Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Nasihat Thoms Pada Moana


__ADS_3

Moana tidak mengerti, kenapa bisa Justin berpikir sejauh itu. Jelas-jelas mimpi itu adalah bunga tidur, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Sampai kapanpun Moana tidak akan pernah meninggalkan anak-anaknya sendirian.


Jikalaupun Moana kembali pada Ernest, itu juga dalam kondisi Ernest sudah bisa menerima semua kenyataan tanpa menyalahkan siapapun. Apa lagi, Ernest harus bisa menerima semua anaknya, bukan hanya berpihak pada anak yang berasal dari darah dagingnya sendiri.


Dengan begitu, Ernest tidak akan bisa semena-mena pada anak-anaknya. Bagi Moana semua tetap sama dimatanya, meskipun mereka berbeda ayah. Akan tetapi, Justin ataupun Barra adalah anak yang keluar dari rahimnya sendiri.


"Itu hanya mimpi buruk, Kak. Aku tidak akan membiarkan Ernest kembali padaku hanya karena Barra. Bahkan, kalau Ernest mau kembali padaku pun tidak akan semudah yang kakak bicarakan saat ini. Selagi Ernest belum bisa bersikap adil sama anak-anakku, maka sampai kapanpun aku tidak akan kembali padanya. Lebih baik aku memilih untuk hidup bersama anak-anak, dari pada punya suami yang tidak bisa adil terhadap keluarganya sendiri!"


Moana berbicara dalam keadaan wajah terlihat datar. Nadanya memang terdengar sangat serius untuk mengatakan semua itu, tetapi berbeda sama isi hatinya.


Thoms bisa melihat dari sorot mata sang adik yang menatapnya sekilas, kalau Moana masih sangat menginginkan Ernest. Mungkin, Moana bisa menyembunyikan tentang perasaannya pada sang kakak. Hanya saja, tatapannya tidak bisa di bohongi kalau Moana sangat merindukan sosok suaminya.


"Kakak tahu, mimpi buruk itu hanya sekedar bunga tidur yang akan terjadi ketika kita sedang kangen, atau memikirkan seseorang. Namun, kamu tidak bisa membohongi kakak. Sebenarnya kamu juga senang bukan, bisa bertemu dengan suamimu?"


Pertanyaan Thoms langsung merubah suasana hati Moana. Wajahnya seketika memerah malu, lantaran apa yang di rasakan Moana sang kakak bisa menebaknya secara tepat.


"E-enggak, kakak kata siapa? O-orang aku saja tidak melihat dia kok,"


Moana berusaha untuk mengeles, bagaimanapun dia tidak ingin sang kakak mengetahui isi hatinya. Walaupun jauh di lubuk hati, Moana masih berharap bisa kembali berkumpul dengan suami juga anak-anaknya.

__ADS_1


Kerinduan yang Moana rasakan pada Ernest, Thoms juga bisa merasakannya lantaran sesekali pernah melihat Moana menangis ketika menidurkan Barra sambil membayangkan Ernest berada di sampingnya.


"Kakak sudah tahu semua dari anak buah kakak yang mengetahui ceritanya, kamu tidak perlu mencoba mencari alasan lagi. Jika memang kamu masih mengarapkannya, kakak sarankan. Buang jauh-jauh pikiran itu! Kakak tidak mau karena keegoisan kamu, Justin kembali terkena guncangan mental."


"Kamu tahu sendiri, bukan. Bagaimana perlakuan Ernest pada kalian waktu itu? Di tambah sekarang sudah ada Barra, anak kandung kalian sendiri. Terus, nasib Justin bagaimana? Apa Ernest bisa menerima Justin, seperti menerima Barra, anak kandungnya? Dan, bisakah Ernest bersikap adil pada kedua anaknya tanpa harus membedakan anak sambung juga anak kandung?"


"Ingat, Dek! Hidup kalian itu masih panjang, anak-anak masih pada kecil. Justin saja sebentar lagi akan masuk sekolah dasar. Bagaimana jika nanti Justin kembali merasakan ketakutan karena mimpi buruknya terjadi, hem? Syukur-syukur Ernest kembali dengan maksud dan tujuan yang baik, itu malah bagus. Jadi, apa yang ada dimimpi buruk Justin tidak akan pernah terjadi. Nah, jika tidak? Bagaimana?"


