice dan Ernest segera masuk ke ruangan dalam keadaan gelisah cemas ketika melihat dari dekat kejadian itu.


Ernest menangis untuk mencoba membuat Moana serta Justin agar tetap bisa bertahan demi kesembuhannya. Di bantu juga sama Elice dan Sakha.


Hanya saja, monitor yang memperlihatkan tekanan jatung mereka semakin tidak karuan. Lagi-lagi posisi seperti itu benar-benar membuat mereka menjadi tidak karuan.


Hati mereka seakan-akan menjadi tidak tenang, lantaran seperti sedang di permaikan oleh sebuah rasa takut akan kehilangan yang cukup berat. Sebab, mereka tidak ingin melihat Moana dan Justin pergi untuk selamanya.


Air mata, teriakan hingga kepanikan yang luas biasa berhasil membuat suasana di dalam ruangan menjadi tidak tegang. Sampai sang dokter dan asisten susternya datang, semua yang ada di dalam riangan langsung di suruh keluar agar sang dokter bisa segera menangani kondisi Moana dan Justin sebaik mungkin, tanpa adanya gangguan.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2