Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Skandal Cinta


__ADS_3

Sungguh, Elice dan Sakha tidak menyangka jika pikiran cucunya sudah mulai ternodai oleh kedua orang tuanya sendiri. Jika memang Moana dan Ernest ingin memadu kasih ketika anak-anak sedang bersamanya, lebih baik menggunakan tempat yang aman. Sehingga, mereka tidak akan mengganggu jam tidur anak-anak akibat ulah goyangan ranjang tengah malam.


Maklum saja, mungkin jika wanita yang sedang menginginkannya melihat keadaan tidak memungkinkan pasti berusaha untuk menahannya. Lain cerita sama pria, hasrat yang tidak tersalurkan akan membuat kepala atas dan bawah menjadi pusing serta emosi mulai tidak terkontrol.


Elice langsung berdiri menatap tajam ke arah anak juga menantunya. Rasa malu yang tadi dirasakan langsung hilang begitu saja, tergantikan oleh rasa kekecewaan terhadap mereka berdua.


"Ernest, Moana! Apa kalian tahu? Perbuatan kalian semalam itu sungguh memalukan!"


"Bisa-bisanya kalian melakukan live pada anak sendiri, memangnya tidak ada tempat dan waktu yang lain, hem? Seharusnya kalian sadar, di sana ada Justin. Dia lagi pengen tidur sama kalian, jadi sebisa mungkin kalian menahan semua itu. Terus, kalau sudah begini, gimana?"


"Otak suci cucuku sudah benar-benar ternodai atas ulah kalian, sungguh menyebalkan! Untung dia masih belum mengerti, coba gede dikit. Habislah riwayat kalian!"


Moana menundukkan kepalanya dalam keadaan berdiri akibat merasa bersalah, sedangkan Ernest terdiam duduk menyimak apa yang sedang dinasihati oleh Elice. Sementara Justin yang ada di samping Ernest dari tadi hanya fokus melirik Felix, sesekali kembali menatap arah lain jika lirikan tersebut berhasil dibalas oleh ayahnya


Entah, Justin masih marah atau malu, Felix tidak bisa menebaknya. Dibilang marah pasti Justin masih marah karena sorotan matanya lumayan tajam, tetapi jika dibilang malu ingin pertanya tentang keadaannya juga bisa. Dikarenakan Justin terlihat gengsi persis seperti ABG labil yang ingin memilih jalan sama siapa.


Dia terlihat baik-baik saja, terus kenapa harus ada di rumah sakit? Apa dia pura-pura sakit? Akhh, masa, iya. Dokter itu orang pinter jadi gak bisa dibohongi, kalau gitu dia sakit apa, dong?


Suara hati Justin begitu cemas memikirkan sakit yang diderita oleh Felix. Walaupun hatinya masih kecewa, tetap saja tidak membuat Justin setega itu jika. melihat orang yang pernah dekat dengannya tiba-tiba sakit begitu saja tanpa penyebab yang jelas.


Mereka semua sengaja tidak memberitahu Justin kalau Felix terkena depresi ringan, jika Justin sampai tahu pasti akan menimbulkan kesalah pahaman kembali yang membuat Justin akan menyalahkan dirinya.

__ADS_1


Ayah tahu, Sayang. Kamu anak yang baik, pasti kamu bingung. Semalam Ayah terlihat baik-baik saja menemuimu, kemudian tiba-tiba pagi hari ada di sini. Kamu mengiri pasti Ayah sakit bohongan, 'kan? Ya, gapapa. Ayah paham kok, lagi pula Ayah tidak sakit. Ayah seperti ini karena ulah Ayah sendiri. Jadi, jangan khawatir lagi, ya!


Seandainya Ayah diberikan kesempatan meminta sama Tuhan, psti Ayah akan meminta agar kamu bisa memaafkan Ayah. Tidak apa-apa kalau memang kamu tidak bisa menerima Ayah sebagai Ayahmu, asalkan Ayah bisa bermain dan memelukmu lagi itu sudah lebih dari cukup untuk mengurangi rasa kangen di dalam hati ini.


Berperang dengan hati dan pikiran membuat Felix merasa lelah. Rasanya dia ingin sekali berlari untuk memeluk Justin hingga meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah dibuat. Disisi lainnya, Felix juga harus bisa bersabar untuk tidak gegabah mengambil keputusan mengikuti pikiran atau hawa napsu. Jika sampai itu terjadi, maka Felix akan lebih sulit mendekati Justin yang masih belum mengerti akan semuanya.