"Jadi, menurut kakak lebih baik kamu fokus saja untuk membesarkan anak-anakmu. Beri mereka kasih sayang yang tidak pernah mereka dapatkan. Apa lagi, tugasmu besar. Di mana kamu harus memberikan pengertian pada Barra, agar kelak saat dia mengetahui status tentang kakaknya tidak akan membuat hubungan kakak adik mereka menjadi hancur."


"Kalau untuk urusan jodoh, biarkan saja. Jika memang Ernest sudah di takdirkan menjadi jodohmu, dia akan berusaha berjuang dengan cara membuktikan menjadi yang lebih baik lagi. Supaya kelak kamu dan anak-anak bisa kembali kepelukannya dengan versi berbeda dari sebelumnya."


"Puluhan tahun kakak berpisah sama kamu, lalu bertemu lagi dengan versi berbeda. Di mana hidupmu jauh lebih menderita dari pada kakak, dari situ sudah membuktikan bahwa kembalinya kakak untuk menghapus semua penderitaan kamu dan anak-anak. Sehingga, kakak tidak mau lagi melihatmu berasa di dalam kehancuran. Sampai sini kamu bisa paham, 'kan? Betapa besarnya rasa sayang kakak ini untuk kalian, jadi kakak mohon jangan membuat hatimu kembali sakit setelah susah payah kakak mengobatinya, meskipun tidak sepenuhnya terobati."


Air mata Thoms mengalir deras ketika kedua tangannya mulai menggenggam tangan sang adik. Mereka bertatap-tatapan sangat lama tanpa mengalihkannya.


Moana bisa merasakan, dibalik sifat Thoms yang terbiang jahat, arrogan juga dingin. Ternyata dia memiliki jiwa kasih sayang yang sangat besar pada keluarganya. Beruntungnya seseorang yang nanti akan mendapatkan Thoms, ibaratkan di balik bajunya yang kotor juga lusuh tersimpan hati berlian yang tidak semua laki-laki miliki.


Tidak bisa berkata apa-apa lagi, Moana langsung memeluk sang kakak. Kini, air matanya langsung runtuh tanpa rasa malu. Moana sangat bahagia saat dia bisa memiliki kakak yang sangat peduli tentang kebahagiaannya, dari pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Beribu-ribu terima kasih, Moana ucapkan di dekat telinga Thoms. Apa yang di katakan Thoms memang benar, Moana harus lebih fokus memberikan anak-anaknya kasih sayang serta pengertian, supaya mereka bisa tumbuh menjadi anak yang saling menyayangi satu sama lain.


Beberapa menit kemudian, Moana menyudahi isak tangisnya dan tersenyum ketika Thoms mencium keningnya penuh kasih sayang. Tangan Thoms tidak lupa mengusap semua sisa air mata di pipi adiknya sambil tersenyum.


"Cupcupcup, jangan nangis lagi ya. Ingat! Usiamu sudah tidak muda lagi dan sekarang punya buntut 2. Jadi, harus bisa lebih tegar lagi untuk menghadapi semuanya. Kamu harus tetap kuat demi anak-anak, kakak yakin. Suatu saat nanti kamu akan hidup bahagia, entah kamu akan kembali bersama suami atau kamu hany hidup bersama anak-anakmu. Intinya, kakak akan terus membuat kalian bahagia sampai kalian lupa caranya menangis."


Kata-kata Thoms benar-benar sangat membuat Moana terharu. Berkata nasihat yang Thoms berikan, berhasil membuat Moana sedikit melupakan rasa sakit yang ada di dalam hatinya, ketika dia kembali mengingat tentang sifat suaminya yang cukup membuatnya mengelus dada.


Meskipun, Moana sudah melihat bagaimana kondisi Ernest saat ini. Akan tetapi, hatinya masih belum bisa percaya 100 persen kalau dia sudah berubah. Jika memang Ernest bisa berubah, kemungkinan Moana kembali 90 persen.


Namun, kalau Ernest masih sama seperti dulu. Moana tidak akan kembali padanya sampai kapanpun, biarkan statusnya menjadi janda walau mereka berpisah karena keadaan yang membuatnya seperti ini. Bukan karena perpisahan yang memang diinginkan untuk terjadi.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2