Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Bukti Cinta Felix


__ADS_3

Waktu yang tersisa hanya tinggal 40 menit saja, Felix semakin panik untuk memikirkan semua ide. Bagaimana caranya dia bisa merubah semua ini menjadi sebuah kamar yang sangat istimewa.


"Astaga, aku harus gimana ini? Perasaan udah aku coba rombak, tapi kenapa malah jadinya aneh bukan romantis?"


"Aarghh ... Ayo, Felix. Berpikirlah, berpikir!"


Felix berjalan kesana-kemari sambil menggaruk kepalanya dengan frustasi. Entah kenapa, Felix yang biasanya mudah sekali mendapatkan ide. Seketika langsung buntu, akibat rasa ambisi yang ingin mendapatkan 1 permintaan tersebut dari tunangannya.


5 menit sudah, Felix masih setia dengan pikirannya yang buntu. Sampai akhirnya, satu ide terlindas dalam waktu begitu mepet. Segera mungkin Felix langsung membuka ponselnya untuk mencari sesuatu.


Setelah menemukannya, dia segera membereskan serta menata kamar sesuai sama apa yang dia inginkan. Tidak lupa Felix menelpon seseorang yang bisa sedikit membantunya.


25 menit berlalu, akhirnya Felix hampir menyelesaikan apa yang sudah di tantang oleh Enza. Dia hanya menunggu seseorang yang akan membawakan sesuatu untuknya.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, seseorang mengetuk pintu Apartemen sambil membunyikan bel. Enza yang lagi fokus dengan layak televisinya sedikit terganggu, lalu ketika dia ingin berdiri. Felix dengan cepat melarangnya dan langsung membukkan pintu.


Enza melihat Felix memberikan uang kepada orang tersebut dan menerima sesuatu yang di bawakan menggunakan box berukuran cukup besar.


Rasa penasaran Enza mulai meningkat, tetapi dia malah di abaikan oleh Felix karena semua yang di dalam box itu adalah rahasia.


Enza yang sudah kesal langsung saja mengingatkan Felix jika waktunya tidak lama lagi. Felix malah memberikan jempolnya kepada Enza sambil tersenyum lebar kembali memasuki kamarnya.


"Taraa, sudah jadi. Pasti Enza suka dengan semua ini, tapi tubuhku sangat lengket. Masa iya aku dinner dalam keadaan badan seperti ini, 'kan enggak lucu dong." gumam Felix, mengelap keringat di dahinya.


"Sayang, waktumu sudah habis!" ucap Enza menggedor pintu kamar.


"Iya, Sayang. Ini sudah selesai kok, tapi aku minta tambahan waktu 10 menit saja. Aku mau mandi lagi, soalnya badanku lengket banget. Masa iya kita dinner dengan penampilanku yang kusam." teriak Felix dari balik pintu.


"Alaahhh, bilang aja kamu gagal 'kan? Jadi enggak perlu alasan, cepat buka pintunya, Felix!"


Tangga Enza tidak henti-hentinya menggedor pintu cukup keras, sebab dia tahu bila kekasihnya ini pasti sedang mencoba mengulur waktu.

__ADS_1


Namun, saat Enza kembali membuka suara. Tiba-tiba pintu terbuka sedikit bersamaan dengan munculnya wajah Felix.


"Lihatlah wajahku, penuh keringat bukan? Jadi aku--"


"Ishh, Felix! Huss, huss ... Jauh-jauh sana!"


"Iuewwhh ... Jijik banget deh, keringetmu itu benar-benar membuatku mual. Udah sana, cepat mandi. 10 menit tidak lebih!"


Enza menutup hidungnya ketika melihat kekasihnya benar-benar sangat jorok, lalu tangannya melambai-lambai layaknya orang yang sedang mengusir.


Tanpa harus berlama-lama, Enza pun pergi dari depan kamar menjauhi Felix. Sementara Felix sendiri sedikit terkejut melihat reaksi kekasihnya yang begitu jijik dengannya.


Padahal keringat yang dia hasilnya itu adalah bukti rasa cintanya kepada Enza, akan tetapi Enza malah menganggapnya begitu rendah.


Felix tetap berpikir positif, dia mencoba untuk mengerti sikap Enza yang seperti itu. Apa lagi Enza seorang model, jadi wajar baginya merasa tidak suka dengan sesuatu yang memang sedikit menjijikan.


Saat semuanya sudah selesai, Felix turun ke bawah dalam keadaan tubuh yang sangat segar. Wangi khas parfum berhasil menyita perhatian Enza, dimana dia melihat ketampanan kekasihnya yang luar biasa.


"Sa-sayang? Ka-kamu tampan sekali!" ucap Enza, langsung berdiri lalu tersenyum lebar mentap Felix.


Enza hanya bisa menganggukan kepalanya, sambil tangannya menerima juluran tangan Felix. Mereka berjalan perlahan menaiki tangga menuju kamar atas.


Saat sampai di depan pintu, Felix membukanya perlahan pintunya bersamaan munculnya suasana kamar yang berhasil membungkam mata dan juga mulut Enza.



...(Anggap saja tidak ada balon & juga inisial nama ya)...



...(Kurang lebih seperti itu ya)...

__ADS_1


Kedua mata Enza membola sangat besar. Dia tidak menyangka, calon suaminya bisa menyiapkan semua ini dalam waktu yang sangat singkat.


"Sa-sayang, i-ini ka-kamu se---"


"Iya, dong. Ayo masuk!"


Felix memegang pinggang Enza dan membawanya masuk ke dalam kamar untuk mendekati sebuah tenda kecil.


Perlahan mereka duduk dalam keadaan Enza yang masih menatap semua suasana yang sangat indah itu.


"Wa-waw. I-ini benar-benar di luar dugaanku, kamu benar-benar hebat, Sayang. Aaa ... Aku jadi tambah sayang, terimakasih. Muuachh!"


Enza memeluk Felix dari arah samping dan juga mencium pipinya. Terlihat jelas, bila Enza sangat bahagia setelah mendapatkan semua perlakuan romantis ini.


Padahal beberapa saat lalu, dia sangat kesal akibat acara dinnernya kembali gagal. Akan tetapi, kali ini tidak. Meski, terlihat tidak semewah yang dia inginkan. Ini sudah cukup untuknya, setidaknya Felix memang membuktikan cintanya pada Enza tanpa rasa mengeluh sedikit pun.


Felix melepskan pelukan Enza, lalu mengode dirinya dengan kedipan mata yang sangat manis. "Sayang, jangan lupa, 1 permintaan yang akan kamu berikan!"


"Huhh, ya ya ya. Aku ingat kok, ya sudah sekarang mau apa?" ucap Enza, tersenyum.


"Hem, apa ya?" jawab Felix, mengetuk-ngetukkan jari di dagunya.


"Ahaa, aku mau ...."


Felix langsung membisikan sesuatu di telinga Enza, hingga berhasil membuatnya melotot, refleks menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.


Enza tidak menyangka, jika Felix bisa meminta semua itu darinya. Akan tetapi, Enza tidak bisa menolak. Sebab, itu sudah sesuai perjanjian mereka. Jadi, Enza hanya bisa menganggukan kepalanya pasrah. Dimana Felix tersenyum penuh kemenangan sambil mengukir senyuman miring.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2