"Lain kali jangan diulangin lagi lagi, bisa?"


Ernest dan Moana menganggukkan kepala dengan penuh rasa malu. Kecerobohan mereka berujung menjadi scandal cinta hingga menimbulkan sedikit ketidak nyamanan semua yang mendengar kepolosan Justin.


"Apa perlu Bunda kasih tahu bagaimana caranya melakukan tanpa diketahui anak, iya?" tanya Elice.


"Gimana caranya? Bunda sendiri aja pernah begitu sama Ayah ketika Ernest kecil, bahkan waktu itu Ernest melihatnya lebih dari Justin melihat Ernest. Apa Bunda masih ingat?"


Sakha dan Elice terdiam di tempat kembali mengingat kejadian yang sangat memalukan. Semua itu karena ulah Sakha yang memang sudah untuk mengendalikan hawa napsu dari si adik kecil.


Beberapa tahun yang lalu, Ernest masih berusia 4 tahun masih polos-polosnya. Ketampanan Ernest memang persis seperti Sakha, ibaratkan pinang dibelah dua.


Akan tetapi, siapa sangka. Kepolosan Ernest memang sudah ternodai beberapa kali oleh orang tuanya. Beruntungnya, ketika Ernest besar tidak memiliki sikap brutal untuk menjelajahi goa-goa yang sering dijuluki surga dunia para pria.


Saat itu, Ernest terbangun tengah malam karena mimpi buruk. Berulang kali Ernest memanggil Elice, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Tanpa sadar, CCTV di kamarnya ternyata rusak. Sehingga Elice tidak bisa mendengar ketika sang anak menangis di dalam kamar.

__ADS_1


Ernest yang memang sudah dibiasakan tidur sendiri menjadi takut karena mimpi menyeramkan. Di dalam mimpi itu Ernest bertemu sama seekor ular raksasa yang sedang mengejarnya beerlari hingga berhasil menangkap Ernest menggunakan ekor.


Tubuh mungil Ernest dililit oleh ular tersebut lalu diangkat setinggi-tingginya sampai susah bernapas. Beberapa kali Ernest memanggil kedua orang tuanya sambil menangis, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya, Ernest terbangun dan melihat kamar yang kosong semakin membuat dia ketakutan.


Ernest masih menangis keluar dari kamarnya. Susah payah dia berjinjit untuk membuka pintu karena gagang pintu berada di atas kepalanya. Setelah berhasil, Ernest mengusap air matanya sesekali terisak melihat rumah begitu sepi dan cukup gelap karena memang beberapa lampu dima*tikan. Hanya ada lampu-lampu khusus yang dinyalakan sebagai sedikit penerang.


Rasa sakit di dalam hati Ernest semakin kuat, tanpa berlama-lama Ernest pergi ke kamar Elice dan Sakha yang terletak bersebelahan. Lagi-lagi Ernest sedikit berjinjit untuk membuka pintu. Anehnya, pintu itu mudah sekali dibuka sehingga Ernest masuk sambil menutup pintu.


Suara berisik dari mulut Elice membuat Ernest terdiam mematung menyaksikan Sakha dan Elice sedang bergoyang dibalik selimut. Ernest yang tidak mengerti ap-apa hanya bisa terdiam, lalu berjalan ke arah samping ranjang tanpa bersuara.


Sesampainya di samping ranjang, Sakha terkejut bukan main ketika melihat sang anak berdiri dalam keadaan melihat Sakha yang lagi menyusu. Sakha melepaskan dotnya sambil menyembunyikan tubuh mereka berdua di dalam selimut tanpa memberikan celah agar Ernest bisa melihat aset berharga kedua orang tuanya.


"E-ernest?"


"Una cama Yayah agi apain? Kok belicik anget campe Enes angis anggil-anggil Una, Yayah, api ndak ada yang jawab."


Elice melirik sang suami yang ada di sebelahnya dalam keadaan tengkurep dengan mata yang penuh arti. Mereka bingung bagaimana bisa Ernest sampai di dalam kamar melihat semua itu mereka tidak tahu? Itulah, kenikmatan sesaat mampu membuat seseorang langsung lupa akan keadaan sekelilingnya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2