Terjerat Noda Hitam Pernikahan

Terjerat Noda Hitam Pernikahan
Gara-Gara Sukhi


__ADS_3

"Hei, apa yang kamu lakukan, Nak! Pergilah, waktumu sudah tidak banyak. Ibu tidak ingin kamu ada di sini sebelum waktu yang Tuhan berikan habis. Kamu harus kembali ke tempatmu, dan raihlah apa yang kamu ingin wujudkan. Ingat, Nanay Ibu yang cantik! Tugasmu masih banyak, kamu harus bisa menyelesaikan semua tugas itu barulah kamu bisa di sinj sama Ibu. Tapi, jika tugasmu masih ada. Ibu tidak mau kamu pergi dengan meninggalkan tugas yang belum selesai."


"Ibu janji, Sayang. Jika waktunya sudah tiba nanti, Ibu sendiri yang akan menjemput Nay untuk main ke rumah Ibu yang baru. Cuman, sekarang Nay kembali dulu ya, Ibu tidak mau Nay menyesal!"


Segala cara dilakukan oleh ibunya untuk melepaskan pelukan Nay yang sangat erat itu, tetapi tidak mempan. Nay malah semakin mengeratkan tanpa mengizinkan sang ibu untuk menyuruhnya pulang.


"Tidak, Bu, tidak! Nay mau ada di sini sama Ibu, Nay tidak mau kembali ke tempat itu tanpa Ibu. Jika Nay bisa kembali, lantas kenapa Ibu tidak? Apa Ibu tidak sayang dengan, Nay?" tanya Nay, di dalam isakan tangis tanpa memeberikan celah untuk ibunya melepaskan diri.


"Kalau memang Ibu tidak sayang dengan Nanay, tidak mungkin Ibu menyuruh kamu kembali. Ibu bisa menahan Nay ada di sini, tapi Ibu tidak mau kena hukum sama Tuhan. Lebih baik Nay selesaikan tugas yang Tuhan berikan, jika sudah waktunya Ibu akan tunggu Nay di sini. Ibu janji, oke?"


"Sekali Nanay bilang tidak, ya, tidak, Ibu! Nanay mau ada di sini nemani Ibu, pasti Ibu sendirian 'kan? Ayah juga, di mana Ayah? Kenapa Ibu tidak sama Ayah?" tanya Nay, tegas.


"Ibu sudah bertemu dengn Ayahmu, dia ada bersama Ibu. Lihatlah, ke sana!" Sang ibu langsung menunjuk ke arah balik pohon besar yang ada di samping kanan mereka. Nay melihat ada seorang pria yang tersenyum sambil melambaikan tangan menggunakan pakaian serba putih dengan cahaya yang mengelilinginya.


Mata Nay terkejut saat melihat pria itu berjalan mendekat, dan ketika sampai di dekat Nay. Tanpa basa-basi Nay langsung bergantian memeluk ayah kandungnya.


"Ayaah!" teriak Nay.


"Nay kangen sama Ayah, kenapa Ayah dan Ibu tidak mengajak Nay. Kenapa kalian tega membuat Nay tinggal bersama pria breng*sek itu, kenapa Ayah? Kenapa Ibu? Kenapa! Kalian jahat, kalian tidak sayang dengan Nay lagi. Kalian sudah melupakan Nanay yang kalian sayangi, kalian jahat hiks ...."


Tangis Nay pecah di dalam pelukan sang ayah sambil memukul kecil dadanya berulang kali. Sang Ibu yang tidak kua menahan air mata segera berhambur memeluk sang anak. Mereka saling berpelukan satu sama lain secara bersama-sama. Tanpa terasa air mata menetes akibat mereka bisa merasakan penderitaan yang dirasakan gadis kecilnya.

__ADS_1


Sang ayah berusaha menjelaskan pada Nay agar bisa mengerti kalau di sini bukanlah dunia gadis itu. Waktu Nay masih sangat banyak untuk berada di dunia aslinya demi mewujudkan impian yang belum diwujudkan.


Isak tangis kerinduan yang mereka rasakan, kini tidak bisa dihentikan. Mereka menumpakan semua itu menjadi kesatuan rasa nyaman yang tidak bisa mereka rasakan seperti dulu. Beda dunia dengan sang anak membuat mereka sangat sakit, tetapi tidak ada pilihan selain mengawasi Nay dari kejauhan tanpa bisa menolong, atau memeluk putrinya.


Waktu terus berjalan, sampai waktu yang tersisa hanyalah tinggal 3 menit. Dalam waktu yang ditentukan Nay belum kembali, maka Nay tidak akan bisa mewujudkan kembali semua yang ingin dicapai secara perlahan.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Di sebuah rumah sakit, seseorang terlihat sangat khawatir karena mendapatkan kondisi orang yang dia sukai semakin memburuk. Entahlah, dia juga tidak mengerti apa yang telah terjadi. Padahal, sebelumnya semu baik-baik saja ketika awal dokter mulai memeriksa keadaan orang itu.


Namun, dalam waktu yang singkat semua terjadi begitu saja hingga membuat semua orang panik untuk segera membawa orang tersebut ke rumah sakit sesuai sama apa yang diperintahkan sang dokter.


Satu jam yang lalu, seorang dokter telah menangani seorang wanita yang jatuh pingsan di dalam kamarnya. Siapa lagi kalau bukan Kanaya, sayangnya kondisi gadis itu malah semakin menurun membuat dokter menjadi bingung.


Sang dokter tetap memantau kondisi Nay agar bisa segera ditangani di rumah sakit. Thoms yang terlihat panik, juga setres tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti saran dokter sesekali menyalahkan atas kondisi Nay.


Di depan ruang UGD, Thoms berjalan bagaikan setrikaan yang tidak bisa diam. Kepanikan terlihat jelas diwajah Thoms membuat beberapa pengawal semakin yakin, jika ada sesuatu yang terjadi pada Kingnya. Entah, kabel mana yang konslet sehingga membuat Thoms tidak terlihat King Mafia yang menakutkan seperti biasanya.


"Aarrghhh ...." teriak Thoms, memukul tembok cukup kencang.


"Mengurus begitu saja tidak becus, dasar dokter bo*doh! Bisa-bisanya keadaan gadis itu memburuk setelah ditangani oleh tuh, dokter. Ini semua gara-gara kau, Sukhi!"

__ADS_1


Degh!


Sukhi terkejut, tubuhnya bergetar dalam.keadaan wajah menunduk. Sukhi adalah salah satu anak buah Thoms yang memanggil sang dokter datang ke Apartemen. Sehingga menurut pria itu, Nay menjadi drop akibat dokter gadungan yang Sukhi bawakan tersebut.


Kaki Sukhi mulai gemetar setelah menjadi sasaran empuk bagi Thoms untuk melampiaskan emosinya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Thoms langsung meminta Sukhi untuk menatap matanya. Selepas itu, menonjok wajah Sukhi begitu keras sampai menampar bolak-balik, dan tidak lupa menendang perutnya menggunakan lutut.


Sukhi hanya menerima semua itu karena kesalahan sendiri. Sukhi juga tidak menyangka kalau dokter yang dibawa bisa memperburuk keadaan Nay. Padahal, tanpa mereka sadari keadaan Nay memburuk sebab Nay sedang berada jauh dari mereka.


Gadis itu sedang menikmati pelukan kedua orang tua yang sudah berbeda alam, sehingga ini semua bukan akibat ulah sang dokter. Melainkan rahasia Tuhan yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, dan bagaimana semua bsa terjadi.


Setelah merasa puas melihat Sukhi tak berday di lantai dalam keadaan tubuh memar, Thoms meminta salah satu bodyguard untuk membawa Sukhi ke ruangan agar bisa ditangani oleh dokter hanya sekedar mengobati luka-luka di wajahnya.


Sekejam apa pun Thoms, tetap saja dia masih memiliki sisi baik pada semua bawahannya. Tidak ada satu anak buah Thoms yang berani berkhianat. Mereka semua lebih memilih dipukul ketika melakukan kesalahan dan memperbaikinya dari pada harus dikucilkan, atau diasingkan di tempat-tempat rahasia.


Mereka semua tahu, dibalik sisi jahat Thoms. Hanya dialah seorang atasan yang masih peduli oleh bawahan, tidak seperti King Mafia lain yang langsung mencabut paksa nyawa anak buahnya ketika sedikit saja melakukan kesalahan.


Sukhi langsung mendapatkan perawatan instens oleh seorang dokter dalam beberapa hari kedepan. Bodyguard yang membawa Sukhi akan setia menemaninya sampai Sukhi keluar dari rumah sakit dan kembali bekerja.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2